Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Ketahuan


__ADS_3

"Dadaa...!" Nadifa melambaikan tangan kearah Naka dan Fajar kedalam mobil. Ia diturunkan tepat disamping kantor DG yang berjarak tidak jauh dari kosan nya.


Mobil pun kembali dilajukan oleh Fajar. Ia berlalu meninggalkan Nadifa.


20 menit kemudian sampailah Fajar dirumah, tengah bersandar di sofa masih memikirkan Nadifa lebih dalam. Ia senyum senang sendirian, tidak ngeh kalau ada miscall sampai 20x, karna masih mengemudi dan suara HP di mode silent.


Ia pun meraih HP yang ia letakan di atas meja bersebelahan dengan kunci mobil miliknya. Begitu kaget dirinya mengetahui ada panggilan tidak terjawab sebanyak 20x.


"Hah? Galih?" Fajar merasa kaget Galih menelpon dirinya sebanyak ini."Ada apa ya?"


Ia pun beralih membuka Aplikasi WA untuk membuka sekumpulan pesan yang masuk.


salah satunya dari Galih.


Galih :


Jar, itu Nadifa bukan?


Komen Galih di status Fajar yang ia upload ketika sedang makan siang bersama Nadifa dan Naka.


Lalu ada pesan lagi.


Jar, tolong gue mau ketemu sama istri gue. gue kangen banget sama Nadifa !


Jar, tolong !


Jar, jangan rasukin fikiran macem-macem ke Nadifa, jangan lo manfaatin Nadifa dalam hubungan gue sama dia yang masih kaya gini

__ADS_1


Jar !!


Jar, gue enggak akan pernah lepasin Nadifa sampai kapan pun !


Fajar menyengitkan dahi dan menaikan satu alis nya ketika membaca semua rentetan pesan masuk dari Galih.


Tenang Lih, Nadifa aman ! lo enggak usah mikirin, ada gue disini yang akan ngelindungin ! lo urusin aja bini lo yang lagi bunting itu !


Pesan yang sedang ditunggu-tunggu akhirnya di terima oleh Galih.


"Keparat Fajar ! sama aja brengseknya dengan Malik !" Galih memukulkan tangannya ke pinggiran sofa, ia mengundang mata Gita untuk berbalik ke arahnya yang sedang asik mengunyah mangga muda."Kamu kenapa Lih?"


Galih hanya diam terus menatapi layar HP dengan amat kesal. Serasa ia ingin mendatangi Fajar dan menghajarnya.


"Berani-beraninya dia bawa istri gue pergi, Lo jangan main-main sama gue Jar!"


*****


Malik masih melihati Nadifa dari ruangan kacanya, Nadifs terlihat sedang sibuk menatap layar komputernya dan beberapa dokumen yang ada dimeja kerjanya.


Ia pun menatap sudut ruanganya sebentar seperti memikirkan sesuatu yang entah itu apa. Kemudian ia meraih gagang telepon untuk menyambungkan suara ke orang yang ingin ia tuju.


"Baik, saya tunggu diruang meeting sekarang!" Malik kemudian mengembalikan gagang telepon ke tempat semula. Lalu ia bangkit keluar dari ruangan menuju ruang meeting. Ia hanya melewati Nadifa dan Dania tanpa memberi kode apa pun.


Nadifa dan Dania pun sepertinya tidak Ngeh kalau atasannya itu pergi berlalu melewati mereka.


Malik masih bediri ditengah ruang meeting menanti seseorang yang ingin ia temui, dengan menaruh kedua tangan dibelakang tubuhnya terus menatap atap langit ruangan.

__ADS_1


"Iya Pak, ada apa ?" suara dari belakang mengagetkan dirinya. Malik pun menoleh melihat Fajar sudah sampai disini.


"Jar, tolong bujuk Nadifa untuk mau kembali dengan Galih, saya khawatir dengan keadaan dia yang sekarang ini hidup sendiri, tidak ada pelindung, saya takut ada lelaki yang mau memanfaatkannya !" ucap Malik to the point dan secara tidak langsung menyindir Fajar.


Fajar tau maksud dan tujuan Malik. Ia merasa diketahui karna ada niat untuk mendekati Nadifa.


"Enggak Pak, saya tetap akan mendukung Nadifa untuk berpisah dengan suaminya, saya enggak mau liat dia nanggung sakit hati kaya kemarin!" Fajar menantang Malik.


Malik terus menatap Fajar dengan tajam dan serius, benar yang ada didalam instingnya. Fajar akan merebut Nadifa dari Galih.


"Tidak sebaiknya saya maupun kamu untuk ikut campur dalam masalah rumah tangga mereka, jangan terlalu dekat dengan Nadifa, Jar. Dia masih sah menjadi istri Galih!"


"Jangan terlalu dekat karna masih menjadi istri orang ?" Fajar mengulangi ucapan Malik.


"Hemmm..ya," jawab Malik menganggukan kepala.


"Namun bagaimana dengan Pak Malik yang dulu pernah berpacaran dengan Nadifa, tentu dia masih jadi istri Galih saat itu!"


Skatmat ! Malik terhentak !


Ia baru menyadari jika dirinya pernah salah dimasa lalu.


"Saya fikir Pak Malik akan dapat mencerna dengan baik, bagaimana perasaan Nadifa jika terus berdampingan hidup dengan Madu nya..saya permisi Pak !"


Fajar mengakhiri percakapan mereka dan berlalu pergi meninggalkan Malik tanpa satu pembelaan pun yang keluar dari mulutnya.


Malik tetap menatap kepergian Fajar dengan wajah geram penuh emosi.

__ADS_1


Like dan Koment ya guyss...💙💙


__ADS_2