Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Keberanian Fajar


__ADS_3

"Kirim pesan nggak ya? aku kok kangen sih sama dia," Alea termenung terus menatapi kontak Fajar di HP nya. Dimana nomor tersebut ia ambil secara diam-diam dari HP Dania.


Beberapa kata-kata telah di ketik, namun ia hapus kembali. Diam sebentar, lalu mengetik dihapus kembali.


Begitu terus berulang-ulang kali. Ia masih takut jika Fajar tidak menanggapinya dengan baik, akan membuat dia kecewa dan patah hati.


Bepp..bepp


Suara notifikasi pesan masuk ke HP Fajar


Nomor yang tidak dikenal :


Hai Mas Fajar, lagi apa ? ini Alea.


Fajar mengerutkan kening nya perlahan, melihati dan membaca pesan yang masuk.


disana.


Alea seperti orang gila yang masih modar-mandir tidak jelas ia terus memegangi layar HP nya menunggu balasan sang pemilik hati.


Ting...pesan masuk


Hai, oke aku Save. Bagaimana kaki mu?


"Wah dibales! aduh alhamdulillah calon suamiku.....ahhhh senang..senang!" Alea teriak-teriak tidak tau arah.


"Kenapa Le?" tanya Dania dari luar pintu. Ia merasa kaget ada suara yang mirip seperti cekikikan kuntilanak dari dalam kamar Alea


"Nggak apa-apa tante," Alea langsung mengunci rapat kamar nya agar Dania tidak masuk. Ia ingin tetap konsentrasi berbalas pesan dengan calon suami, pekiknya.


Masih sakit Mas, agak kaku. Apa karena dirumah aja kali ya nggak dipakai jalan.


"Semoga aja dia peka, mau ajak aku jalan-jalan," Alea masih senyum-senyum tidak karuan.


Fajar terlihat mengerutkan keningnya kembali, ia tau ini hanya alasan Alea saja untuk bertemu dengannya.


Untuk mempersingkat waktu mengakhiri pesan tersebut.


Baiklah, besok sore kita jalan-jalan. Maaf pagi nya aku tidak bisa datang, ada acara disekolahan anakku.

__ADS_1


Teriak kegirangan lagi-lagi mencuat dari bibir Alea. Bola ditangkap baik oleh Fajar, lelaku itu mengerti apa kemauan gadis yang sedang jatuh cinta ini.


"Alea? kenapa lagi ?" teriak Dania dari luar.


"N--ggak kenapa-napa tante,"


Alea kembali ke layar HP nya


Baik Mas, selamat malam.


Alea mengakhiri percakapan mereka. Ia melentangkan tubuhnya di kasur. Nafasnya tersengal-sengal menahan rasa gempita yang teramat sangat. Ia makin dilebur cinta, semoga saja cinta tulus nya dapat tersambut baik dengan tulus oleh Fajar.


Lain dengan Fajar saat ini, ia masih mengusap-usap Foto Nadifa yang ada di galeri HP nya. Berjejer beberapa foto Nadifa disana, yang ia ambil secara diam-diam.


Di pandangi terus menerus, diperbesar foto tersebut sampai terlihat bagian wajah saja, lalu mengecup nya perlahan. Ia sangat merindukan wanita yang seharusnya tidak boleh ia rindukan, mencintai wanita yang seharusnya tidak boleh ia cintai.


"Aku akan ngerebut kamu dari tangan Galih! kamu nggak akan bahagia kalau sama dia, kamu cuman bisa senang kalau sama aku dan Naka!"


Fajar tetap kokoh dengan pendiriannya, sebentar lagi ia akan menyusun rencana pertama untuk menyakiti Galih. Mengambil Nadifa menjadi milik seutuhnya.


Tidak penting baginya, bagaimana perasaan Nadifa saat ini kepadanya, yang jelas Ia mencintai dan mau memiliki dulu Nadifa. Karena bagi dia Nadifa lambat laun pasti akan mencintai seperti dirinya.


Fajar pun mencari kontak WA Nadifa. Ia ragu-ragu ingin mengirim pesan singkat kepada nya. Tetapi hatinya terus membuncang ingin tau kabar si pemilik hati.


Bagaimana keadaan mu sekarang Difa? apakah besok sudah masuk? cepat pulih ya.


send..


***


"Hati-hati, Mas?" Nadifa menahan geli ketika dirinya mau diturunkan ke ranjang oleh Galih.


"Emang udah boleh ya?" tanya Nadifa pelan.


"Pelan-pelan aja, nanti disemburinnya diluar," balas Galih sambil tertawa.


"Ih kamu.." Nadifa mencibir.


"Aku kangen kamu," Galih menciumi pipi sang istri.

__ADS_1


Nadifa sebenarnya takut, tapi melihat Galih yang sudah dimabuk kerinduan ia tak tega untuk menolaknya. Galih akan pusing tidak tertahan sampai esok pagi jika tidak tersalurkan saat ini.


"Ya udah aku ke kamar mandi dulu ya," Nadifa bangkit melepas kungkungan Galih.


Bepp..Bepp


Suara notifikasi WA terdengar dari HP sang istri yang berada di Nakas. Entah mengapa ia tertarik untuk membuka HP sang istri, ia merasa fillingnya kuat saat ini.


Fajar :


Bagaimana keadaan mu sekarang Difa? apakah besok sudah masuk? cepat pulih ya.


"Brengsek lo anak iblis ! masih berani aja WA istri orang!" seringai Galih murka dan geram.


Nadifa :


Alhamdulillah Mas, sudah membaik. Kangen ya Mas?


Fajar :


Alhamdulillah. Lega hati aku, iya nih banget.


"Cepet banget nih dajal balas WA, oke deh sekali-kali lo harus ngerasain sakit yang gue rasain kemarin. Karena hasutan lo gue ribut sama Difa!"


Nadifa :


Besok jam 8 malam, temenin Difa makan ice cream yuk Mas. kayaknya dedek nya lagi kepengen nih. Di stav cafe ya.


Fajar :


Baiklah Difa, aku mau. Sampai ketemu besok malam.


Mendengar keran air sudah tidak menyalah dikamar mandi, ia pun bergegas menaruh kembali HP sang istri di Nakas seperti semula. Bersikap santai untuk menghapus rasa kecurigaan di mata Nadifa.


"Jangan main-main sama gue, Jar !"


***


**Masih ada kelanjutannya guys, tungguin yah. Buat adegan skidip papap maleman yah...takut batal puasa..wkwkw🤣.

__ADS_1


Like dan Vote nya ya guys🖤


biar aku semangat😘😘**


__ADS_2