
Hai readers tersayang...terima kasih sudah selalu setia membaca dan menunggu UP cerita selanjutnya..boleh dukung aku ya untuk like dan vote, semoga dengan motivasi dari kalian aku terus giat dalam menulis..💕💕💕
Panas terik matahari sudah hilang memudar, terganti dengan udara yang sejuk dan angin yang bersemilir, keadaan langit pun sudah mulai membiru menghilangkan kilat dari teriknya panas matahari siang, kini sore pun tiba.
Malik :
**Aku duluan ya, ku tunggu kamu di mobil**..
pesan masuk ke WA nadifa.
Nadifa :
**iya sayang..**
lalu Malik berjalan keluar dari ruangan kacanya sambil membawa tas kerja menuju ke luar pintu ruangan karyawan melewati meja Nadifa dan Dania.
"Saya duluan ya," Malik pamit kepada Dania dan Nadifa, seolah-olah Malik dan Nadifa tidak ada apa-apa di mata karyawan yang lain
"Baik pak, Hati-hati ya dijalan," Jawab Dania dan Nadifa hanya mengangguk senyum sembari membereskan beberapa dokumen-dokumen di meja kerjanya.
Lalu Malik terus berjalan biasa keluar dari ruangan mereka.
__ADS_1
"Kamu dijemput dif ?" tanya Dania.
"Enggak mba, aku mau pake grab aja soalnya mau langsung ke kantor suamiku. ada acara barbeque," Nadifa mengoleskan kembali lisptik di bibir nya dengan tipis.
"Oh oke baiklah, ayo kita turun," Ajak Dania sudah siap.
Nadifa diam sebentar, ia bingung mau beralasan apa dengan Dania. Bagaimana jika Dania melihat dirinya bersama dengan Malik didalam mobil.
"Duluan saja mba, aku kayanya mau ke toilet dulu deh, mules nih," Nadifa berdalih.
"Oh baiklah, aku duluan ya dif. kamu hati-hati dijalan," Dania pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangan untuk menuju lobbi kantor.
Nadifa menghela nafas dan duduk kembali, terdiam sebentar beberapa menit untuk memastikan dirinya tidak akan bertemu Dania dibawah.
"Kok lama sekali ?" tanya Malik
" Iya ini aku baru keluar ruangan, tunggu Mba Dania pulang dulu biar dia tidak lihat kita,"
"Ya sudah, aku jalankan mobil saja sampe melewati lobby ya, jadi kamu langsung masuk,"
Nadifa mematikan HP nya, terus berjalan pelan keluar dari lift utama. Menengok sisi kanan dan kiri memastikan tidak ada karyawan lagi yang tersisa.
__ADS_1
"Syukurlah, Mba Dania sudah tidak ada," kini nafasnya sudah lega, Mobil Malik pun menghampiri wanita itu yang sedang berdiri menunggunya didepan pintu Loby utama.
"Aduh untung saja dia sudah pulang," Ucap Nadifa duduk disamping kemudi Malik. Malik pun tersenyum melihati wajah sang pujaan hati, memegang dagu Nadifa yang sangat menggemaskan itu.
"Aku rindu sama kamu," Nadifa menyender didada Malik, ia memang mengganggu Malik yang sedang mengemudi tetapi Malik menyukainya. sesekali Malik mencium pucuk kening Nadifa dengan lembut dan amat dalam.
"Besok dan Lusa kita tidak bertemu ya ? kabari aku ya, jangan lupa ," Pinta Malik.
"Aku tidak akan lupa seperti kamu," Nadifa tertawa dan menciumi pipi Malik tanpa henti.
"Aku sangat mencintaimu," Malik berbalik mencium pipi Nadifa, Nadifa terus hinggap didada Malik tanpa mau berpindah.
"Kalau sedang Makan, Mau mandi , Mau tidur apakah ingat aku ?" Malik bertanya sembari mencium tangan Nadifa disepanjang perjalanan mereka, Nadifa mengangguk menahan malu, rona wajahnya pun memerah.
Ketika sedang bermesraan tiada henti, kring..kring...dering telepon Malik berbunyi.
istriku...nama penelpon masuk, Nadifa pun dengan sekejap melepaskan dekapanya ditubuh Malik.
"Ya halo bunda," Malik menjawab.
Nadifa sudah kembali ke posisi duduk semula.
__ADS_1
"Baiklah, nanti Ayah jemput bunda sehabis Magrib, oke..bye," Malik memutuskan sambungan teleponnya.
Ia kembali mengambil tangan kanan Nadifa serta menarik tubuh Nadifa untuk masuk kedalam dekapanya lagi.