Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Mulai chat


__ADS_3

Malik tiba di parkiran mobil kantor dan membuka pintu mobil, menaruh tas kerjanya dibangku sebelahnya. Terlihat ada sekotak susu strawbery kemasan bertengger dilaci mobil yang sedikit menganga, dengan cepat ia mengambilnya tentu bukan untuk diminum. Ia kembali keluar dari mobil dan menengok ke kanan dan kekiri sisi nya.


"Mas," panggil Malik ke pada OB yang sedang berjalan.


"Saya ingin minta tolong, berikan susu ini kepada Ibu Nadifa dilantai 3. Divisi Akutansi," Malik memberikan 1 kotak susu kemasan itu.


"Baik, Pak,"


"Terima kasih ya," ucap Malik. lalu masuk ke dalam mobil dan pergi berlalu meninggalkan kantor menuju rumah.


Terdengar Nadifa sesekali menyanyi sembari mendengarkan musik. Kedua matanya tetap menatap layar komputer , kedua tangannya tetap berada diatas keyboard.


"Permisi mba," OB muncul mengahmpirinya.


"Oh iya Mas,"


Lalu OB tersebut menaruh sebuah kotak susu kemasan dimeja kerja Nadifa. Nadifa terlihat bingung melihat kotak susu kemasan tersebut.

__ADS_1


"Ini dari Pak Malik Bu, tadi beliau menyuruh saya mengantarkan nya," Nadifa lagi-lagi mengembangkan senyumnya setingi tinginya. ia merasa terharu dan sangat luar biasa senangnya.


"Baik terima kasih, Mas," OB pun pergi meninggalkan ia seorang diri yang sedang dimabuk asmara.


"Ya tuhan baik sekali dia, begitu perhatian padaku, rasanya ku ingin menariknya kembali untuk tinggal disini lebih lama menemaniku," ucapnya dalam hati.


Nadifa tidak sadar akan perasaanya yang makin lama makin mengalir. awal awal jatuh cinta itu sangat membutakan mata hati dan jiwa mereka. mereka lupa dengan kenyataan yang ada. rasa cinta terus mengalir tetapi status tidak akan pernah bisa diraih.


****


"Bunda, aku ingin baju tidur minion," pinta Aisyah. Kinanti hanya menangguk-angguk membelai rambut kedua anaknya.


"Aku juga ya Bunda," Letta mengikuti permintaanya kakaknya, mereka sudah rapih, hanya tinggal menunggu Malik pulang kerumah, mandi dan bersiap pergi kembali.


Malik bisa menguasai dirinya dirumah, ia tetap berjalan normal. Tidak terlalu sibuk dengan HP, ia serahkan semua dirinya untuk keluarganya. Walau di arah lain fikiran dan hatinya tetap terus memikirkan Nadifa yang saat ini masih berada dikantor.


"Assalammualaikum," Malik masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Ayah...," Letta dan Aisyah berlari menghampiri dan memeluk ayah yang gagah itu. Malik menciumi mereka dengan rasa amat sayang. Kinanti hanya tersenyum tetap diam di sofa.


"Mandi dulu yah, baru kita berangkat," perintah Kinanti. Malik berjalan menuju kamar, mengambil handuk dan pergi mandi.


jika Nadifa tau kehangatan keluarga malik,ia pasti cemburu juga.


Kini mereka sudah berada disebuah mall. tepatnya disebuah salon wanita.seperti biasa ia hanya bisa menunggu ketika istri dan anak anak ya sedang melakukan creambath rambut, kaki nya menyila sambil membaca majalah.


Memang awal awal jatuh cinta itu sangat manis dan selalu penuh dengan rindu. Malik mengeluarkan HP nya dan membuka aplikasi WA nya, mencari nama seseorang yang ingin iya kirimi pesan.


"Assalammualaikum Difa, ini Wa saya," ketik malik mantap lalu memencet enter.


Malik terus melihat ke arah Kinanti dan anak anak mereka, menyembunyikan apa yang ia lakukan di belakang mereka.


Pesan pun tak kunjung dibalas, karna Nadifa sedang sibuk kosentrasi mennyelesaikan laporannya.


Malik menaruh kembali lagi HP nya ke dalam saku celana dan membaca majalah kembali.

__ADS_1


__ADS_2