Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Perang Malam


__ADS_3

Pagi yang cerah aku kembali lagi


keep reading guyss


🖤🖤


***


Kini posisi mereka masih menyatu dalam kesedihan. Nadifa ada di bawah tepi sudut kanan tempat tidur dan Galih pun sama, ada dibawah tepi sudut kiri tempat tidur. Mereka berdua duduk saling membelakangi.


Sudah pukul 01:00 dini hari. Nadifa tetap meledak dalam emosi.


Air matanya terus mengucur, entah mengapa ia harus merasakan tersakiti lagi seperti ini. Mengingat bagaimana perlakuan-perlakuan Galih yang begitu amat mencintainya.


Membuat ia akan terus bersalah jika tidak berusaha untuk membuang Malik dari hati dan fikirannya, disaat ia mulai menaruh semua hati untuk suaminya. Ia malah dibohongi kembali.


Nadifa seperti bebal tidak mau mendengarkan dulu apa kata Galih, ia tidak percaya jika Fajar adalah otak dibalik semua ini, dan Galih pun mudah teperdaya untuk mengikuti alur lelaki itu.


Dua jam mereka diam setelah Galih menceritakan perihal keberadaannya di Cafe bersama Lukman dan foto dengan wanita itu. Hanya ingin menjebak Fajar, untuk memberi pelajaran agar tidak lagi mendekati Nadifa.


Memang sebuah ucapan tidak akan bisa diterima tanpa pembuktian dan Nadifa butuh semua itu.


"Kamu nggak usah bawa-bawa Mas Fajar, jangan jadikan orang lain sebagai kambing hitam untuk menutupi kebrengsekkan kamu!"


Sebuah kalimat yang kembali keluar dari bibir Nadifa untuk memecah keheningan mereka. Galih disudut kanan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, merasa sudah letih untuk merayu dan menjelaskannya.


"Jelas-jelas dia udah berbaik hati buat nunjukin kesalahan kamu!"


Jag.


Jantung Galih kembali bergemuruh, mengepalkan tangan menahan benci mengingat Fajar.


Nadifa pun kembali menangis terisak. Ia benar luluh lantah saat ini.

__ADS_1


Galih pun bangkit berdiri menghampiri Nadifa yang masih terdiam duduk dilantai menatap jendela kamar yang sudah tertutup untuk menghalangi jalan nya angin masuk ke dalam kamar.


"Sayang, ayo kita tidur dulu. Liat tuh mata kamu udah merah gitu." Galih mencoba mengangkat tubuh istrinya, namun Nadifa tetap kokoh mematung.


Ia menghalau tubuh Galih untuk tidak meraih dirinya. "Udah kamu jangan sok-sok perhatian sama aku, sok cinta sama aku kalau kamu masih aja tipu-tipu aku kaya gini Mas!"


"Aduh ya Allah, gimana sih caranya buat kamu percaya?" Galih menggusar rambutnya sehingga terlihat berantakan.


Nadifa pun bangkit ingin menuju ke luar pintu kamar namun dengan cepat dihadang oleh Galih.


"Udah malem mau kemana?"


"..Minum!"


"Aku aja yang ambilin kalo gitu!"


"N-ggak usah..minggir!" Nadifa mendorong Galih, menggesernya tubuh lelaki itu untuk menjauhkan nya dari daun pintu.


Dengan cepat Galih melepas kunci yang masih tergantung dihandle dan membuka pintu dengan cepat.


"Mas! nggak lucu ih! bukain!" suara Nadifa meronta-ronta dari dalam kamar, memukul-mukul daun pintu agar dibukai.


Galih terpaksa menguncinya karna tau meminta minum hanya sebagai alasan Nadifa untuk kabur dari rumah.


Ia menuruni anak tangga dengan cepat, berlalu menyusuri dapur. Membuka kulkas untuk meraih air minum disana.


Kring..Kring..


Dering HP Galih berbunyi.


Penjahat Kelamin In coming call


Dengan cepat Galih menggeser tombol hijau dilayar

__ADS_1


"Hallo Men?"


"Hallo Lih, belom tidur lo? gimana Difa?"


"Gue masih perang ama bini gue Men!"


"Kasian Lo, tapi gue udah puas hajar si Fajar!"


"Hah..gimana ceritanya?"


"...Panjang lah ceritanya, nanti gue ceritain!"


"Terus lo ngapain sekarang tengah malem belom tidur?"


"Biasa, Lala minta jatah."


"Aahh brengsek lo, gue lagi perang dingin begini ama bini gue, disana lo lagi asik-asik...Kampret!"


Terdengar cekikian tawa terbahak-bahak menggema dari suara Lukman, tanpa ampun sambungan telepon itu pun dimatikan cepat.


Galih kembali melangkah menuju kamar dengan segelas air ditangannya.


Kunci diputar, pintu dibuka. Terlihat Nadifa sudah tidur terlelap dengan Gifali disampingnya. Mungkin ketika ditinggal Gifali terbangun, biasanya jika seperti itu Nadifa akan memindahkan Gifali didekatnya, memeluk bayi itu agar merasa nyaman.


Galih memakaikan selimut ditubuh mereka. Dikecupi anak dan istrinya saling bergantian.


Dirinya bersumpah akan selalu menjadikan Fajar sebagai musuh seumur hidupnya.


***


Kaya biasa guys


Jangan lupa Like dan Koment nya ya

__ADS_1


yang punya point bisa juga buat Vote


biar aku semangat..lancar ibadah puasanya ya 🖤🖤


__ADS_2