Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Aku aja yang sakit. Kamu jangan !


__ADS_3

Hukkk..Hukkk...


Nadifa menahan sesak lalu terbatuk karna pelukan Malik yang begitu erat.


Malik melepaskan pelukan itu," Maaf ya," Malik tertawa kecil lalu membawa Nadifa untuk duduk di sofa.


"Jangan peluk lama-lama, Mas," Nadifa memelas.


"Kenapa ? oh ya aku ingat. Maaf!" Malik mengingat kembali hubungan mereka yang sudah berakhir.


Nadifa memegang tangan Malik,"Bukan, karna aku bau belum mandi," Nadifa tertawa terpingkal-pingkal.


"Agak asem sedikit sih, kecut-kecut tengik gitu," Malik tertawa kembali.


"Iihhhhhh jahat dehh..!" Nadifa manja memukul-mukul pelan lengan Malik.


Mereka pun tertawa dalam keheningan yang sudah mereka buat selama bermingu-minggu ini.


"Kenapa Pak Malik tega blokir Difa?"

__ADS_1


Malik seketika berhenti dari gelak tawanya."Enggak apa-apa, Nadifa harus mengerti keadaan kita saat ini, insya allah nanti keadaan akan normal lagi," Malik menutupi bahwa itu adalah permintaan istrinya.


Nadifa lalu diam diiringi senyuman kecil seperti memberi kekuatan pada mata dan hatinya untuk tidak sedih dan menangis lagi.


"Saya khawatir sama Difa, pas tau Difa sakit. Saya langsung kesini,"


Malik saat ini seperti lebih bijak menghadapi Nadifa, ia sudah mulai merubah menjadi seorang atasan yang baik namun cintanya tetap merekah tidak bisa tertutupi.


Ia tidak mau memberikan perhatian berlebih karna takut membangunkan cinta Nadifa kembali, Ia rasa Nadifa sudah banyak dirugikan.


Tetapi Malik juga hanyalah manusia biasa yang banyak kekurangan, kadang ia bisa kuat untuk mencoba menghapus cinta dan kadang pula tumbang untuk kembali terhanyut dalam cintanya kepada Nadifa.


Nadifa melipat dahinya, ia terus menatap Malik dengan bingung," Maksudnya Pak Malik gimana ? Difa enggak faham ?"


"Kemarin malam dipesta, saya dan Bunda bertemu Gita dan Galih. Gita itu adalah adik sepupunya Bunda, kemarin adalah hari pernikahan adik ipar saya."


"Gita pun menceritakan bahwa Galih adalah suaminya, lalu ia banyak berbincang-bincang dengan Bunda membahas soal rumah tangga kalian,"


Nadifa meletakan tangan didadanya ia merasa malu Malik sudah mengetahui dirinya kini,"Tolong Pak, jangan sampai Bunda cerita apapun ke Mba Gita tentang Difa dan Pak Malik, karna sampai saat ini Mas Galih belum tau tentang hubungan kita, walau selama ini ia hanya menerka-nerka saja,"

__ADS_1


Malik mengangguk cepat," Difa tenang, Bunda enggak tau kalau istri pertamanya Galih itu Difa dan Bunda tidak akan begitu mudah membicarakan aib suaminya sendiri," Malik menenangkan Difa yang semakin dipuncak kegalauan.


"Mengapa bisa kalian tinggal serumah dengan keadaan seperti ini, Difa sangat kurus sekali sekarang, saya sangat sedih lihat kamu seperti ini!" Malik menatap dalam-dalam cintanya itu, namun ia tidak bisa bergerak jauh lebih dalam untuk menenangkanya, ia sudah berjanji tidak akan menyentuh Nadifa kembali.


"Hanya ini yang bisa Difa lakukan Pak, untuk menutupi segala penyesalan yang pernah Difa lakukan dibelakangnya,"


Hati Malik hancur seketika mendengar sang mantan kekasih hati rela membayar kesalahan yang telah mereka lakukan berdua.


"Tap Difa enggak perlu sampai berkorban seperti ini, saya tau Difa tidak akan sekuat itu,"


Malik semakin masuk kedalam suasana, ia tidak kuat menahan, lalu air matanya turun menyeruah membasahi pipi. Ia teramat sangat pilu melihat pengorbanan Nadifa.


Nadifa menyeka air mata Malik yang mau turun lagi, ia belai kembali wajah itu yang sudah lama tidak ia sentuh.


Nadifa menangis lagi


"Aku aja yang sakit, Pak Malik jangan! harus tetap bersama dengan bunda dan anak-anak. Cukup hanya sama Difa, Pak Malik pernah salah arah jangan lagi sama yang lain !" Nadifa memberi nasihat terus tersenyum sambil menangis.


Malik pun memejamkan matanya terus mengenggam tangan Nadifa," Kalau Difa udah enggak kuat, tolong bilang sama saya. Saya enggak akan ninggalin kamu berjuang sendirian,"

__ADS_1


__ADS_2