Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Kecewa


__ADS_3

Nadifa :


*** I love you So Much***


Malik :


mengirim sebuah foto Letta, Aisyah dan Kinanti sedang meniup lilin pada kue ulang tahun yang dibelikan oleh Nadifa.


**** Makasi aunty cantik by Letta***


Nadifa seperti terdiam sebentar, ia terharu tetapi juga ada merasa cemburu. Melihat keluarga Malik begitu lengkap dan hangat.


Nadifa :


***Sama-Sama sayangku***


send...


*Malik :


*** Ayo kita pulang, aku antar kamu**


Nadifa :


*** Libur dulu ya hari ini dan besok, jangan sering-sering mengantarku***

__ADS_1


Malik :


***Kenapa ? mau diantar sama Fajar? hahaha***


Nadifa :


***Hus!! ini bukan karena dy, melainkan karena suamiku*!**


Malik menghentikan permainan jemari di layar HP nya dan menoleh ke arah Nadifa, ia merasa ini suatu masalah yang serius.


****


"Kemarin, setelah kamu antar aku pulang ternyata mobil suamiku sudah berada di belakang mobilmu," Nadifa menjelaskan


Malik terus fokus mendengarkan, kedua tangannya diletakan distir mobil sambil melihati beberapa mobil yang masih terpakir di basement kantor.


"Ya, ku bilang. Itu Bosku Pak Malik, kami tidak hanya berdua namun berempat dengan teman-teman kami yang lain,"


"Aku beralasan seperti itu kepadanya, akhir-akhir ini pun dia sangat Aneh selalu menasehati agar aku tidak membohonginya, aku takut hubungan kita ini sudah diketahui olehnya..sayang,"


Malik tetap diam termenung, tanpa menoleh ke arah Nadifa yang hanya dalam kepalanya, mungkin sebentar lagi cinta mereka akan kandas.


"Jadi mungkin, kita harus mengaturnya. Aku juga tidak mau kamu digosipi, mengingat istrimu lekat dengan Wartawan,"


Malik mencoba mengerti tetapi entah ia seperti tidak setuju dengan apa yang baru ia dengar.

__ADS_1


"Sabar ya sayang, kita atur pola ini," Nadifa meraih tangan Malik dan menciumnya dengan lembut.


"Aku tidak mau kehilangan mu!" Nadifa merintih dan menggenangkan air mata dikedua kelopak matanya.


Malik pun mulai mengatur nafas menekan sesuatu yang berat hadir didalam dadanya.


Ia menoleh dengan tatapan cinta.


"Baiklah aku mengerti, demi kita!"


Nadifa pun memeluk Malik dengan erat, mencium kening lelaki itu.


"Ya sudah, aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati dijalan, jika malam mau WA tunggu kabar dariku dulu ya," Nadifa mengelus wajah dan mencium kembali tangan Malik.


Malik mengangguk tanpa balasan kata sekali pun, Ia sangat berat merubah semua aktivitas yang sudah mereka jalani selama 7 bulan.


"Aku turun yah sayang, I love you," Nadifa turun dari pintu penumpang dan menutup pintu mobil itu kembali. Ia berjalan terus meninggalkan basement kembali ke lobby kantor memesan Gojeg untuk pulang kerumah.


Malik tetap masih diam belum mau menjala kan mobilnya, ia masih menunggui sosok Nadifa dari belakang sampai hilang berlalu.


Lalu ia memukul stir mobilnya dengan perasaan kecewa, kesal dan tidak terima. Sangat berat untuk diterima, tapi ia mencoba untuk bernegosiasi membuka alam sadarnya bahwa ucapan Nadifa memang benar harus diikuti.


"Pada akhirnya, aku dan kamu akan merasakan sakit seperti ini!" batin Malik membela dirinya.


Ia tidak mengerti dan tidak mau mengubah statemen itu jika perasaan sakit itu lebih baik diarahkan untum Kinanti dan Galih karena ulah mereka yang melanggar Norma dan Adab.

__ADS_1


Setelah ini, mereka akan saling menyakiti dalam rindu yang menerjang, lebih sering beragumen satu sama lain..ini terjadi memang hanya karena CINTA.


****Assalammualaikum Guys..makasi untuk yang sudah Like and Vote ya...makasi udah mendukung aku agar selalu mencairkan cerita-cerita yang ada difikiran ku ini****


__ADS_2