Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Keterlaluan


__ADS_3

Lagi dan lagi Malik menghentikan percintaan ini tanpa akhir yang memuaskan.


"Sudah cintaku, berdandanlah kembali," ucap Malik mengakhirinya dan memegang kedua pipi Nadifa, ia pun mencium kembali kening, hidung, kedu pipi dan bibir.


"Sudah sarapan belum?" tanya Malik kebali membangunkan Nadifa dari kenikmatan itu.


"Belum, aku tidak nafsu makan semenjak kemarin,"


Malik tertawa pelan, lalu ia mengambil HP nya dari saku celananya. Memesankan GoFood untuk mereka berdua, Malik pun semenjak kemarin hanya makan sedikit, sepertinya saat ini nafsu makannya sudah kembali.


"Kembali lah ke meja mu , sebentar lagi ada Gojek yang mengantarkan sarapan kita."


"Makasi ya, aku cinta kamu..banget," Nadifa mencium pipi Malik dengan cepat dan berlalu keluar dari ruangan Malik menuju meja kerjanya.


Malik masih tersenyum indah dibuatnya.


"Ya Tuhan..aku semakin merasuk ke dalam cintanya, fikiran dan hati hanya seolah-olah tentang dia, aku tidak habis fikir bisa dibelenggu dengan hubungan tidak wajar seperti ini...tetapi aku mencintainya...oh..,"


Malik berpeluh kesah dalam hatinya, disatu sisi ia takut dengan perbuatan salah yang terus ia jalani, tetapi di sisi lain ia tidak bisa membayangkan bisa hidup berwarna tanpa cinta dari Nadifa, sumber semangat nya.

__ADS_1


Ia terus menatapi Nadifa dari kejauhan yang sedang berdandan kembali, ia semakin dibutakan cinta dan nafsunya...


Malik dan Nadifa...secepatnya sadar lah sebelum kalian diketahui..


******


-----------Kantor Galih------------------


Gita masih duduk satu meja bersama Galih, Dendi, Pak Laode dan beberapa staf lainnya sedang mengikuti rapat mendadak yang diadakan langsung oleh pimpinan.


Muncul diraut wajah Galih yang sedikit agak tidak baik, ia merasa seperti orang yang sangat tidak berguna saat itu.


Gita yang melihat wajah Galih seperti itu, berusaha memberi kekuatan agar Galih Fight kembali.


"Waalaikumsallam wr wb," seluruh yang hadir menjawab salam secara bersamaan.


"Laporan tentang proyek kita yang tidak diterima oleh Relasi sudah masuk ke saya, saya memang sangat menyayangkan hal ini dapat terjadi, tetapi ya rezeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, kita hanya bisa berencana Tapi Allah lah yang mengatur semua,"


"Maafkan saya atas kegagalan ini Pak," Galih menimpali nya.

__ADS_1


Wajah Gita memancarkan aura kebahagiaan, ia memang sedih melihat Galih saat ini sedang terpuruk tapi disisi lain hatinya senang karena usahanya berjalan lancar, ia tidak mau proyek ini berhasil dan Galih mendapat bonus untuk liburan ke New York bersama Nadifa.


Cih !!


Gita menyabotase ide-ide Galih yang ia bocorkan ke salah satu pesaing kantor mereka.


"Maafkan aku ya sayang...aku seperti ini juga..untuk kebaikan kita," kata Gita dalam hatinya.


Sepertinya Gita sudah benar-benar gila saat ini, hanya karena perasaanya yang terlarang itu..ia tega menghianati Perusahaan yang telah memberikannya hidup bertahun-tahun lamanya !!


"Tidak perlu merasa bersalah Pak Galih, ini bukan salah anda, saya sangat berterima kasih karna anda sudah banyak memenangkan segala proyek untuk perusahaan kita, mungkin saat ini sedang diminta untuk bergantian dengan yang lain," Pak Tommy berbicara sangat bijaksana.


Garis senyum di bibir Galih pun muncul dan mengembang, Ia tidak menyangka bahwa Pak Tommy tidak menyalahkan dirinya secara sepihak.


"Terima kasih Pak, maafkan atas kelalaian saya. Ini semua diluar bayangan saya, saya berjanji dengan Tim akan lebih berhati-hati lagi dan memenangkan proyek lagi seperti sebelum-sebelumnya." balas Galih.


1 jam kemudian rapat pun selesai, terlihat Pak Tommy sudah undur diri dan meninggalkan ruang rapat dengan baik diantar oleh Dendi keluar.


Mereka kini yang masih didalam ruang rapat bisa sedikit mengubah posisinya menjadi lebih santai.

__ADS_1


"Huahhh!" Galih menghembuskan nafasnya ke udara, dengan menyilakan kedua tangan diatas kepala bersender di sandaran kursi.


Lepas lah segala penat yang menyiksa dirinya beberapa hari kemarin.


__ADS_2