
"Mau ngapain lo kesini?"ucap Galih geram menatap wajah Fajar.
Fajar diam, meninggikan dagunya. Tatapannya seperti menantang lelaki yang saat ini sudah masuk kedalam list musuhnya."Gue mau jemput Nadifa sama Mba Dania!" jawab Fajar tegas.
"Iya Mas Galih, tadi saya kesini diantar sama Fajar, sedari tadi ia menunggu dimobil," Dania bantu menjelaskan untuk mendinginkan suasana.
Nadifa bingung kenapa Galih bisa sebegitu kesalnya dengan Fajar, ada masalah apa dengan mereka.
"Ayo, Dif. Aku bantu kamu," Fajar mulai melangkah untuk meraih tangan Nadifa.
Passsssss !!
Galih dengan cepat menepisnya, tangan itu seketika terhempas mengembang di udara.
Bruggg !!
Tubuh Fajar terpental, lalu lantah menyentuh lantai, Galih mendorong, menghampiri, menarik baju Fajar lalu memberi pukulan bertubi-tubi diwajahnya. Ia seraya melepaskan penat kebencian kepada teman SMP nya itu.
"********!" Pakkkkkk...hantaman demi hantaman mendarat kencang diwajah Fajar."Gue udah bilang, jangan sekali-kali dekati istri gue, Jar !" seringai Galih begitu menyeramkan, ia seperti buaya lapar yang sedang ingin menerkam angsa di sungai.
Malik pun dengan cepat melerai dan memisahkan mereka, menarik tubuh Galih agar menjauhi Fajar.
"Nadifa selamanya akan tetap menjadi istri gue, gue enggak akan segan-segan membunuh siapapun yang mau memiliki nya!"
__ADS_1
Nadifa, Dania dan Kinanti hanya bisa berteriak untuk mencukupkan pertikaian itu.
Fajar pun bangkit, membawa tubuhnya untuk berdiri, membereskan kemejanya yang sedikit agak kusut karna cabikan tangan Galih. Terus menantang Galih dengan tatapan benci.
"Lo berlebihan Lih, gue kesini cuman mau jemput mereka," jawab Fajar lugas. Ia mencari perhatian Nadifa, tetiba merendah dan merasa paling teraniaya.
Lalu kemudian...Pakkkkkkkk!!
Suara tamparan terdengar sekali lagi, semua mata terbelalak tidak percaya melihat adegan itu. Ada Nadifa yang telah menampar Galih dengan sangat kuat.
Sepertinya Nadifa sudah kehasut akan suasana. Ia tidak bisa berfikir jernih.
"Kamu keterlaluan Mas! Mas Fajar datang dengan niat baik, ia hanya mengantarkan Mba Dania kesini dan menjemput kami untuk pulang, apakah ada yang salah?" Nadifa melengkingkan suaranya begitu tinggi, menggelegar bagai pecutan guntur di langit. Malik pun terperangah sangat kaget, karna selama menjalin hubungan dulu, belum pernah melihat Nadifa semarah ini.
"Kamu sakit, Mas. Cemburumu itu tidak beralasan!" Nadifa kembali memaki dan mencaci Galih tepat didepan semua orang.
"Sayang, aku," ucap Galih melemah, merintih dan memohon untuk Nadifa tetap tinggal bersamanya sambil meraih tangan Nadifa kembali.
Nadifa memutuskan genggaman itu secara sepihak !
Hancur hati Galih ! pasti
"Ayo Mba," Nadifa menarik tangan Dania dan memegang bahu Fajar, untuk membawa mereka secepatnya pergi dari sana.
__ADS_1
Fajar memiringkan senyum tanda kemenanganya kepada Galih. Ia berhasil membawa Nadifa pergi dengan sangat mudanya dari genggaman Galih.
Galih terus menatap kepergian sang istri yang sangat ia cintai, Nadifa lebih memilih pulang bersama Fajar dan Dania.
Galih terus mengepalkan kedua tangannya, menyimpan kemarahan amat dalam, ia merasa sudah terkecoh bahwa Fajar lah musuh yang harus dihempaskan sebenarnya dibanding Malik.
Kinanti mengusap punggung Galih, untuk menenangkan suami adik sepupunya itu."Sudah Lih, tahan emosi kamu! fikirkan saja sekarang keadaan Gita dan anakmu, saat ini mereka sedang butuh kamu,"
Disini bukan hanya Galih yang kecewa namun Malik pun sama, ia kecewa dengan sikap Nadifa dan ia pun geram melihat sikap Fajar yang semakin meraja lela untuk masuk kedalam hati Nadifa.
Nadifa terus mengayunkan langkah kakinya dilorong rumah sakit, berjalan cepat menuju mobil bersama Dania dan Fajar.
"Maafkan aku Mas, belajarlah dari sekarang untuk bisa melepaskan aku!"
Nadifa terus berlalu dalam hatinya yang semakin gundah.
**Assalammualaikum wr wb para pembaca kesayanganku, makasi banget kalian selalu nunggui cerita ini untuk selalu minta UP. Sebisa ku disela-sela aktivitas ku yang cukup padat hari ini, tetap berfikir menuangkan cerita melanjutkan prahara dikehidupan Nadifa.
Mohon Maaf Lahir dan Batin ya, semoga kita dilancarkan dalam menjalani ibadah puasa dibulan Ramadhan tahun ini.
Maaf jika Author ada salah-salah kata atau berucap dalam membalas setiap komentar.
Mengingatkan kembali semoga kalian tidak bosan, untuk LIKE dan KOMEN cerita ini..komenan kalian sangat menginspirasiku..
__ADS_1
thankyou Guyss🖤🖤**