Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Ngidam 3


__ADS_3

Dengan tubuh yang masih lelah bergemuruh, Galih memantapkan langkahnya untuk berangkat ke kantor. Bukan untuk berkerja melainkan untuk merealisasikan keinginan sang istri. Nadifa ingin soto ayam yang mangkal didekat kantornya.


"Kayanya ujian buat gue nih, soalnya dulu Bunda nya Gifali enggak pernah ngidam kaya gini,"


Galih membandingkan suasana kehamilan antara Gita dan Nadifa.


"Capek ! enggak masalah ! yang penting Mama dan bayi nya sehat,"


Galih mengemangati dirinya sendiri, bahwa sikap Nadifa saat ini adalah suatu kewajaran yang harus ia terima. Mengingat mereka sudah banyak berjuang, bersabar dalam penatian panjang selama lima tahun lamanya.


Jarak dari rumah ke kantor kurang lebih 21 KM dengan estimasi waktu kurang lebih 30 menit, jadi jika dihitung untuk hanya sebuah soto ia harus menembus 42 KM dengan estimasi waktu kurang lebih 60 menit untuk sampai kerumah.


Belum ditambah waktu mengantri di tukang soto. Benar-benar Kehamilan Nadifa adalah sebuah ujian kesabaran untuk Galih.


"Sayang?" panggil Galih setiba nya dirumah, ia sangat senang sudah mendapati makanan keinginan istrinya tanpa hambatan seperti tadi malam. Dilihatnya Nadifa sedang tertidur di sofa ruang tamu masih menggenggam remote tv.


"Sayang, bangun yuk," Galih menciumi Nadifa, ia begitu tertantang dengan penampilan Nadifa saat ini. Terlihat bagian atas tumit tersibak dari kain dasternya, jelas saja itu sangat mengguggah selera Galih.


"Enggak..Enggak ! tahan Lih !"


"Udah sampai Pah?" Nadifa kemudian bangkit berdiri memeluk suaminya.


Terlihat selama kehamilan ini Nadifa begitu manja dan agresif. Lebih sering memeluk, mendekap dan selalu ingin di kecup oleh sang suami. Tentu saja perubahan sikap istrinya itu membuat Galih kewalahan. Ia masih susah untuk melawan hasrat nya yang mendadak muncul membara.


"Ayo makan dulu, kamu kan harus minum obat!"


Nadifa mengangguk lalu ia berjalan sambil terus mendekap tubuh suaminya. Sepertinya itu sangat mengganggu langkah kaki bersama.

__ADS_1


Mereka pun duduk di meja makan.


Nadifa kembali termenung dan diam ketika satu sendok soto ayam tengah berhasil masuk kedalam mulut nya.


Kali ini Galih kembali was-was, fikiran nya mulai tidak tenang.


"Jangan sampai, dia minta yang lain lagi Ya Allah,"


Galih terus berdoa dengan kuat.


"Mas?" panggil Nadifa.


Sontak suara tersebut seperti aungan burung gagak yang akan memangsa lawan nya. Galih yang sedang mengunyah, menoleh dengan cepat ingin mendengarkan apa lagi keinginan istrinya kali ini.


"Ini soto nya buat kamu aja ya. Aku kepengen makanan yang ini aja," menunjuk makanan yang sudah dimasak Galih sejak tadi pagi di meja makan.


Nadifa menggeser mangkuk nya yang berisi soto ke arah Galih, lalu mengambil piring kosong untuk menuangkan nasi dan mengambil sebuah telur dadar dan nugget ayam.


Galih hanya bisa mengelus dadanya perlahan


"Untung gue cinta sama loe !"


Galih kembali mendesah parau.


Ting..Nong..Ting..Nong


Ada suara bel berbunyi dari luar pintu. Galih pun bangkit dari meja makan, untuk melihat keluar siapa kah gerangan yang bertamu kerumah nya.

__ADS_1


Ia pun kaget bukan main ketika melihati tamu yang datang tepat berada didepan pintu utama.


Ada Kinanti dan Malik serta beberapa gembolan plastik yang mereka bawa untuk datang menjenguk Nadifa dan Gifali.


"Siapa Pah..?" mata Nadifa tercekat, mulutnya seketika terkunci ketika melihat Malik dan Kinanti tengah berdiri di ambang pintu untuk masuk kerumah mereka.


Kinanti langsung memeluk Nadifa dengan cepat, mencium kedua pipi kanan dan kiri nya. Nadifa masih tertegun diam karna kaget. "Hey, kenapa melamun sayang?" tanya Kinanti sambil mengguncang kedua bahu Nadifa.


Nadifa pun terbelalak. Ia sudah sadar saat ini.


"Ya Allah, Bunda. Maaf, Difa cuman kaget. Enggak nyangka kalau kalian mau datang,"


"Aku ingin jenguk kamu dan Gifali," ucap Kinanti.


"Ayo Bunda, kita ke atas," balas Nadifa dengan gerakan tubuh yang masih sangat kaku.


Ia pun menyodorkan tangannya untuk mencium punggung tangan Malik. Malik begitu lama menatapi Nadifa, ia takjub dengan kecantikan Nadifa yang natural serta sebuah daster lucu melekat di tubuhnya.


Sungguh ! drama apa ini ? mantan kekasih saling berkunjung !


"Ayo Bunda, Pak. Masuk ke dalam,"


Nadifa berlalu membawa sosok Kinanti untuk melihat Gifali ke kamar. Lain hal dengan Galih dan Malik yang masih bersitatap dengan angkuh dan dingin.


Sepertinya perang mereka belum berakhir !


***

__ADS_1


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.


Hatur Nuhun 😘😘😘


__ADS_2