
Hayy guysss....Jangan tinggalkan episode episode setelah ini yah...karena ada episode dimana membuat kalian akan nangis bombay๐ญ๐ญ๐ญ...may be๐๐๐๐ค
Jam sudah menunjukan pukul 12:00 Wib, sesuai arahan ketua panitia tadi pagi, bahwa seluruh peserta Gathering harus berkumpul semua ditenda yang sudah disiapkan oleh DG di Taman Safari ini, untuk makan siang bersama dan pembagian Doorprise.
Ada himbauan pengingat yang diucapkan oleh beberapa panitia menggunakan TOA mereka, agar semua kembali ke tenda yang sudah disiapkan.
Terlihat beberapa karyawan beserta keluarga sudah duduk melantai disana, ada yang sambil berbaring dan bergoler sesuka gaya mereka.
Ada Malik beserta keluarga nya yang sudah sampai terlebih dahulu, mereka memilih posisi didepan samping pojok kanan berkumpul bersama jejeran para Manajer DG.
5 Menit kemudian mata Malik telah sampai kepada Nadifa dan Galih yang baru sampai didalam tenda, melihat-lihat bagian mana yang masih kosong.
"Dif, kesini!" Panggil Dania melambaikan tangannya untuk duduk disamping keluarganya, jarak ini tidak terlalu jauh dari posisi Malik.
Malik dan Nadifa akan lebih leluasa saling menatap satu sama lain.
Entah sejak kejadian Nadifa terjatuh tadi, mereka terlihat seperti orang asing kembali ke posisi Atasan dan Bawahan.
Melupakan cinta-cinta yang melekat dan kebiasaan teramat sayang yang mereka lakukan tanpa henti.
Hari ini tanpa kata dan tanpa sapaan cinta. Sesekali menatap, mempertemukan kedua bola mata tanpa dihiasi oleh senyuman.
__ADS_1
Mengapa sih ?
Karena, mereka saat ini sedang di mabuk api cemburu membakar setiap daging yang melekat didalam tulang-tulang.
Malik seperti sengaja terus membakar rasa cemburu yang terus muncul diwajah Nadifa, dengan sesekali merapihkan rambut Kinanti yang tertiup karena hembusan angin.
Nadifa hanya dapat menelan ludah, menahan rasa berat didalam dadanya, ia bergetar tidak percaya jika Malik bisa melakukan hal seromantis itu didepan dirinya kini.
Lagi dan lagi Malik ikut berfoto selfie yang dilakukan oleh Kinanti tanpa henti, keakraban keluarga mereka jelas membuat Nadifa menciut.
Sesekali Malik hanya melakukan senyuman tipis ke arah Nadifa dimana terlihat Galih sedang sibuk murunduk menatapi Ipad nya.
Ingin rasanya Nadifa pergi berlari dan menangis, mencabik-cabik Malik dan menamparnya.
Kegiatan itu yang sering Nadifa lakukan jika sedang berdua dengan Malik di mobil.
"Kamu memang tidak pernah benar-benar mencintai aku!"batin Nadifa bergeming matanya tetap menatap serius ke arah Malik.
Malik yang mulai tersadar dengan tatapan Nadifa yang sudah kehilangan kesabaran.
Tatapan benci, sakit dan kehancuran hatinya.
__ADS_1
"Dia tidak bisa menjaga perasaan ku sama sekali!" Nadifa bergumam sendiri.
"Aku benci kamu!" seketika wajah dan mata Nadifa memerah menahan sakit teramat dalam.
Puas sudah Malik yang bermain-main ingin membuat Nadifa cemburu setengah mati, Malik sangat menikmati itu.
Entah ia pun sangat cemburu, walau melihat Nadifa hanya duduk berdekatan dengan suaminya yang masih sibuk dengan Ipadnya.
"Aku ke toilet dulu ya," Kinanti meminta ijin untuk pergi ke toilet, dirasa aman kemudian
Malik mulai mengambil HP nya dan mengirimi pesan WA kepada Nadifa untuk bersenda gurau ingin tahu bagaimana reaksi Nadifa kini...Marah atau Ngambek..itu sama saja...hahahaha.
Malik :
***Bagaimana keadaan tanganmu? mengapa melamun terus ?****
Malik tidak sabar menunggu reaksi balasan Nadifa, ia salah jika mengira Nadifa akan marah atau biasa saja.
**Nadifa :
*** Aku ingin kita putus***
__ADS_1
๐ค๐คPenasaran seperti apa kelanjutannya ?? ayo coment dibawah jangan lupa Like dan Vote ya..hatur nuhun๐๐๐**