
- Rumah Malik -
Malik sudah 15 menit didalam kamar mandi untuk mebasuh tubuhnya dengan air dan sabun agar kembali fresh. Ia sambil berdendang ria menyanyikan lagu percintaa masa kini. Lelaki 35th ini benar benar dimabum asmara untuk kedua kali nya setelah Kinanti.
Ia terus merasakan bagaimana, Nadifa menyandarkan dirinya di pelukan Malik, mengingat kembali apa yang sudah terjadi tadi disepanjang perjalanan mengantar Nadifa.
Memegang-megang bibirnya yang telah dipakainya untuk bersahutan cinta dengan Nadifa, sang pujaan hati terlarang itu.
Ia terus mandi dengan bayangan bayangan itu didalam fikirannya. setelah dikiranya sudah cukup bersih, ia mulai menghanduki tubuhnya dan berjalan keluar menuju tempat tidur. Memakai celana panjang dan kemeja , untuk bersiap menjemput Kinanti di redaksi TV.
Karna Kinanti memberi tahu, bahwa mobilnya mogok dan sudah dibawa ke bengkel. Saat ini Rumah sudah sepi, karena mba Wina sudah pulang kerumahnya dan Putri-putri mereka sudah dijemput oleh nenek dan kakek mereka semenjak siang tadi untuk berlibur selama weekend disana.
Malik lalu menghempaskan dirinya di tempat tidur, menunggu waktu untuk pergi berangkat menjemput istrinya. Ia terus memikirkan wajah Nadifa, hatinya semakin bertambah cinta kepada wanita itu. Senyum- senyum sendiri membayangkan bagaimana mereka bisa mencium satu sama lain.
__ADS_1
"ah...aku rindu kamu lagi," batin Malik menatap keluar jendela melihat langit yang sudah mulai gelap, Lalu dirinya bangkit menuju keluar rumah untuk menjemput istrinya itu.
Rasa yang sama pula telah dialami Nadifa semenjak dirinya bangun dari tidurnya yang hanya berlangsung satu jam di sofa ruangan Gita.
Ia bangun dan tersadar bahwa ia harus bersiap siap untuk mandi dan berganti pakaian. Ia menoleh melihati Gita yang sudah rapih memakai baju terbaiknya untuk berkumpul bersama teman teman kantor untuk acara sebentar lagi.
"Sudah rapih ya mba," tanya Nadifa masih melemah.
" Mandi dulu sana Dif, handuknya sudah aku taro disana ya, ada sabun juga," Gita menjawab sambil memakai eyeliner di kelopak matanya.
Kini malam pun semakin naik ke peraduan, gelap mengelilingi bumi menghiasi semua insan. Beberapa karyawan, Manajer dan Bos sudah berkumpul di taman belakang untuk menikmati pesta barbeque. Galih sudah berada disana yang disusul oleh Gita.
"Nadifa kemana Git ?" Tanya Galih.
__ADS_1
"Mungkin sekarang lagi berdandan Lih, tadi aku suruh mandi dulu. ia tertidur cukup lama," Jawab Gita sambil menyeruput minuman berwarna merah itu.
di Acara ini tidak hanya Galih yang membawa istri, beberapa teman yang lain pun ada juga yang membawa istri bahkan anak-anak mereka.
"Kamu gagah lih, memakai kemeja itu," Gita senyum memuji diri Galih.
"Bisa aja Git, ini kemeja Nadif yang pilihkan tadi,"
"Nadifa dan selalu Nadifa ..nama itu yang selalu kau ikut sertakan jika sedang berbicara dengan ku " batin Gita merintih.
Lalu muncul Nadifa yang berjalan dari dalam kantor menuju keluar taman belakang. Semua mata karyawan yang lain melihati ia dari atas rambut sampai ujung kaki. Nadifa begitu menawan mengenakan dress berwarna hijau lumut dengan dengan leher sedikit terbuka dan dress tersebut memunculkan lekukan indah tubuhnya, Rambut tebalnya yang berwarna cokelat panjang sampai sebahu menari-nari terkena kibasan angin malam yang menambah aura kecantikannya makin mempesona.
Galih yang sedari tadi menunduk ke layar HP nya, menoleh melihati dendi yang sedang melamun terpana melihat seseorang, Galih ikuti alur penglihatan itu yang terjurus pada Nadifa yang sedang melangkah menuju dirinya.
__ADS_1
"Hemmmmm....!!"Galih berdehem kencang membangunkan lamunan mereka yang terkesima akan Nadifa. Dendi dan Pak laode langsung tersenyum dengan wajah malu.
Lalu Galih berjalan menghampiri Nadifa dan menggandengnya, ingin kembali lagi menjelaskan bahwa wanita cantik ini adalah istrinya...milik nya.