Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Pelindung Pengganti


__ADS_3

Hayy kesayangan, aku balik lagi nih. Baru abis selesai masak nunggu mau sahur, upload dulu deh cerita ini.


Keep Reading ya guyss🖤❤️


***


Seketika cangkir coffe terjatuh dari tangannya, terlihat Galih sedang melamun lama.


"Kenapa Pak?" tanya Alea dengan rasa khawatir. Karena sedari tadi bos nya ini tidak membuka suara apapun selama menunggu keberangkatan pesawat bersama nya.


Galih hanya menggeleng pelan memberikan senyuman pias untuk menutupi kegelisahan hatinya, ia masih tidak tenang meninggali anak dan istrinya dirumah. Jikalau saja hubungan mereka sedang baik, tentu Galih tidak akan separah ini memikirkan mereka.


Alea menyodorkan sapu tangan miliknya kepada Galih untuk mengelap sedikit cipratan kopi yang tercetak di kemejanya.


"Terima kasih Alea." Galih mulai membersihkan kemejanya dan menaruh sapu tangan itu ke dalam kantong celananya dengan refleks.


Diraih HP miliknya untuk menghubungi Nadifa yang baru saja dua jam ia tinggali. Lalu langkah itu terhenti ketika Alea sudah menginstruksikan mereka harus melangkah ke dalam untuk menaiki pesawat yang sebentar lagi akan berangkat.


"Baik, ayo!" Galih bangkit dari senderan kursi lalu melangkah bersama Alea untuk bertolak ke Surabaya. Mungkin Galih akan terlupa dengan keluarganya ketika sudah bertemu dengan pekerjaan disana.


***


"Makasi ya Pak, udah mau nolongin Difa." ucap Nadifa sangat pelan dan masih malu menatap wajah Malik.


Malik mengangguk dan membalasnya dengan senyuman, saat ini Gifali sudah ada dalam gendongannya. Malik tahu Nadifa sudah kelelahan dalam membawa bayi gendut ini.


"Mobil Difa sudah saya masukan ke bengkel, ada retak disebelah kanan bemper depan. Sebaiknya Difa beritahu Galih, agar dia tidak shock nanti..!"


Nadifa berdehem pelan, ia bingung memberitahukan hal ini kepada suaminya. Takut membuat keadaan dirinya dengan Galih akan semakin runyam. "Mas Galih lagi ke Surabaya Pak, sampai tiga hari kedepan. Makanya Difa nekat bawa mobil karna udah khawatir liat Gifali kaya gini." Nadifa merintih.


"Sekarang nggak usah panik lagi, Gifali kan sudah diperiksa sama Dokter. Difa harus tetap telepon suami, kabari dia." Malik kembali memberi nasihat.


Memang betul pilihan Nadifa untuk menghubungi Malik dalam membantunya menghadapi kejadian tadi. Malik cukup tenang dan kalem, ia akan mudah bijaksana dalam menghadapi si lelaki kekar pemilik mobil yang ditabrak oleh Nadifa barusan.


"Anak Putra Gifali Hadnan!" suara panggilan dari mikrofon yang bersumber dari Farmasi Rumah Sakit.


Nadifa pun bangkit untuk berdiri diloket Farmasi. Malik masih setia menggendong Gifali yang sudah tertidur. Sungguh Malik adalah pahlawan pengganti Galih untuk Nadifa saat ini. Mulai dari menghadang kemarahan si pemilik mobil tadi, membawa mobil Nadifa ke bengkel dan terkahir menemani wanita ini untuk mengantar berobat sang keponakan istrinya, Kinanti.


"Ayo Pak, obat nya sudah ada nih." Nadifa membawa tubuh Malik dan Gifali untuk meninggalkan Rumah Sakit dengan segera.


Didalam mobil, Malik masih fokus menyetir. Sesekali Nadifa menoleh kearahnya untuk melemparkan ucapan yang sedari tadi masih membeku di bibirnya.


"Difa mau bicara apa sama saya?" ucap Malik tiba-tiba memecah keheningan mereka. Nadifa terbelalak kaget karena keinginan nya sedari tadi sudah tergambar di pandangan Malik.


"I--iya itu. Hmmm.." Nadifa masih susah untuk memulai duluan, ia masih malu mengingat kejadian perdebatan mereka diruang meeting satu minggu yang lalu, karna sampai saat ini Nadifa masih belum mau mengibarkan bendera kedamaian kepadanya. Sepertinya saat ini alam sedang memang mengutuk ke egoisan Nadifa terhadap Malik. Ia tetap membuat Malik menjadi pilihan pertamanya ketika Galih sedang tidak bisa dijangkau.

__ADS_1


"Maafkan Difa ya Pak, dengan ucapan Difa yang tidak pantas waktu itu!"


"Udah nggak apa-apa, saya juga sudah konfirmasi kepada Bunda perihal itu, dan beliau sudah mengaku salah dan keliru. Semoga Difa mau memaafkan Bunda."


Nadifa kembali membawa wajahnya menatap jalan didepan matanya. "Iya Pak, Difa juga minta maaf!"


