
**Hay guysss...Happy reading guysss...
Udah enggak sabar kan...nungguin cerita Galih sama Gita...Keep stay tune๐๐***
Galih telah sampai dikantor, diam termenung duduk dimeja kerjanya. Bayang-bayang kejadian kemarin dirumah Gita masih membekas dalam ingatan dirinya, ia terus berusaha untuk mengingat-ngingat apa yang sebenarnya terjadi.
Ia merasa dirinya tidak mungkin melakukan hubungan seperti itu apalagi dengan Gita wanita yang sama sekali tidak pernah ia cintai.
"Aku tidak mabuk saat itu!" batin Galih.
"Tapi bagaimana aku jadi tidak ingat apa-apa !"
"Apakah, Gita menjebakku?"
"Tetapi kemarin ia rela mau bunuh diri, karena dituduh berbohong,"
"Aku bisa mati kalau Nadifa mengetahui hal ini,"
"Gita harus menutup aib ini,"
"Lalu bagaimana jika ia menuntut pertanggung jawaban dari ku?"
"Menikahi nya??"
"Oh Tidak..Tidak !!"
Itulah semua pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak Galih saat ini, ia semakin terguncang mental dan jiwanya.
Galih merasa Gita pasti mau memaafkan dan melupakan kejadian itu, tapi sayang Galih salah besar, ini adalah alat kekuatan Gita untuk menghempaskan Nadifa dari hidup mereka.
__ADS_1
Namun mau tidak mau ia harus menghadapi persoalan ini dengan baik, ia tidak mau menyakiti hati Gita karena perbuatan yang tidak sengaja ia lakukan.
betul sekali galih....
Ia mengangkat gagang telepon dan memijit nomor extension disana.
"Halo Git, Aku tunggu kamu di taman belakang, Sekarang!" Galih menelpon Gita dan berjanjian disana.
10 menit kemudian, mereka berada ditaman sambil berdiri tanpa duduk menduduki bangku taman yang masing kosong dan basah karna tetesan embun menggenang disana.
Gita masih berpura-pura bersedih atas kejadian kemarin ia terus menunduk kebawah tanpa mau melihat wajah Galih, mungkin ia tidak mau kelepasan memperlihatkan wajah bahagianya diatas penderitaan Nadifa suatu saat nanti.
Galih terus melihati Gita dengan wajah serius, entah kini ia mau berucap apa.
"Maaf kan atas kejadian kita kemarin, aku sangat menyesal, sampai saat ini aku belum bisa mengingat apapun tentang kemarin,"
Gita tetap diam, tetap berakting sedih !
Gita mengangkat wajahnya dan menampar pipi Galih dengan spontan ,"Apa?" Gita marah.
Galih tetap diam tanpa melakukan perlawanan, resiko seperti ini sudah harus ia terima dengan baik.
"Aku memang mencintaimu, tapi aku bukan orang bodoh, yang sehabis kamu pakai lalu kamu buang begitu saja..aku tidak terima!" lanjutnya..
Galih terus menatap Gita lebih serius lagi.
"Kamu yang merayu dan memaksa ku, ketika kamu sudah puas melakukannya, kamu campakan aku, kamu buang aku ?"
Gita menangis kembali, Huh ! Akting yang sangat biadab.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berfikir jernih Git, tetap aku merasa aku tidak mungkin melakukannya,"
"Nikahi aku !"
"Hah ?apa...tidak mungkin Gita," Galih menaikan suranya lebih tinggi.
"Nikahi aku, aku rela menjadi yang kedua setelah istrimu, mana ada lelaki yang mau menikahi seorang perempuan yang sudah ternodai," Gita semakin mengerang dalam tangisannya.
Galih lemas tidak berdaya kakinya gemetar tidak karuan, ia pun tersungkur ke atas tanah.
Ia seperti disambar petir disiang bolong.
"Aku berjanji akan merahasiakan ini dari Nadifa dan orang-orang," ucap Gita menenangkan Galih.
"Beri aku untuk berfikir, untuk sementara jangan munculkan wajah mu dihadapanku kecuali jika sedang rapat,"
"Sampai kapan aku harus menunggu, Aku butuh kepastian,"
"Ini bukan hal main-main Gita, aku sudah menikah!" hardik Galih, emosinya semakin memuncak.
"Jika kamu memang sudah menikah, mengapa kamu mau melakukannya denganku? apa karena Nadifa itu mandul?"
Galih menatap nanar dan emosi sekali kepada gita, ia pun bangkit berdiri dan mengayunkan tangannya ke atas untuk menampar Gita, namun hal itu tidak jadi ia lakukan.
"Istriku adalah wanita terhormat!"
Gita memundurkan langkahnya, ia terperangah kaget dengan yang akan dilakukan oleh Galih.
"Beri aku 1 bulan untuk berfikir, tolong mengerti dulu," ucap Galih, lalu pergi meninggalkan Gita seorang diri di taman.
__ADS_1
"Kamu, pasti akan menikahi ku!" kata Gita terus melihati sosok tubuh Galih yang terus pergi meninggalkannya.