
Udah ada yang bosen belum yah sama cerita mereka ??? hehehe...
Oh iya jaangan lupa untuk stay at home..dan yang emg harus ttp keluar rumah, jangan lupa pake masker, cuci tangan dan selalu jaga jarak sama orang lain...dan aku rela terus nulis biar kalian ttp dirumah ajah..
selamat baca ya guyss...🖤🖤
***
Malik terus mengemudi dengan baik, sesekali menguap karna menahan kantuk. Tubuhnya letih karna seharian mengikuti acara pernikahan adik iparnya itu.
"Ayah," panggil Kinanti yang duduk disamping kemudinya sembari memangku Letta yang sudah terlelap.
"Hemm.." Malik terus mengemudi.
"Kenapa tadi sikap Ayah seperti itu ke suaminya Gita? seperti rasa enggak suka melihat dia,"
Malik mulai mengingat kembali kejadian tadi, bahwa ekspresi wajahnya tertangkap di mata kinanti."Oh itu, enggak ah Bun. Biasa aja," Malik berdalih.
"Bunda fikir Ayah sebelumnya pernah kenal atau melihatnya barangkali," Kinanti tetap ingin tau apa yang ia curigai kini.
"Sejak kapan pernikahan mereka, kenapa kita enggak diundang?" Malik mulai mengulik informasi mengenai mereka.
__ADS_1
Kinanti diam sebentar lalu mengingat-ngingat pembicaraannya bersama Gita selama di resepsi tadi."Katanya sih baru satu bulanan dan sekarang lagi hamil muda, memang sih Gita bilang dia jadi istri kedua, tapi pernikahan mereka lancar karna sudah mendapatkan restu dari istri pertama suaminya, mungkin karna istri pertamanya belum bisa kasih anak,"
"Mulia banget hati istri pertamanya itu, bisa begitu relanya memberikan suami kepada wanita lain, Bunda jadi pengen kenal sama istri pertamanya Galih," Kinanti mengembangkan senyum tanda bangga.
Mendengar penjelasan itu, sontak membuat Malik kembali kaget, tanpa sengaja ia menekan rem mobil secara mendadak, untungnya tidak ada mobil lain dibelakang mobil mereka.
Ngikkkkkkkk.........!!
Terdengar suara pekikan rem mobil yang tergesek paksa dengan aspal jalan..Mobil pun seketika berhenti. Tubuh mereka sama-sama menunduk karna tertahan oleh seat belt yang sedang digunakan.
"Ayah! ucap Kinanti gelisah dengan apa yang baru ia rasakan saat ini.
Letta yang sedang tertidur pun jadi terbangun paksa karna kaget lalu menangis, suasana mobil pun menjadi gaduh dan berisik.
"Ada apa Ayah?" suara Aisyah yang terbangun dikursi penumpang belakang lalu maju kedepan mendekati Malik.
"Enggak apa-apa sayang, sudah tidur lagi ya," Malik mengusap rambut Aisyah. Kinanti terus mengusap-usap tubuh Letta agar mau tidur kembali.
Sungguh Malik kehilangan konsentrasi, ia pun mengingat-ngingat ketika waktu memutuskan hubungan mereka.
"Apakah Nadifa sengaja menyembunyikan prahara rumah tangganya, lalu aku menambah percikan api dihatinya dengan memutuskan hubungan kita, Astaga!"
__ADS_1
Malik terus bermain dalam segala pemikiran-pemikiran yang ada dikepalanya, ia seperti lebih sesak dari pada Nadifa. Mengingat ia sudah memutusi dan memblokir kontak wanita yang sudah menghiasi hatinya selama tujuh bulan ini dan sudah menuruti kemauan Malik untuk meninggalkan dirinya.
Kegalauan ini pun terjadi pada Galih, ia seperti tertampar dengan kejadian ini, merasa telah menjadi suami yang berhati jahat karna bisa bahagia diatas kehancuran sang istri.
"Bisa-bisanya aku pergi ninggalin kamu dan nemenin Gita ke acara itu, dan bertemu dia..hem..mulai besok aku akan menyelediki tentang lelaki itu!"Galih masih terus mengingat-ngingat kejadian tidak sengaja bertemu dengan Malik. Dia memang cemburu dan selalu mencurigai bahwa Nadifa ada hubungan dengan Malik.
Nadifa yang sudah terlelap dalam tidur dan menembus jalan mimpi kini terbangun karna merasa ada belaian dirambutnya.
"Mas, kamu udah sampai?" Nadifa merasa ada Galih yang sedang bersandar dibelakang tubuhnya.
Galih mencium pipi Nadifa," Iya sayang, aku disini," Galih terus mengelus-elus tangan Nadifa.
Nadifa mulai memiringkan tubuhnya lalu bersandar didada Galih, mereka pun saling bertatap. Diangkat kepalanya lalu melihati sekeliling kamar," Mba Gita kemana Mas?"
"Aku suruh dia untuk tidur dirumah saja, sekalian tadi minta untuk bawain keperluan kamu selama disini, ayo istirahat lagi sayang biar kamu cepat membaik dan kita cepat kembali kerumah,"
Galih menekan tubuh Nadifa untuk masuk kedalam dekapannya, Nadifa pun menyetujui hal itu, ia kembali memejamkan mata dan bertengger dibawah leher Galih.
Mereka pun tidur berduaan diranjang yang hanya cukup untuk satu orang.
Jangan lupa Like dan Koment ya guys...
__ADS_1