Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Perhatian Malik


__ADS_3

Nadifa pun kembali ke meja kerjanya, Ia sudah tenang menjelaskan semuanya, Nadifa kembali menoleh kan kepalanya ke arah Malik dengan senyum.


Senyuman itu pun ditangkap oleh Dania.


"Lama banget dif diruangan Pak Malik ngapain kamu ?"


"Kasih berkas laporan keuangan mba, kan lusa mau ada rapat sama Presdir, jadi pak Malik meminta aku untuk menambahkan beberapa lampiranya yang belum" Nadifa menjawab santai tidak ingin terlihat mencurigakan.


"Ohh..iya baiklah," Dania pun terhempas mantap dari kecurigaannya yang merasa Malik dan Nadifa ada sesuatu hubungan.


"ah...aku masih rindu kamu," batin Malik, ia makin merasuk dalam rindu nya kepada Nadifa. Malik pun meraih hp nya dan mengirim pesan Wa kepada Nadifa yang kini Hp nya sudah menyalah kembali.


bep bep bep. Notifikasi pesan WA di HP Nadifa berbunyi.


Malik :


***Aku pesankan makan siang, kita makan siang bersama di ruanganku. Ajak juga Dania, biar semua orang tidak terlalu curiga*


Nadifa :


**Apakah tidak merepotkanmu ?**

__ADS_1


Malik :


**Tidak apa-apa..kasihku..aku masih khawatir dengan keadaanmu yang masih pucat dan lemah, nanti sore aku akan antar kamu pulang**


Nadifa :


***terima kasih banyak sayang..atas perhatianmu*..*


Nadifa mematikan layar HP nya dan menaruhnya kembali di meja karena sedang di charge. Ia menoleh ke arah Malik yang masih melihati ia dengan senyum ke arahnya.


Nadifa pun menoleh ke arah Dania yang masih fokus memilah-milah faktur pembelian.


"Wah baik sekali, tumben banget tuh Pak Malik traktir kita," Dania tetap dalam kefokusannya memilah-milah faktur yang berserakan dimeja.


"Baik yah sekarang heheheh," Nadifa berucap mantap meninggikan nama kekasih nya itu.


Tidak lama kemudian, ada OB mendekat ke arah Nadifa dan menaruh segelas susu cokelat yang masin panas di meja Nadifa.


Nadifa pun kaget melihat segelas susu itu.


"Buat siapa ini mas ?" Tanya Nadifa kepada OB.

__ADS_1


"Susu cokelat panas buat ibu Nadifa," OB menjawab dengan sopan.


"Tapi saya kan engga pesan mas,"


"Pak Malik tadi telepon ke pantry, suruh antarkan susu cokelat buat ibu," Penjelasan OB tersebut membuat telinga Dania bergerak-gerak mendengarkan lebih dalam.


Nadifa pun langsung melihati sikap aneh yang keluar dari raut wajah Dania, Ia hanya diam dan tersenyum tanpa rasa bersalah.


Hatinya dimabuk cinta, Malik sangat begitu perhatian dan sayang padanya. Dania terus melihati dengan perasaan semakin curiga, ia akan mencari waktu yang tepat dalam menyelediki mereka.


"Baiklah mas, makasi yah," Ucap Nadifa lalu menyeruput Susu nya, meninggalkan bekas lipstik yang tertinggal dibibir gelas tersebut mengambil HP nya dan memotokan gelas yang berisi susu tersebut lalu dikirim ke WA Malik.


*Nadifa :


**I Love You..Honey...** note gambar segelas susu.


Malik :


**Habiskan yah, I Love you too*..*


Percintaan terlarang ini semakin hari semakin jadi saja, semakin mendalam merasuk kedalam jiwa mereka, Kehidupan nyata mereka yang semestinya malah seperti tertutup jauh dari mereka, entah bagaimana tuhan menghadirkan cinta yang salah ini di kehidupan mereka. Mereka yang selama ini menjalani hidup dengan amat lurus dan datar sekejap berubah karena perasaan cinta ini. teramat cinta jika bersama dan resah bisa berpisah, Sadarlah...

__ADS_1


__ADS_2