Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Kontraksi Palsu


__ADS_3

Hallohaa, tetap cinta Nadifa dan Galih ya


selamat baca


🤗🤗


***


Pagi ini didapur, Nadifa seperti biasa tengah memasak sarapan pagi untuk suaminya yang sedang libur bekerja. Masakannya pun cukup wangi menggema setiap sudut ruangan, membuat Galih yang sedari tadi sedang menimang Gifali diruang tamu, menjadi lapar tidak tertahan.


"Mah? sudah matang belum?" tanya Galih dari sana.


"Tunggu, nasi gorengnya belum tanak. Sabar ya sayangku." jawab Nadifa terus mengaduk-ngaduk masakan itu dengan spatulanya.


Karena sudah berbulan-bulan dirumah, ada saja barang yang hampir setiap hari ia beli, contohnya seperti perkakas dapur. Saat ini sudah lengkap berjajar rapih ditempatnya masing-masing. Tak heran jika Galih harus turun tangan ke pasar hanya untuk memenuhi ke ngidaman Nadifa ketika menginginkan panci yang berwarna pink, warna kesukaan dirinya.


"Mah, udah belum?" Galih kembali merengek.


"Bawel den Papah, bentar lagi nih!"


"Duhh.. kok kalo lagi laper kaya gini, pas liat Gifali, jadi kaya ingin makan lontong yah Mah, jadi pengen gigit bayi gendut ini..!" Galih tertawa terpingkal-pingal melihat pipi anaknya yang terlihat begitu tumpah ruah bergelambir.


"Heh, enak aja! anak aku tuh!" balas sang istri tidak terima anak kesayangannya dibilang seperti lontong.


Nyatanya Nadifa begitu amat telaten dalam mengurusi anak sulungnya, ia akan berlama-lama menatapi layar handphone untuk membuka-buka google mencari beragam menu MPASI untuk Gifali.

__ADS_1


"Ayo Pah kita sarapan dulu, letakan aja dulu anak nya di bouncher!"


Nadifa menaruh dua piring nasi goreng special dimeja makan dan dua gelas teh manis mendarat cantik menemani.


Setelah meletakan Gifali ia pun mulai bergegas melangkah menuju meja makan.


"Duh enak banget nih, nasi goreng terenak di dunia!" ucap Galih disela-sela ku nyahannya. Sontak ia teringat Malik yang pernah berucap sama persis seperti itu.


Nadifa diam agak lama, mungkin ia rindu. Bukan rindu akan Malik, tapi ia menjadi rindu dengan suasana kantor dan Dania.


Memang semenjak masalah antara Fajar, membuat Galih membatasi istrinya untuk dekat dengan Dania, bagaimanapun Dania adalah tante dari Alea. Orang-orang yang mempunyai kaitan dekat dengan Fajar. Walau Galih tahu Nadifa tidak suka jika dilarang bertemu dengan Dania, namun ia tetap bersikeras untuk melarangnya.


Dalam keheningan menikmati sarapan, kemudian.


Jag.


"Kamu kenapa Mah?" tanya Galih yang hampir tersedak melihat istrinya tengah merancau kesakitan.


Galih pun panik, ia bingung harus melakukan apa. Ketika ia mencoba menenangkan sang istri, Gifali malah tiba-tiba menangis kencang di bounchernya.


Disini Nadifa mengerang, disana Gifali menangis. Galih terus mondar-mandir untuk mengawasi mereka.


"Kamu mau lahiran Mah?" tanya Galih panik, sampai sepanik itu, dirinya sampai tidak sadar jika kandungan istrinya belum mencapai waktunya lahir.


Nadifa tidak bisa menjawab, ia sedang berkonsentrasi menarik nafas sedalam-dalamnya dan disemburkan ke udara untuk merelaxasikan rasa mulas nya untuk menghilang.

__ADS_1


"Sebentar ya Papah ambil tas dulu ke atas." Galih pun berlalu cepat menaiki anak tangga sekilat mungkin. Ia mulai memberesi baju-baju Nadifa, baju-baju untuk calon bayinya dan beberapa perlengkapan lainnya. Terlihat beberapa gembolan tengah berada di sisi pundak kanan dan kirinya.


Ia pun kembali menuruni anak tangga untuk membawa sang istri ke Rumah Sakit.


"Mah?" ucap Galih ketika melihat istrinya yang habis keluar dari kamar mandi dengan santai tanpa rasa sakit lagi.


"Kamu udah nggak sakit lagi?"


"Udah nggak Pah, kayanya mah tadi mules karna mau Puppy. Udah keluar tadi, sekarang jadi lega..loh itu kamu mau kemana? bawa gembolan tas banyak banget?"


Nadifa terlihat begitu santai dan menuju bouncher Gifali untuk menyusui anak itu agar tidak menangis lagi.


Entah bagaimana ekspresi wajah Galih saat ini, mungkin sekarang ia sudah tidak nafsu makan lagi.


***


Info ya guyss :


Haii kesayangan ku. Aku sebenarnya sedih ngelepas cerita ini, karna semua cerita yang aku buat itu, semua menggunakan bayangan nyata yang tengah bermain di otakku. Kadang bisa ke ikut nangis atau ketawa-tawa kalau lagi bikin cerita ini, dirasain banget sama aku. hihihihi


Oiya aku mau ngasih tahu kalo PART TIGA nya aku buat di cover baru ya.


Dengan judul GIFALI dan MAURA


bisa cari di profil aku, Cerita nadifa dan galih masih ada dan ditambahkan tentang ke empat anak mereka. Nggak akan adalagi Pelakor dan Pebinor disana, cukup hanya di BDCT aja.

__ADS_1


Kayak biasa


Like Vote Rate dan komen kalian ya, aku selaluu baca💋💋


__ADS_2