
Hayyy aku hadir kembali🖤
yuk kita baca
🤗🤗
****
Setelah mendengar nama Malik mencuat dari bibir istrinya. Seketika itu pun wajah Galih berubah memerah seperti tomat. Satu alisnya dinaikan keatas.
"Kok bisa si om itu antar kamu, Pulang?"
"Tenang Mas, jangan marah dulu ya. Aku bisa menjelaskan semuanya sama kamu!"
Galih mengangguk dan sedikit mengerutkan wajahnya.
"Siang itu dalam kekecewaan, aku duduk di halte tengah menunggu jemputan dari seseorang yang tengah berjanji untuk---"
"Kamu nih lagi nyindir aku maksudnya?"
Nadifa pun tertawa, menggeliatkan badannya dilengan sang suami.
"Makanya jangan tegang-tegang banget dong Mas, santai aja wajahnya. Kalau cemberut kaya gitu, gantengnya kamu hilang!" Nadifa mencubit pucuk hidung suaminya yang bangir.
"Ayo jelasin!"
"Tuh ah, masih ngambek!"
"Ya udah iya, nih--!" Galih memasang wajah senyum penuh paksaan.
"Nah gitu dong!"
Lalu
Cup.
Satu kecupan manis tepat mendarat di bibir tebal Galih dari sang istri.
__ADS_1
"Nih, dengarkan baik-baik ya. Biar kamu nggak salah faham! aku sama Pak Malik nggak sengaja bertemu. Aku sedang menunggu di halte dan mobilnya lewat didepan ku, mungkin ia peka melihat wanita gendut tengah berdiri dengan cucuran keringat menahan kecewa karena menunggu sang suami yang tidak juga kunjung da---"
"Tuh kan, ujung-ujungnya kesitu lagi kamu tuh, nyindir aku!"
"Ya abis kamu nya juga belum minta maaf!" ucap ketus sang istri.
"Ya Allah Mah, tadi kan waktu sampai disini Papah langsung minta maaf, kamu nya aja tadi tiba-tiba sedih gitu. Diam aja nggak mau bicara."
"Jadi salah aku nih??"
Galih menghela nafasnya amat panjang, melihati wajah sang istri penuh frustasi. Mau marah sungguh tidak sampai hati. Walau dirinya masih redam karena cemburu.
Tapi karena mereka sudah sepakat untuk berubah, maka Galih tetap mempercayai Nadifa dalam porsinya sebagai seorang istri yang tidak akan mungkin menghianati nya kembali.
Ia tahu betul Malik akan selalu hadir dalam keluarganya, karena memang mereka sudah menjadi keluarga secara tidak langsung dalam urusan Gifali.
"Ya udah lah, nggak usah dibahas ya. Nggak apa-apa deh kamu diantar sama dia." ada jeda namun terdengar pelan. "Dari pada jadi panjang urusannya."
"Apa tadi? tadi kamu bilang apa Mas?"
"Euhss.."
Desahan keduanya merintih bersamaan. Galih lebih mendominasi gerakan. Ia pun turun ke ceruk leher jenjang Nadifa. Menghembuskan angin segar didaun telinganya.
"Mas?"
Suara panggilan itu menggetarkan jiwa Galih yang sudah kepalang basah akan hasratnya.
Lalu
"Ahh...aduh..duh..sakit Mas!"
Galih menyudahi ciuman mereka untuk menatap wajah sang istri.
"Kamu kenapa sayang?"
"Perut aku sakit banget, Mas!" Nadifa masih terus memegangi perutnya.
__ADS_1
"Bagian mana yang sakit?"
"Nggak tau dimana nya...Aduhh...sakit!"
Nadifa terus mengerang kesakitan, ia melekukan tubuhnya diranjang. Galih terlihat panik, ia takut jika Nadifa mau melahirkan.
Tetapi saat ini usia kandungan Nadifa baru mau menginjak 8 bulan. Belum waktunya untuk melahirkan.
Namun tanpa fikir panjang, Galih menggendong sang istri untuk dibawa ke Rumah Sakit. Setelah berpamitan dengan Mba Asih untuk menjaga Gifali, mereka pun berlalu.
***
Mobil Galih sudah terparkir di basement. Awalnya ketika sudah sampai di Rumah Sakit, rasa yang tadi dikeluhkan oleh Nadifa begitu saja menhilang. Namun karena kepalang tanggung sudah disini, Galih memaksakan Nadifa untuk kembali periksa ke Dokter Kandungan.
Galih pun mendorong tubuh Nadifa yang duduk diatas kursi roda. Menyusuri lorong Rumah Sakit untuk menunggu didepan poliklinik kandungan.
Namun bagaimana kagetnya mereka, melihat Alea yang tengah menangis memukul-mukul dada Fajar ketika keluar dari pintu poliklinik.
Galih dan Nadifa pun tergegap. Kedua mata mereka membulat. Lalu tatapan Alea dan Fajar pun beriringan menatap Nadifa dan Galih yang sedang berdiri melihati aksi mereka.
Tanpa fikir panjang.
"Ini semua karena kamu, dasar wanita sialan!" Alea memaki Nadifa.
Dengan langkah cepat Alea berlari menuju Nadifa dan menjambak rambut dan mendorong tubuhnya.
Buggg.
"Nadifa!" suara Galih dan Fajar menggema bersamaan. Semoga saja Nadifa dan bayinya dapat terselamatkan.
****
Untuk lanjutan Hidup Nadifa dan Galih, boleh kalian baca di karya aku yang judulnya
Dengan judul GIFALI dan MAURA
Mampir ya, semoga suka🖤
__ADS_1