Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Nasi goreng


__ADS_3

Galih yang lebih dahulu membuka matanya setelah tertidur sebentar dari percintaan yang telah mereka lakukan beberapa jam lalu.


Ia melihati dan mengelus-elus wajah istrinya dan menciumnya lagi, terdengar suara kelaparan dari perut Nadifa yang masih terdiam merungkuk didalam selimut.


Mendengar itu, Galih berinsiatif untuk memasaki nasi goreng untuk Nadifa, biarlah saat ini ia jadi ratu sehari setelah bertahun-tahun selama menikah, Galih selalu membiarkan istrinya yang selalu memasak.


Galih pun menuju lemari mengambil kaos dan celana untuk ia pakai menutupi tubuhnya yang masih polos saat ini.


Ketika sudah selesai ia pun turun ke bawah menuju dapur untuk mulai memasak nasi goreng untuk dua piring yang akan ia makan bersama istrinya yang masih belum bangun itu.


Melihat isi kulkas yang begitu rapih karena tersusun baik dari letak sayuran, daging, telur, dan minuman-minuman disana.


"Memang istriku tercantik dan tersayang," puji Galih sambil mengambil beberapa bahan yang ia butuhkan untuk mulai memasak.


Entah apa rasanya nanti, yang penting ia ingin tetap memberi kejutan kepada istrinya itu, sepertinya ini adalah bentuk permintaan maaf atas penyesalan dirinya.


15 menit kemudian, harum nasi goreng menyebar ke isi ruangan dapur. Makanan itu sudah tersaji di 1 piring besar dengan tumpukan dua telur mata sapi dan 4 sosis kecil yang ia goreng utuh.


Hanya membuat nasi goreng, keadaan dapur sangat berantakan sekali seperti kena badai menerjang dadakan. Ia tidak perduli dengan itu, ia tetap sangat antusias untuk membangunkan istrinya dengan hasil masakannya kini.

__ADS_1


"Sayang...bangun..ayo kita makan malam,"


"Jam berapa ?" Nadifa membuka matanya pelan-pelan.


"Jam 8,"


"Hah!" Nadifa teriak dan kemudian bangkit dari tidurnya menaikan selimut sampai menutupi dadanya," Aduh, aku belum masak!"


Galih pun dengan santai menaruh satu piring nasi goreng yang telah ia buat untuk dimakan bersama istrinya diatas tempat tidur mereka.


"Wah, kamu masak apa beli nih ?" tanya Nadifa kagum dan sedikit tidak percaya.


"Kamu nih bukannya makasih malah ngeledek padahal aku udah panas-panasan dikompor karena masak ginian doang,"


"Makasi ya sayang," Nadifa pun tidak sabar mencicipi masakan itu mengingat perutnya sudah sangat lapar.


Galih yang duduk dihadapannya hanya melihati Nadifa yang tengah makan masakannya itu.


"Buka mulutmu," Nadifa menyodorkan sendok berisi nasi goreng ke mulut Galih.

__ADS_1


"Enak juga masakan kamu mas, 5th nikah enggak pernah dimasakin kaya gini," puji Nadifa sambil menggigit sosis yang ada dipiring.


"Enakan? memang suami ideal aku mah," Galih berbalik memuji dirinya sendiri.


"Kamu lagi kenapa sih mas, kok tumben banget deh kelakukannya hari ini?" Nadifa terus menanyai hal tersebut disela-sela kunyahan nya melihati Galih yang masih mengunyah juga.


"Jangan-Jangan kamu ada salah yah sama aku?" Nadifa menebak-nebak mengagetkan Galih.


buarrrrrrr !! Galih tersedak seketika, bagaimana bisa tebakan Nadifa memang betul untuk membenarkan kejadian yang menimpa Galih hari ini.


"Pelan-pelan makanya yang," Nadifa beranjak mengambil air minum di nakas tempat tidur, memberikannya kepada Galih.


"Kamu jangan fikir negatif kaya gitu yang, aku kan kasian liat kamu capek terus denger suara perut kamu bunyi, yaudah aku insiatif untuk masakin kamu, apa salah?" jawab Galih serius.


Nadifa yang tadi nya hanya bercanda mulai terbawa serius karena ucapan Galih.


"Iya sayang maaf ya, harusnya tadi kamu bangunin aku aja. Aku kan siap mau masak, mana belum mandi lagi sekarang,"


"Tidak usah mandi, tetaplah dalam posisi itu, kita mainkan satu ronde lagi untuk malam ini," Galih tertawa lepas merayu istrinya.

__ADS_1


"Hah !!" balas Nadifha sambil memukul-mukul lengan galih dengan tekanan kecil.


Ia sibuk dengan Galih sampai terlupa sebentar untuk memikirkan Malik.


__ADS_2