Malik tahu hati wanita ini masih mengganjal hebat atas perlakuan Kinanti waktu itu. Ia faham jika Nadifa marah, mana ada seorang ibu, di dunia manapun akan rela memberikan anaknya kepada orang lain. Walau Nadifa hanya ibu sambung untuk Gifali, nyatanya cinta yang ia berikan begitu besar di mata Malik.


"Difa hati-hati ya dirumah, selalu kunci pintu. Dan jangan buka kan pintu untuk orang yang tidak dikenal. Jika ada perlu apapun, kabari saya. Lewat kantor juga nggak masalah."


Malik masih menghargai privasi mereka untuk tidak lagi terjerembah masuk ke dalam chat pribadi, Malik harus tetap teguh dengan janji nya kepada Kinanti.


Nadifa mengangguk mantap.


Mobil Malik pun sudah berhenti di depan gerbang rumah Nadifa. "Masuklah dan istirahat, Difa juga jangan terlalu letih ya. Ingat kamu sedang mengandung!" Malik melirik ke arah perut Nadifa yang mulai sedikit terlihat.


"Iya Pak Makasi banyak ya untuk hari ini, hati-hati dijalan ya Pak."


Nadifa meraih tangan Malik untuk mencium punggung tangan lelaki itu sebagai tanda hormat dan terima kasih. Ia pun turun dari mobil bersama Gifali. Malik pun menyalakan mobilnya untuk membawa dirinya kembali ke kantor.


Sepertinya Nadifa tidak sadar jika HP nya sudah terjatuh di jok mobil Malik.


Keadaan semakin runyam saja.


***


Ting Nong


Bell rumah Nadifa berbunyi. Ia masih berada didapur untuk membuat susu Gifali.


"Siapa ya?"


Nadifa pun memutar langkah sambil membawa susu botol yang terlebih dahulu ia letakan dimeja makan. Berjalan kembali menuju pintu utama.


Krekk


Kunci diputar, pintu dibuka.


Ia cukup kaget melihat lelaki ini tengah berdiri diambang pintu.


"Assalammualaikum!"


"Waalaikumsallam Mas."


Pandangan Nadifa seketika ragu untuk menawari lelaki ini masuk, karena ia faham tidak boleh memasukan tamu laki-laki ketika sang suami sedang tidak ada di rumah.

__ADS_1


"Boleh aku masuk? aku bawakan kamu bakmi ayam, aku juga lapar belum makan. Mau kah kita makan berdua didalam?"


Permintaan lelaki ini sungguh sangat sulit untuk ditolak Nadifa, mungkin menurutnya hanya ingin menumpang makan saja tidak ada yang harus dikhawatirkan.


"Ayo Mas Fajar, silahkan masuk." Fajar pun melangkah masuk kedalam lalu duduk di sofa.


"Sebentar ya Mas, Difa buatkan minum."


Fajar mengangguk dan masih setia menunggu sang pujaan hati untuk kembali menemaninya di sofa ruang tamu.


"Ayo Mas minum dulu!"


Seketika Ia membayangkan jika Nadifa bisa menjadi istrinya dirumah, mencintai dan melayani dirinya.


"Mas?" panggilan Nadifa membangunkan imajinasinya yang membahagiakan sayangnya tidak akan pernah terwujud.


Di tempat berbeda.


"Loh, ini kan HP nya Difa? kenapa bisa ketinggalan di jok? aduhh!" ucap Malik kepada dirinya sendiri, mau tidak mau ia harus mengemudikan mobilnya kembali ke rumah Nadifa.


Disini.


"Eh iya maaf Dif,"


Lalu ia membuka suara lagi.


"Aku kesini karna aku khawatir katanya Gifali sakit ya?" lelaki itu berdalih. Lalu Nadifa menceritakan kronologisnya ketika kejadian yang sedari tadi menghujam jantungnya.


"Kenapa nggak kabarin aku?" tanya nya sambil berbicara dalam hati"Kenapa harus dia yang kamu hubungi dif?"


"Sudah ayo dimakan, nanti bakmi nya melar!"


Fajar memaksa Nadifa untuk melahap habis bakmi nya.


Entah mengapa Fajar sangat agresif sekali meminta Nadifa untuk memakan makanan itu. Tanpa ada rasa cemas atau curiga Nadifa pun mulai menyantap makanan itu, lama kelamaan dirinya mulai mengantuk bukan main. Sesekali menguap terus menerus tiada henti. Fajar terus memperhatikan bagaimana rekasi tubuh Difa saat ini.


"Dif? Difa kamu kenapa?" panggilan kebohongan mengalir di bibir Fajar.


Seketika Nadifa tergolek di sofa. Fajar memberikan senyuman indah menatapi Nadifa yang masih memberi aura cantik sekalipun tengah terlelap.


***


Hari ini insya allah rencanany mau UP beberapa episode karna hari ini Rabu jadwal aku WFH #kalian di rumah aja yah!!


Tapi aku pengen liat dulu komenan dari kalian, baru aku fikirin mau UP berapa banyak buat hari ini..hehehe😁

__ADS_1


Makasi banyak udah selalu berbaik hati mau Like, Vote, Rate dan tinggalin komenan kalian.


Lancar ibadah puasa nya ya guyss


__ADS_2