Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Diminta resign


__ADS_3

Bepp..Bepp..Bepp !!


Pesan WA masuk ke HP Galih.


Gita :


***Aku mual dan muntah, tidak masuk nasi sama sekali***


Melihat isi pesan tersebut, Galih langsung bangkit dari pangkuan Nadifa dan kembali duduk sedikit membelakangi Nadifa dibelakang.


Nadifa masih terus menikmati hiburan diatas panggung di pandangan matanya kini.


Galih :


***Lalu harus bagaimana ? sudah ku bilang jangan ganggu aku dulu hari ini***


Gita :


***Tega nya kamu, membiarkan aku tersiksa karna telah mengandung anakmu, ingat aku juga Istrimu!!**


Galih mulai menahan emosi nya, ia tetap menjaga-jaga sikapnya agar tidak dicurigai oleh istrinya itu.


Tapi emosinya berangsur hilang karena ia teringat bahwa Gita telah mengandung buah hati nya.


Galih :

__ADS_1


*** Besok aku akan ke kantor, kita cari susu hamil dan vitamin***


Tanpa menunggu balasan Gita dengan cepat Galih mematikan HP nya, tidak mau mood nya dirusak oleh istri kedua nya itu.


"Mas?"panggil Nadifa yang melihat Galih masih menunduk melihati HP nya.


Galih mengangkat wajahnya ,"Kenapa sayang?"


"Sedang chat sama siapa?" tanya Nadifa santai.


Galih berfikir sebentar ."Ini si Dendi, ngasih kabar kalau besok kita semua mau ada Stock Opname di kantor"


"Hari Minggu?" tanya nya.


Galih mengangguk,"Tapi cuman setengah hari, memang sih mereka yang membereskan dokumen, tapi kan, aku enggak enak kalau tidak ikut membantu,"


Nadifa mengangguk tanda percaya.


Melihat reaksi Nadifa yang biasa, Galih mulai


tenang.


"Aku tidak suka dengan Atasanmu itu!" Galih memulai kembali perang dengan keadaan yang sudah membaik.


Nadifa hanya diam tidak merubah raut wajah nya.

__ADS_1


"Aku ingin kamu resign, gaji mu juga tidak seberapa, aku ingin kamu perketat kembali program kehamilan."


Nadifa menoleh dan menaikan alis matanya meninggi, menyehitkan dahi nya.


"Please ! jangan disini, aku enggak mau ribut, Mas!


"Aku tidak ingin kamu terpikat olehnya!"


bukan saja terpikat tapi sudah dimabuk kepayang dalam asa cinta terlarang


"Tolong lah !" Nadifa membungkam mulut Galih agar bisa bersahabat dengannya satu hari ini saja.


Nadifa sudah menerka, Galih tidak akan membiarkan kejadian tadi berlalu begitu saja, entah kenapa akhir-akhir ini Galih lebih sering membesar-besarkan masalah.


Disisi lain Nadifa merasa bahwa ucapan Galih ada benarnya, selama ia menghabiskan waktu dengan Malik, ia sudah melupakan ritme nya dalam program kehamilan, tidak lagi ke dokter, selalu bilang sibuk dan nanti-nanti saja, makanan pun asal makan, bahkan vitamim penyubur hanya dua kali diminum oleh nya.


Galih pun mencoba menahan rasa sesak emosi yang sedang menyeruak, ia tidak mau berdebat didepan banyak orang.


Jam sudah menunjukan Pukul 15:00 Wib dimana sesuai rundown acara, mereka harus bersiap-siap untuk kembali pulang kerumah.


Dengan aba-aba sang pemandu acara Fam Gath yaitu Fajar yang ditemani oleh Nadifa melakukan penghimbauan kepada semua peserta untuk kembali menaiki Bis dan membawa kembali barang bawaan agar tidak tertinggal.


Malik dan keluarganya mulai beruntun menaiki Bis yang semula ia naiki dengan para penumpang bis lainnya, matanya masih menatap Nadifa yang tengah memandu mereka.


Nadifa tetap profesional dalam menyelesaikan tugasnya menjadi pemandu mereka, tidak terlihat sedih sama sekali karena telah mengucapkan kata putus barusan

__ADS_1


Tentu Malik tetap masih merasa itu hanyalah bentuk amarah Nadifa sesaat.


Mengingat cinta mereka yang masih mendidih layaknya air baru dimasak.


__ADS_2