Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Kehamilan Alea


__ADS_3

Assalammualaikum hayy kesayangan..


perasaan sepii banget nih🤭🤭


udah pada nggak rindu ya sama Galih dan Nadifa..nih aku baliqq...


Selamat baca ya guyss🖤🖤


***


Nadifa masih setia berdiri didekat pintu lobby Rumah Sakit bersama Gifali di stroller nya. