Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Pertemuan 2


__ADS_3

"Ayo di makan," ucap Fajar menyodorkan bakmi ayam yang terbungkus sterofoam kepada Alea.


Ia berjanji akan merawat gadis ini sampai sembuh total, walau hanya menengok membawakan makanan lalu kembali pulang.


"Mau nggak Mas? kita makan berdua aja," Alea menawarkan dengan semangat.


Fajar menggeleng dan tersenyum. "Aku tadi udah makan sama anakku"


Sontak Alea langsung terbatuk-batuk tak ujung usai. Ia seperti tertampar ketidak pastian yang menyiksa dirinya kuat-kuat.


"Kenapa?" Fajar tergegap lalu menyodorkan air minum kepada Alea.


"Isssh, sial udah punya buntut. Uhh!" Alea mengumpat dalam hati.


Seketika wajahnya murung ia tidak nafsu makan. Hanya diam mengaduk-ngaduk bakmie nya. Ia hilang harapan, Alea merasa Fajar adalah lelaki beristri.


"Mas?"


"Iya?"


"Hmm.."


"Hmm.." Fajar mengikuti ucapan Alea.


"Besok nggak usah kesini Mas, aku nggak enak sama istri kamu nanti. Dia pasti marah kalo tau suaminya suka kesini,"


"Loh kan aku kesini cuman jenguk kamu, aku ngerasa bersalah karna udah buat kamu jatuh dari motor,"


Alea hanya bisa merungut menahan kecewa dalam sanubarinya. Lagi-lagi ia menyukai lelaki yang sudah beristri. Itu adalah suatu pantangan bagi nya.


"Masih sakit nggak?" Fajar melihati luka memar di kaki Alea.

__ADS_1


"Udah nggak sih Mas, cuman masih linu aja kalau dipakai jalan,"


"Obat nya diminum terus ya, salep nya juga dioleskan selalu. Maafin aku, Alea jadi kaya gini. Oiya udah telepon kantor belum, ijin untuk nggak kerja?"


"Bos aku lagi cuti Mas, katanya jagain istri nya lagi sakit. Jadi aku cuman ngabarin orang kantor aja,"


"Oh.."


"Kamu ngekos atau gimana sekarang?"


"Karena kerja aku suka pindah-pindah dari cabang SUAM 1 ke SUAM lain, sekarang aku di SUAM pusat. Maka aku difasilitasi tempat tinggal di apartemen nya SG (SUAM Group)."


Fajar melipat dahinya dalam-dalam, iya seperti hafal kantor siapa disana. Namun ia tidak mau terlihat ceroboh dalam bertanya.


"Kamu kenapa dipindahin ke SUAM pusat ?" Fajar mulai tertarik mengintrogasi.


"Karena baru ada pengangkatan Wakil Direktur, Alea ditunjuk untuk menjadi sekretaris pribadi Wadir, karna Pak Galih kan masih---"


"Galih Hadnan ?" mulut Fajar tidak bisa berbohong ketika ia mendesak cepat mengeluarkan nama itu dari rasa keingintahuannya.


"Hmm..nggak sih! cuman dulu ada something kerjaan aja," Galih berdalih.


"Oh---" balas Alea merasa tidak penting untuk ditanyakan kembali.


"Pantas saja kamu mau kembali dengannya, karena melihat jabatan baru lelaki bodoh itu! aku ingin kamu tahu, jika harta bukan lah segalanya, Difa !"


Lalu Fajar hening, ia seraya sedang berfikir, menggerak-gerakan kedua bola matanya ke setiap sudut rumah Dania. Seperti ada angin segar untuk melancarkan aksinya.


"Mungkin dimulai dulu lewat Alea!" gumam fajar dalam hati nya. Ia mulai menyeringai perlahan, menahan tawa akan bayangan-bayangan kemenangan untuk mendapatkan Nadifa Putri Hadnan.


"Mas? kenapa ?"

__ADS_1


"Nggak apa-apa, ayo habiskan makanan mu!"


***


"Ya Allah Lukman !" teriakan Galih mengembang di udara ketika melihat lelaki itu tengah bermesraan dengan wanita yang bukan istrinya. Sontak mereka menjadi kalang kabut mengikuti sumber suara yang kini berada diambang pintu.


"Duh Mas, kok ada yang dateng sih," gumam wanita itu sambil mengancingi baju nya yang belum semua terbuka.


"Ayo sana, kamu pergi dulu!" ucap Lukman kepada wanita itu.


Sambil memasang ikat pinggangnya kembali ia merangkul Galih untuk membawanya duduk di meja kerjanya.


"Maaf bro! sumpah gue nggak tau kalo lo mau dateng," ucap Lukman sambil mengambil dua botol teh kemasan dari kulkas pribadinya.


"Udah jadi bos, saham dimana-mana. Masih aja kelakuan Nggak pernah berubah, masih demen main cewe!" Galih mendegus kesal.


"Segini-gini nya gue, enggak sampe hati bro buat kawinin dua perempuan, cinta gue cuman buat istri gue seorang walau enggak sama tubuh gue ! hahahaha..Gue ucapin selamat deh buat lo !"


Galih menaikan satu alisnya dan mengerutkan dahinya menjadi tiga lipatan.


"Selamat apaan maksud lo?"


"Punya dua istri!"


"Hah?"


Ke kagetan Galih sontak mendapatkan iringan tawa dari Lukman. Tawa nya makin mengembang diudara, ia makin terbahak-bahak.


"Keparat lo!"


***

__ADS_1


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.


Hatur Nuhun 😘😘😘


__ADS_2