
Galih mengerutkan keningnya ketika melihat meja Alea yang masih kosong tidak berpenghuni. Tumben sekali jika jam segini gadis itu belum datang, mengingat hari ini Galih akan banyak menghadiri berbagai rapat.
Meraih telepon untuk menelpon Alea.
"Ya, hallo Pak."
"Kamu dimana? apakah sudah datang?"
"Oh iya Maaf Pak, Alea lupa bilang kalau nggak masuk hari ini. Dua hari lalu jatuh dari motor."
"Kenapa nggak bilang sama saya? terus gimana sekarang keadaan kamu?"
"Maaf Pak, kemarin Alea udah titip pesan sama Bu Mila, karna nggak enak ganggu bapak dirumah, kan lagi urus istri yang sakit."
"Oh ya baiklah, cepat sembuh ya."
"Baik Pak, terima kasih,"
Tutt..sambungan terputus.
Alea lebih rela tidak masuk kerja dari pada rencana nya batal untuk berkencan dengan Fajar. Upss? sepertinya saat ini Alea sudah salah melangkah jika ia merasa Fajar akan mudah untuk didapatkan.
Entah bagaimana perasaan Alea jika mengetahui siapakah wanita yang saat ini disukai mati-matian oleh Fajar, dia pasti akan shock bukan main.
Alea harus bersaing ketat dengan Nadifa Putri Hadnan, istri sang Wakil Direktur PT SUAM tempat dimana ia bekerja.
__ADS_1
Terpaksa Galih harus bekerja sendiri, menyiapkan beberapa dokumen yang akan ia bawa ke meja rapat sebentar lagi. Sudah tiga hari ia tidak masuk, tentunya beberapa laporan sudah menari- nari untuk diselesaikan, ditambah lagi dengan Alea yang yang sedang sakit tidak bisa membantunya disaat penting seperti ini.
***
Rapat pun sedang berjalan di kantor Nadifa. Rapat bulanan antar bagian yang dipimpin oleh masing-masing kepala bagian divisi terkait nya.
Disebuah meja bundar terdapat para staf divisi akutansi tengah berjejer merapat. Nadifa tetap berada disamping Dania, dan Malik tetap menjadi pemimpin rapat dan narasumber bagi mereka.
Semua mata terlihat fokus melihati wajah Malik yang sedang memberikan arahan, nasihat dan kemajuan kinerja di bagian mereka. Berbeda dengan Nadifa yang hanya sibuk mencatat tanpa mau mengangkat wajah untuk melihati Malik yang tengah berbicara.
"Bahkan untuk melihat wajah saya saja, kamu nggak mau! ada apa Difa, apa salah saya?" batin Malik dipenuhi sesak. Ia merasa bendera perang telah dikibarkan oleh Nadifa kepada nya.
Mengingat dulu mereka sangat mencintai lalu berganti untuk saling membenci. Itulah rasa yang harus dibayar setelah penghianatan yang telah mereka lakukan.
"Saya mohon untuk semuanya fokus dulu kepada saya.. !" ucapan Malik yang tiba-tiba membuat seluruh mata untuk saling melirik mencari-cari siapakah yang di maksud.
"Difa!" ucap Dania berbisik, menyentuh sikut tangan Nadifa dengan sikutnya, untuk memberi kode kepada Nadifa bahwa kini dirinya telah menjadi bahan sorotan.
Nadifa pun mengangkat kepalanya, melirik kesana-kemari dan menebarkan beberapa bingkai senyum untuk membungkam seluruh mata yang kini terus memperhatikan dirinya.
"Hmmm..bagaimana Nadifa? apa bisa saya lanjutkan rapat ini kembali?" suara Malik penuh ketegasan memborbardir dirinya.
Nadifa hanya mengangguk dengn memberikan senyuman samar yang sinis.
"Apa-apaan sih Malik, sikap nya bisa begitu sama aku!" Nadifa menggerutu kesal.
__ADS_1
Dua jam kemudian, rapat telah selesai dilaksanakan serta beberapa sesi dikusi dan tanya jawab pun sudah berhasil dilewati dengan baik.
"Tolong Dania, saya ingin berbicara dulu dengan Difa!"
Malik meminta Dania untuk meninggalkan mereka berdua disini, sontak ucapan itu membuat Nadifa tercekat ia hanya diam tidak merespon menanyakan ada hal apa gerangan, ia tetap sibuk memberesi beberapa dokumen yang dimasukan kembali ke dalam map nya.
"Baik Pak, Dania permisi. Ayo Dif aku duluan," Dania bangkit dan bangkit berlalu meninggalkan mereka.
Nadifa dan Malik mengangguk, kedua mata mereka mengiringi langkah Dania untuk berlalu.
Dan kemudian.
Kedua mata mereka akhirnya pun bertemu, tubuh mereka saling berhadapan. Menatap dalam diam tanpa secuit penjelasan. Malik terus melihati wajah Nadifa dalam-dalam, Nadifa tetap saja mengubah tatapan itu ke sembarang arah untuk menjadi objek nya.
Inilah pasangan mantan kekasih yang dulu saling melekat dalam cinta, berpeluh erat dalam kasih dan membimbing hasrat untuk saling menyayangi.
Kini mereka hanya pasangan yang sama sekali tidak mempunyai arti apa-apa ketika sedang bersama.
Sungguh sangat menyedihkan kisah mereka yang berjalan, berdampingan dan terus bersahabat dengan cinta terlarang.
***
Guyss maafin banget, sampai nyelesain cerita ini juga. Aku liat info nya untuk dua part cerita aku sebelumnya masih dalam proses review entah kenapa mangatoon lama bangett di ngereview nya😠padahal biasanya cepet banget kaya kilat hehe, tapi ambil positif nya aja, mungkin lagi banyak cerita yang author lain update jadi kita harus sabar dalam menunggu.
stay tune yah, masih ada lanjutan nya. semoga cepet ke Up untuk ngobatin rasa kangen kalian💖💖
__ADS_1
Like dan Vote ya..boleh tinggalin komen kalian...lancar ibadah puasanya guys🖤