
Setelah lama menyantap makanan itu, Nadifa meminta izin ke dalam kantor untuk mengambil HP dan tas nya, agar pada saat pesta berakhir dia siap untuk pulang kerumah dengan cepat.
"Aku ke dalam dulu ya yang, mau ambil Hp dan tas ku,"
"Mau ditemani tidak ?" Galih menawarkan dirinya.
" Tidak usah sayang," Nadifa bangkit dari duduknya lalu berjalan kedalam kantor menuju ruangan Gita. Nadifa berjalan cepat untuk sampai keruangan Gita, ingin mengambil HP nya melihat apakah Malik sudah mengirimi dirinya Pesan.
Setelah keluar dari lift, kaki nya terus melangkah menuju 2m ke arah ruangan Gita. ia tidam mengehtahui Gita telah memberikan ranjau jebakan untuk menyakiti dirinya.
Langkah Kaki Nadifa pun mulai mendekat, Satu...dua...ti...Nadifa terpeleset jatuh tepat di lantai yang penuh dengan cairan pembersih lantai yang dituangkan sengaja oleh Gita barusan. Tubuh Nadifa jatuh terpental ke lantai dan kepalanya membentur Pintu yang terbuat dari stenless steal itu,
duarrrrr.....!!! pintu berbunyi dengan keras karena benturan kepala Nadifa. Belum sempat meminta tolong, Nadifa pingsan tak sadarkan diri.
Ia terjatuh dan tergeletak dilantai dengan cairan darah menetes dari dahinya. Hantaman hebat menyakiti dirinya.
Gita yang melihat adegan itu dari jauh kembali memutar arah untuk kembali ke acara menemui Galih dan mendiami Nadifa yang sedang terkapar tidak sadarkan diri.
__ADS_1
tetapi..Memang Allah lah penolong hambanya, sekalipun hamba yang sedang berada dalam titik dosa terlarang.
Ada seorang OB yang sedang keluar lift untuk mengambil beberapa perlengkapan sapu dan kain pel yang ia taru disamping tangga darurat.
Ia pun terus melangkah kakinya mendekati tangga darurat...dan dia terkejut ketika ada seseorang sedang terkapar membungkuk memalingkan wajahnya.
" Ya allah," Teriak OB terkejut, ia pun berlari menghampiri tubuh Nadifa yang masih pingsan.
OB pun berlari menyusul security, untum ikutd dengannya..tidak menggu lama. sampai lah security di TKP, mereka membalikan tubuh Nadifa.
" Ya allah, Jang. kenapa bisa begini?" tanya security itu.
"Ini istrinya Pak Galih,jang. Ayo kita bawa saja ke dalam sofa, dibaringkan disana," Security dan OB mengangkat tubuh Nadifa dengan cepat.
"bu..bangun bu ," Security mengoleskan minyak kayu putih tepat dihidung Nadifa.
"Ujang, ke taman belakang ya susul Pak Galih, bilang istrinya jatuh dan pingsan,"
__ADS_1
OB itu pun mengangguk dan secepatnya berjalan turun ke belakang taman.
Disana terlihat Galih sedang berbincang-bincang dengan para manajer dan bos, dan ditemani oleh Gita didekatnya.
OB pun melirik kesana kemari menemukan sosok Galih, ketika sudah terlihat ia pun mulai berjalan menghampiri Galih.
" Permisi pak, saya mau kasih tau. itu ..istrinya bapak pingsan ,"
"Apa...kok bisa ?" Galih terkejut dan kaget, tanpa mendengarkan alasan dari OB ia bergegas pergi kedalam, muncul raut wajah kesal Gita karena Galih cepat mengetahui ini.
Galih berlari dengan cepat menyusul istrinya yang masih ada diruangan Gita, terdiam menutup mata terbaring didalam sofa.
Galih pun hampir kembali terpeleset akan sisa-sisa cairan pembersih lantai yang masih tergenang dipintu masuk.
"Sayang...Nadifa ?" Galih memanggil-manggil istrinya, menepuki wajah istrinya perlahan-lahan, Wajah Galih seketika merubah menjadi tegang dan kacau.
"Kenapa bisa begini pak ?" Galih bertanya kepada Security dan OB, mereka hanya bisa menjawab tidak tahu bagaiman kronologis tepatnya, hanya memberi tahu kalau ditemukan dalam keadaan sudah tidak sadar.
__ADS_1
Galih mengusap darah yang menetes dibalik rambut yant menutupi sebagian dahi istrinya itu.
Kemudian tak lama, karyawan lain, beberapa manajer dan bos Galih pun berdatangan melihat kondisi istrinya itu.