Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Kemana kah?


__ADS_3

Alea masih berdiri merenung didekat tirai jendela kamarnya. Perasaan nya semakin tidak menentu saat ini. Ia terus membayangi wajah Fajar tak henti-henti.


"Ngapain sih mikirin suami orang terus! nggak boleh Alea!" dia memberikan ultimatum kepada dirinya sendiri.


Namun seketika itu pula kembali bayangan Fajar berada dalam pandangannya.


"Ahh..jangan sampai aku suka sama dia!" gerutunya kesal.


Ia terus hanyut dalam perasaan suka yang terus menjalar menjadi cinta.


"Kok bengong, kenapa Le?" tanya Dania ketika menaruh sebuah kotak kue untuk Alea yang diletakan di nakas.


"Eh tante, udah pulang?" ucapannya terhenti ketika sekotak kue mengalihkan pandangannya, "Itu apa tante?"


"Ini kue dari Fajar buat kamu, tadi dia anterin tante sampai rumah. Katanya salam aja buat kamu, tadi pagi udah kesini ya katanya?"


Alea hanya diam seperti enggan untuk menjawab. Entah mengapa ia seperti kecewa ketika Fajar tidak turun dulu untuk bertemu dengannya sekali lagi.


"Kenapa sih kamu nggak ngabarin tante kalo lagi dines disini, pas banget ketemu dalam keadaan nggak baik kaya gitu," Dania merungut.


"Oh tanteku sayang, Maafin aku ya. Alea tuh tadi nya mau kasih surprise. Tapi ya gitu, aku masih repot banget. Rencana nya tuh hari Minggu mau kesini, eh udah dapet kejadian kaya gini aja!" cicit Alea sambil berjalan menghampiri dan memeluk Dania dengan erat.


Alea adalah anak dari kakak nya Dania. Mama Alea sudah lama meninggal, jadi Alea hanya tinggal bersama Papa dan Mama tiri nya. Memang mama tiri nya sangat lah baik dalam mengurusi Alea, sehingga anak itu tumbuh dengan baik dan sempurna.


"Oh iya Fajar titip pesan, besok dia nggak bisa mampir kesini nengok kamu dulu," Dania duduk ditepi ranjang lalu diikuti oleh Alea yang kini tengah membaringkan tubuhnya dikasur.


Alea menekuk wajahnya dengan rasa kecewa.

__ADS_1


"Tuh kan harus nya sekarang mampir dulu, kan besok dia nggak bisa kesini ! apa itu emang alesannya aja karna ucapan aku tadi pagi?"


"Le ?" Dania menyadarkan Alea yang telah melamun sambil memeluk guling menselonjorkan badanya di tengah kasur.


"...Tan?"


"Ya...?" balas Dania sambil mengelus-elus rambut Alea.


"Memang Mas Fajar mau kemana besok, kok dia nggak bisa kesini?" tanya Alea dengan polos.


Dania melipat dahinya menatap wajah keponakannya rapat-rapat. Seperti melihat sesuatu yang aneh dikedua mata nya.


"Dia mau anter si Naka ada acara di TK nya, ya gitu lah kalau nggak ada istri, semua harus di handle sendiri," Dania ikut perihatin dengan keadaan Fajar.


Sontak jawaban tante nya, membuat tubuh Alea bangkit dengan mendadak meraih lengan Dania. Membuat tante nya seketika kaget terus memegangi dada.


"Ih tante.." Alea mencibirkan kedua bibirnya.


"Maksud nya nggak ada istri tuh gimana?"


"Fajar tuh duda. Istrinya udah meninggal dua yang tahun lalu, sekarang sih masih sendiri."


Wajah terang menderang mengalir manis di raut Alea. Ia tersenyum senang ketika sang fatamorgana bisa kembali diraih.


"Kenapa kok senyum-senyum gitu? jangan-jangan kamu suka ya sama si Fajar?" Dania mengeleng-gelengkan kepalanya sambil mencubit pucuk hidung Alea yang sangat mancung dan bangir.


Alea membulatkan matanya, menggerak-gerakan bola mata hitam nya ke satu sudut pojokan pintu.

__ADS_1


"Duren tante..duda keren," Alea senyum-senyum sendiri bergeliat dilengan sang tante.


"Kayanya sekarang lagi galau dia tuh, lagi suka sama cewek. Tapi ceweknya udah nikah!"


"Ihh! nggak akan aku biarin Mas Fajar salah dalam melangkah, ia cuman boleh sama aku. Tanpa harus ngerusak rumah tangga orang lain. Lihat aja nanti!"


Batin Alea bergeming mantap.


***


Dengan cepat Galih membuka pintu rumah yang tidak terkunci dengan langkah blingsatan menuju kamar tidur mereka.


Langkah nya urakan, hampir saja terpeleset di anak tangga. Ia terus bergegas untuk meraih kembali wanita nya yang sudah ia buat menangis tak henti-henti.


"Sayang?"


Begitulah kalimat yang keluar dari mulut Galih ketika ia tidak menemukan sang istri di kamar. Ia pun berjalan ke arah box Gifali. Namun tidak juga menemukan anak mereka disana.


Hanya ada keheningan yang muncul ketika pintun kamar mandi didorong terbuka.


Kecemasan nya lalu muncul, butir-butir ke khawatiran tentang istri nya kembali meraung-raung dikepalanya.


"Kemana Difa..?" tanya Galih dalam hatinya, Ia kembali melangkahkan kaki nya keluar dari kamar.


Saat ini ia hanya ingin melihat dan memeluk sang istri tercinta.


**Masih ada lanjutannya ya guys..Maafin aku bisa update nya malem...see you🖤🖤

__ADS_1


Like sama Vote nya jangan lupa, biar aku semangat terus🤗🤗❤️**


__ADS_2