
Malik kembali fokus dengan beberapa laporan dimejanya, begitu pun Nadifa dan Dania, diruangan kerja ini kembali hening dan tenang hanya terdengar suara jari-jemari diatas keyboard komputer.
Waktu terus berputar ke arah kiri, memusatkan jarum jam tepat diangka jam 12 siang, ini menandakan waktu Isoma sudah dimulai. Malik ke luar ruangan nya sembari memberi kode kepada Nadifa untuk pergi ke mushola duluan.
"Kita jadi nih makan sama Pak Malik ?" Dania bertanya untuk meyakinkan dirinya.
"Jadi mba, shalat dulu aja mba. Habis itu kita makan siang, aku sedang haid mba,"
"Oke baiklah dif, aku ke mushola dulu ya," Dania pergi dengan langkahnya untuk berlalu.
Kemudian datang OB membawa pesanan makan siang yang sudah dipesan oleh Malik.
"Pesanan pak Malik ya ?"Tanya Nadifa.
__ADS_1
"Iya bu, ini ada 3 makanan," jawab OB
"Terima Kasih ya ," Lalu Nadifa membawa pesanan tersebut kedalam ruangan Malik. Ia pun sudah menunggu disana untuk bersiap makan siang bersama kekasihnya dan Dania.
Nadifa pun menyiapi makan siang untuk Malik, membereskan beberapa dokumen yang tergeletak dimeja dan menaruhnya di lemari untuk sementara, membuat meja kerjanya seketika bersih dan siap untuk mereka pakai makan siang.
Nadifa meletakan kotak makan siang Malik dengan rapih dan mengisi kembali air putih di gelas Malik dengan penuh di meja nya. Nadifa pun mengupas buah Apel dan memotongnya lalu disajikan di piring kecil, yang ia letakan disamping kotak makan siang Malik. Nadifa begitu perhatian kepadanya, sikap-sikap seperti ini akan semakin menjerat keduanya sehingga tidak mudah melepaskan.
Lalu menyiapakan kotak makan siang untuk dirinya dan Dania.
Malik terus menebarkan senyum yang tidak bisa ia tutupi, sesekali mengontrol dirinya untuk bersikap biasa ke pada Nadifa namun sesekali kemudian ia bersikap manis menunjukan rasa cinta.
"Makananya sudah datang ya ?" Tanya Malik sambil berjalan ke meja nya dan duduk disana. Ia terkagum melihat meja kerjanya sudah rapih dan sudah tersusun dengan baik Kotam Makan siang, air minum dan cemilan buah.
__ADS_1
"Pasti kamu ya sayang yang menyiapkan ini," Batin Malik tersenyum ke pada Nadifa, Nadifa pun faham akan hal itu, Dania pun pasti dapat menyimpulkan apa yang terjadi diruangan ini.
"Tidak apa-apakan jika makan siang kali ini diselingi dengan pembahasan mengenai rapat yang akan kita laksanakan esok lusa," Malik membuka obrolan kepada mereka sambil membuka kotak makan siangnya.
"Enggak apa-apa pak..dengan senang hati," Jawab Dania sudah lebih cepat mengunyah duluan. Nadifa pun mengangguk dan sesekali melihat wajah Malik yang akan menyantap makanan itu dengan wajah bahagia.
"Bagaiman hasil laporan saya pak, apakah ada revisi ?" Tanya Nadifa
"Sudah cukup detail, tapi mungkin mau saya tambahkan analisanya di akhir laporan ini," Malik terus menyantap makananya dengan semangat.
"Gimana hasilnya pak, perusahaan untung atau rugi, kita tetap dapat bonus akhir tahun kan pak heheh," Tanya dania menambahkan.
"Alhamdulillah, penjualan naik 70% dari tahun lalu, kemungkinan bonus pun akan ada peningkatan," Jawab Malik.
__ADS_1
Malik pun mengangkat wajahnya melihati wajah Nadifa yang sedang makan dengan lahapnya, Lalu ia dengan reflexs mengayunkan tissu ditangannya untuk mengelap sisa makanan yang ada di sudut bibir Nadifa. Nadifa pun tekejut dan kaget dengan cepat menyambar tissue yang ada ditangan Malik itu,Ia hanya malu kepada Dania.