
Part yang buat merinding guyss dan panjang, bacanya yang detail yah biar fell nya dapet...met bacaa kesayangan🔥
Beppp..Beppp..Beppp
Notifikasi WA Malik masuk.
Bunda :
Assalammualaikum Ayah, ada berita tidak baik. Gita sedang dirawat dirumah sakit, tadi bunda sempat ditelepon oleh suaminya, katanya Gita butuh sumbangan darah AB positif, sampai saat ini belum ada pendonornya. Bunda kasian yah, pengen jenguk Gita, kita ketemuan nanti siang jam 2 dirumah sakit merpati ya Ayah.
Malik kaget bukan kepalang setelah membaca pesan itu.
Ia diam lalu menoleh ke arah Nadifa yang kini tengah sibuk bekerja, Nadifa pun sudah memperlihatkan senyum indahnya kembali yang sempat hilang ditelan waktu.
Malik bingung ingin memberi tahu Nadifa atau tidak. Apakah Nadifa mau menengok keadaan Gita saat ini. Ia teringat perkataan Fajar bahwa Nadifa sudah terlanjur menderita, apakah mungkin ia membawa kembali Nadifa kedalam masalah Galih dan Gita lagi.
Hummmmm..!! Malik membuang hembusan nafasnya ke udara, berfikir sebentar untuk merenungkan keputusan apa yang harus diambil. Tapi ini adalah tentang rasa kemanusiaan, rasa simpati dalam empati.
10 menit berfikir ia pun kembali duduk dengan tegap,sepertinya ia sudah mantap atas keputusan yang akan ia ambil."Dif, tolong keruangan saya!" Malik menelpon Nadifa untuk menemuinya.
Tidak menunggu lama, Nadifa sudah duduk dihadapan Malik," Ada apa?" Nadifa bertanya polos.
Malik menyodorkan HP memperlihatkan isi WA dari Kinanti kepadanya, karna Malik susah menjelaskan itu semua dengan kata-kata.
Nadifa shock dengan apa yang ia baca saat ini, jiwa penolongnya seperti langsung hidup seketika, tetapi kemudian dibuyarkan dengan jiwa yang sudah terlanjur akan sakit hati.
__ADS_1
Dia kembali diam tanpa berbicara apa pun, menyodorkan kembali HP itu kepada Malik.
Malik faham betul perubahan sikap Nadifa, ia kasian kepada Gita namun ia masih sakit hati kepada Galih dan Gita.
"Sebagai sesama muslim hendaknya kita mau membantu sanak saudara yang sedang sakit dengan memberikan doa dan semangat!"
"Karna banyak Malaikat yang akan melihat kita, ketika kita mau dengan tulus untuk menjenguk dan mendoakan seseorang yang sakit, banyak pahala yang bisa kita dapatkan disana,"
Malik sengaja seperti ini, dimana moment ini lah yang sangat tepat untuk mempertemukan Galih dengan Nadifa kembali. Ia ingin menjauhkan Fajar dari sisi Nadifa.
Mengapa ? karna hanya ini yang bisa Malik lakukan untuk menebus kesalahannya kepada Galih, ia pernah merebut cinta Nadifa dan mempora-porandakan rumah tangga mereka secara tidak langsung, mengingat Gita yang notabene adalah saudara istrinya telah merebut Galih dan merusak rumah tangga mereka.
Sangatlah miris ! jalan kehidupan anak manusia ini !
"Antar Nadifa ya Pak,"
"Yess...!" gumam Malik. Ia bergerak cepat membawa Nadifa untuk pergi saat ini juga ke Rumah Sakit, karna jika Fajar mengetahui ini. Dia pasti akan menggagalkannya.
Nadifa pun duduk disamping kemudi Malik, ia hanya bisa diam merunduk membawa sejuta ketakutan karna akan bertemu lagi dengan Galih.
"Golongan darah Difa sama seperti Gita, Pak," Nadifa membuka keheningan diantara mereka didalam perjalanan menuju RS.
Malik selalu mengerti apa yang ada didalam pandangan Nadifa. Ia pun mencoba selalu menasihati dengan jurus-jurus andalannya.
"Alhamdulillah syukur kalau begitu, tepat sasaran! Allah telah menggerakan hati kamu lewat saya, lakukan lah semua ini hanya karna ibadah. Tentu perbuatan baik akan dibalas juga dengan yang baik," Malik terus membesarkan hati Nadifa.
__ADS_1
"Difa sangat beruntung pernah mengenal Pak Malik dihidup Difa, walau dengan jalan yang salah! jangan pernah tinggalkan Difa ya Pak, tetaplah jalan beriringan walau kini tujuan kita tidak lagi sama," Nadifa memegang tangan Malik sebagai tanda terima kasih.
****
Langkah kaki Nadifa terus mengayun bersamaan iringan langkah kaki Malik. Jantungnya berdegup kencang ia sangat nervous seperti pertama kali mendengar Galih berucap janji sehidup semati pada saat akad nikah.
Kalimat apa yang harus ia ucapakan pertama kali saat bertemu dengan Galih setelah tiga bulan memutuskan untuk meninggalinya.
Angin terus berhembus kencang menemani langkahnya yang dipenuhi akan kebimbangan. Energi yang sedari tadi membuih seperti hilang ditelan kegugupan.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya ia melihat seorang lelaki yang sedang duduk merunduk, menatap ke bawah lantai ditemani seorang wanita disisinya diluar kamar perawatan.
Dada nya semakin berdebar-debar ketika langkah kakinya sudah merapat dihadapan sang suami yang berbulan-bulan menderita karna kehilangan perhatian, belaian dan pelayanan dari sang istri tercinta.
"Mas?!"
Suara yang tidak asing terdengar jelas ditelinga Galih, suara lembut yang sangat ia rindukan, terasa sentuhan menjalar di sekitar bahu kepemilikannya, melihat sepasang kaki sudah berdiri mematung dihadapannya.
Galih mengangkat wajahnya pelan...
dan duarrrrrrrrr....!! Author udah nepatin janji buat crazy up cerita sampai 9 episode untuk hari ini, cuman buat kalian yang selalu aku rindukan. Makasi ya..komenan kalian sudah menjadi inspirasi bagiku🖤🖤
Ditunggu ya, episode-episode setelah ini akan banyak menguras air mata.
makasi udah mau bantu aku untuk VOTE, LIKE dan KOMEN nya. Itu semua berarti untuk membangunkan semangatku. Stay At Home, jangan lupa pake masker, cuci tangan, jangan tinggalkan shalat dan mengaji..semoga Allah senantiasa selalu melindungi kita dimana pun🖤🖤..love you guyss.
__ADS_1