Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Malik tidak fokus


__ADS_3

"Nanti malam kamu ikut kan ada acara bakar bakar ikan disini," Tanya Gita.


"Iya Git aku ikut, aku juga ajak Nadifa,"


Wajah Gita pun langsung berubah tidak bersahabat, tetapi ia harus mengalah untuk hal ini agar hubungan nya dengan Galih kembali seperti semula dahulu.


"Aku senang mendengarnya, Pasti akan ramai sekali nanti, yasudah ini beberapa berkas yang harus ditanda tangani kalau sudah, mintalah Dendi untuk antar lagi ke aku," Gita bangkit dari duduknya memutar langkah nya menuju ruangan kembali, Galih terus melihati Gita. Ia tau Gita tidak akan suka jika ada Nadifa diantara mereka.


"Kenapa sih istrinya harus diajak segala, ini kan moment aku bisa lebih dekat kembali dengan Galih," batin Gita terdiam di meja kerjanya.


"Aah...aku kesal..!" Gita meremas-remas kertas yang sudah tidak terpakai yang tergeletak di mejanya.


Gita pun merintih dan menangis, Ia sangat cemburu akan hubungan Galih dengan Nadifa.


Selama ini Gita hanya menghabiskan dirinya dengan suatu harapan yang tidak akan pernah menjadi kenyataan, hanya menyakiti dirinya sendiri selalu bertahan dalam hal apapun untuk menunggu Galih.


Ia merasa dirinya lebih mencintai dan dapat menyempurnakan Hidup Galih menjalani masa depan.


walau menurutku sebagai author memang betul dalam keadaan saat ini, Gita yang lebih baik dari pada Nadifa.


"Nadif...Nadifa..!" Panggil Dania, tetapi Nadifa tidak menoleh ia tetap fokus melihat beberapa faktur dan menghitung nya.

__ADS_1


"Nadifa." Panggil lagi Dania sambil melempar bulatan kertas kecil, agar Nadifa menoleh kepada dirinya.


"Eh iya Mba, kenapa ?" Nadifa menoleh.


"Itu bos kamu, dari tadi senyum senyum melihat ke arah kita," Dania mengisyratkan matanya berbelok ke arah ruangan Malik, dimana Malik asyik melihati Nadifa dari jauh seperti melihat dalam bayangan lamunan yang membahagiakan.


Nadifa dengan cepat melihat ke arah Malik, dengan tatapan kaget dan melototkan kedua matanya, memerintah kan untuk berhenti membuat kecurigaan di mata Dania, bukan berhenti melihati Malik malah memberikan senyuman nya yang gagah penuh cinta.


Lalu Nadifa mengambil HP nya dan mengirimi pesan WA kepada Malik


Nadifa :


**ayo kembali bekerja, jangan menatapi ku terus. mba Dania curiga nih," send....


***Malik :


**iya sayangku...tapi aku rindu kamu*


Nadifa :


**percayalah deh, aku yang lebih rindu kamu. kembalilah bekerja, masih ada waku untuk bersama**

__ADS_1


Malik :


** apa kita mau pergi ke es teller lagi ?**


Nadifa :


**jangan terlalu sering kesana, nanti kita atur lagi. sungguh aku inginnya selalu dengan kamu**


Malik :


**yasudah kalau begitu pulang bersama ku ya, aku antar kamu**


Nadifa :


**pulang kerja nanti , aku akan langsung ke kantor suamiku ada acara barbeque di kantornya****


Raut wajah Malik pun berubah seketika, ketika membaca balasan pesan dari Nadifa.


Apalagi yang ia rasakan jika tidak karna perasaan Cemburu nya yang membara diatas rasa cinta yang sedang merekah itu.


Malik :

__ADS_1


**ya aku akan antar kamu sampai kantor suamimu, nanti kamu turun sebelum sampai kantornya**


Malik tetap memaksa untuk mengantar Nadifa dan Nadifa pun mengiyakan permintaan tersebut. Ia sudah membayangkan bagaimana indahnya mereka seperti kemarin selama nanti diperjalanan. Mengingat besok adalah Weekend, mereka tidak akan bertemu satu sama lain akan menghabiskan waktu untuk keluarga masing-masing. Mereka akan jauh lebih merindu lagi.


__ADS_2