
"Sini aku pakaikan," Malik bergerak mendekat ke tubuh Nadifa untuk memakaikan seat belt. Nadifa mengangguk dan tetap berperilaku santai.
"Terima kasih ya, Pak,"
"Sama-sama," jawab Malik, kembali duduk dibangku kemudinya dan mengemudikan mobil untuk berlalu dari tempat itu.
Nadifa tersenyum-senyum sendiri, menikmati cerita yang berlalu sejak dari tenda hingga saat ini, Malik pun faham akan sikap Nadifa saat ini.
Ketika sedang mengemudi, Malik menurunkan tangan kirinya untuk menggenggam tangan Nadifa serta menariknya untuk dicium lalu genggaman tersebut didekatkan ke bagian dada Malik.
Nadifa terhanyut akan suasana itu, ia merasa seperti bidadari yang turun dari kayangan merasa dirinya adalah Ratu sang BOS.
Malik tetap fokus mengemudi dengan satu tangan, karena satu tangannya lagi sibuk menggenggam tangan Nadifa yang terus diciuminya.
Nadifa pun membalas dengan mengusap usap punggung Malik, dan seketika merebahkan kepalanya di pundak kiri Malik.
"Kamu senang, Sayang..?" Tanya Malik tanpa takut memanggil Nadifa seperti itu.
__ADS_1
"Iya pak, eh...sayangg," Jawab Nadifa sambil senyum manja mendekatkan wajahnya ke wajah Malik.
"Mau kemana lagi kita ?" tanya Malik penuh semangat.
"Kembali ke kantor ?" jawab Nadifa terus menyender dipundak Malik.
"Kamu masih lapar ga ?" tanya Malik. ia hanya memberik kode kepada Nadifa, agar mengatakan iya atau apapun, agar mereka tetap bersama dulu.
"Aku masih ingin bersamamu..sayang," Pinta Nadifa tetap menikmati indahnya jalan.
"Tapi , kita kembali saja ya. Nanti orang-orang kantor curiga, kenapa dalam waktu bersamaan kita tidak ada," kata Nadifa mengingatkan Malik.
entah apa yang terbesit dalam hati mereka selain kata aku menyukaimu. tidak mengingat bahwa rasa ini jika dbiarkan,dipupuk dan disirami akan terus tumbuh dan mengembang, jangan terlalu lama terjerat didalamnya ,karena setelah ini kalian akan merasakan rasanya pahit dan hancur karena kehilangan.
Mobil mereka pun terhenti di bassement parkir lantai bawah.
"Nadifa dulu yang turun yaa, 10 kemudian baru kamu yang turun," perintah Nadifa kepada Malik, ia Mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
lalu Nadifa melepas seat belt nya ketika hendak memutar badan ingin membuka pintu, tangan kananya ditarik oleh Malik. Nadifa menoleh, Malik sedang terdiam mencodongkan pipi kirinya memberi kode minta untuk di cium.
Nadifa mengerti akan kode tersebut, dan Langsung menciumnya dengan cepat dan mantap.
yessss..!" kata Malik senang. Lalu Nadifa turun dan berjalan cepat menuju lobby kantor. Malik tetap menunggu 10 menit berlalu dahulu untuk berjalan memasuki kantor.
xxxxx
"Galih, tunggu aku..," teriak Gita dari arah belakang Galih. Galih yang sedang berjalan bersama Pak Laode dan Dendi sehabis makan siang dari luar kini langkah mereka terhenti. Mereka semua menengok ke belakang.
Galih tetap senyum ke arah Gita. Gita pun berlari kecil menghampiri.
"Kita duluan ya, Pak Galih," Pak laode permisi sambil menepuk pundak Dendi untuk ikut bersama dirinya ke dalam ruangan.
"Kamu sudah baikan sekarang ?" tanya Galih tetap perhatian kepada Gita.
"Kenapa makan siang tidak mengajaku, dan tidak mengirimkan pesan untuk menanyai kabarku, kamu marah sama aku Lih ?" tanya Gita mengiba.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah bisa marah sama sahabatku sendiri, aku hanya lupa karena kerjaan sedang banyak, maafkan aku ya ," ucap Galih memegang pundak Gita untuk menenangkannya.