Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Nadifa curiga


__ADS_3

*Nadifa :


***aku sudah katakan kepada bintang malam untuk menjagamu malam ini, tidurlah sayang semoga mimpi indah kali ini hanya tentang aku**


Malik :


***selamat tidur matahariku, terangkan kembali hidupku dengan melihatmu di hari esok, i miss you***


Nadifa :


***miss you too honey***


Percakapan mereka di WA pun selesai, saat ini hanya muncul rasa amat bahagia yang hinggap di dalam hati, mereka yang sekarang dibedakan oleh jarak tinggal.


Nadifa dan Malik dapat berubah menjadi orang yang begitu romantis dan puitis, ia tetap hanyut dalam kesenangan semu yang akan berakhir luka


Ia pun langsung mematikan HP nya dan diletakan didalam tas, kembali bersikap biasa dan normal agar tidak dicurigai oleh Galih

__ADS_1


"Ayo sayang, kita makan malam ," Ajak Nadifa.


"Ayo ," Galih bangkit , meletakan laptopnya di nakas dan berjalan bersama Nadifa menuruni tangga rumah untuk ke ruang makan.


"Kamu seperti lagi senang ya..senyum-senyum sendiri gitu ?" tanya Galih menarik kursi meja makan melihat ke arah Nadifa yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka .


"Oh...itu..hem..engga kok biasa aja, masih agak lumayan sakit kepala nih," Nadifa terkejut, ia pun mengalihkan pertanyaan Galih.


Ya, Nadifa masih hanyut dalam bayangan puisi-puisi yang mereka buat, baru kali ini ia merasa seromantis dan sepuitis itu, Malik memang membuat dirinya seperti hidup kembali.


"Kamu beli puding sayang ? ini kan kesukaan kamu ," Nadifa membuka tutup tempatnya dan mencoba merasakanya sedikit.


"Hemmmm...enak yaa, tapi terlalu manis sekali, beli dimana ini ?" Nadifa bertanya lagi.


"Itu Gita yang memberi nya, tadi si niatnya mau dimakan sama aku dikantor, tapi ya sudah lah aku bawa saja pulang kerumah ," jawab Galih santai terus mengunyah makananannya diatas piring.


"Oooh begitu, sering dia berikan kamu makanan seperti ini ?" Nadifa mengubah wajahnya menjadi lebih serius.

__ADS_1


"Engga sayang, kayanya lagi buat banyak dan aku diberi olehnya ,"


"Mba Gita seperti ada something sama suamiku, dia begitu baik dan perhatian, disetiap moment kami pasti ada dia, sampai saat ini pun mba Gita belum menikah, mereka berteman sangat lama dari SMA...atau jangan jangan dia...menyukai Galih ???.." Nadifa melamun dalam lamunannya sebentar.


"Jangan befikir macam-macam ya, kita hanya berteman saja, aku sudah punya dirimu dan sudah berjanji akan selalu denganmu," Galih mengelus-elus rambut Nadifa.


Dirinya seperti tertampar kilat yang begitu kencang dengan pernyataan Galih barusan mengingat bagaimana yang telah ia lakukan saat ini dengan Malik.


"Aku bersalah telah menghianati mu, menghianati cinta suci kami, mengapa ini begitu sulit untuk dilepas, aku terlalu mencintai Malik dan sudah terjerat didalamnya, aku bahagia dicintai oleh kalian, tenang sayangku...tidak akan terjadi lebih dari kebatas wajaran yang aku lakukan bersama Malik.." Nadifa berpeluh dalam hatinya.


Dirinya terus melihati Galih yang sedang nikmat menghabiskan makan malamnya, lalu menciumi pipi Galih beberapa kali dengan lembut.


"Selalu sehat ya sayang...biar kamu terus jaga aku," ucap Nadifa.


"Iya Sayang pasti , ayo habiskan makananmu lalu minum obat lagi ,"


Galih amatlah baik, Nadifa dan Malik juga baik namun mereka berdua telah masuk kedalam belenggu setan yang menutupi mereka dengan nafsu dan hasrat. Cinta memang tuhan yang beri, rindu memang tidak bisa diatur, semoga Nadifa dan Malik tidak akan terlalu jauh dalam menyakiti keluarga mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2