Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Pecahan kaca


__ADS_3

"Kenapa bisa begini tanganmu?" Nadifa membersihkan luka bekas kaca yang menempel hinggap di jari jemari Galih.


Galih hanya diam terus melihati tangan Nadifa mengobatinya dengan terampil.


"Awwww, perih!" Galih meringis menahan rasa perih pada luka yang telah di olesi dengan betadine.


"Kenapa awalnya kok bisa begini?" tanya Nadifa lagi.


"Tadi terkena pecahan kaca, ada vas bunga jatuh aku membantu OB untuk membersihkannya."


"Kamu lain kali harus hati-hati, kamu sudah makan siang belum,mau aku masaki apa?"


Galih hanya diam terus melihati Nadifa, jika bisa memuntahkan beban yang kini hinggap di kepalanya, ia ingin sekali memuntahinya sekarang.


Mengingat besok adalah hari kesepakatanya untuk mau menikahi Gita dengan cara sirih terlebih dahulu.


"Pantas kah aku masih boleh dimasaki olehmu, dilayani olehmu setelah perbuatan ku kini yang sangat tidak terpuji," batin Galih terus termenung dalam diam nya.


"Mas!" Nadifa menepuk pundak Galih.


Galih tersadar dengan cepat.


"Eh iya, aku mau telur dadar saja pakai.."


"Kornet yah? garamnya sedikit kan ?" Nadifa memotong ucapan Galih dengan cepat.

__ADS_1


"Bahkan kamu lebih hafal kesukaanku dibanding diriku sendiri." gumam Galih makin meratapi hatinya yang nestapa.


"Ganti bajumu, lalu rebahan dulu dikamar nanti kalau makanan sudah jadi aku beritahu," Nadifa mencium pipi Galih berkali-kali dengan manja.


Hal ini semakin membuat sayatan luka didada Galih menganga hebat.


Ia semakin tersiksa melihat kebaikan Nadifa sebagai istri yang baik selama ini namun nyatanya ia tidak mengetahui kalau Nadifa pun sudah menghianatinya berbulan-bulan lamanya.


Nadifa menghempaskan dirinya didapur dengan kompor dan peralatan memasak sedangkan Galih melangkah menuju kamar untuk merebahkan diri, menatapi nasib dan menghujat diri nya tanpa henti.


Kring..Kring..Kring...dering HP Nadifa berbunyi, ia pun kembali keruang tamu untuk mengambil HP nya didalam tas yang masih ada di Sofa.


Malik incamming call!!


Nadifa : *** Assalammualaikum, iya hallo***


Malik : ***Waalaikumsallam, bagaimana suamimu?**


Nadifa :***Alhamdulillah sudah baik, tadi tangannya kemasukan puing kaca tapi sudah ku obati***


Malik :***Baiklah kalau begitu, aku tadi cemas takut kamu butuh seseorang untuk mengantar kerumah sakit***


Nadifa :***terima kasih sayang, baik nya kamu. Jangan lupa makan siang ya, nanti pulang kerja hati-hati dijalan***


Malik :*** baiklah, kamu juga***

__ADS_1


Tutttt...pembicaraan mereka pun terhenti kemudian Nadifa mematikan langsung HP nya dan memasukan kembali ke dalam tas, ia takut Malik menelpon lagi pada saat dirinya sedang bersama Galih.


Ia kembali berjalan menuju dapur untuk memasak kembali.


"Maafkan aku Den, tolong bantu aku besok," Kalimat yang keluar dari mulut Galih ditelepon, sepertinya ia sedang meminta tolong sesuatu kepada temannya, entah tentang apa.


"Mas, ayo turun kita makan dulu," panggil Nadifa dari lantai bawah.


"Oke Baik, makasi Den,"


Galih menutup HP nya dan meninggalkannya dikasur , lalu bangkit berjalan menuju meja makan dilantai bawah.


Saat ini Galih sudah mandi dan berganti pakaian.


"Ayo duduk sayang, kita makan dulu," Nadifa meletakan piring dimeja, menuangkan nasi seperti biasa.


Galih melihati makanan yang sudah tersaji, ada telur dadar kornet permintaanya, ada sayur capcay seafood dan gorengan tahu dan tempe.


"Emmmm...sangat menggiurkan sekali masakan ini," puji Galih seperti biasa.


"Makan yang kenyang ya, mungkin nanti malam kita Gofood saja yuk," ajak Nadifa.


"Nanti malam bagaimana jika kita makan diluar saja, ke restoran kesukaan kita sepertinya sudah lama kita tidak makan malam diluar," ucap Galih..


"Baiklah sayang aku mau,"

__ADS_1


__ADS_2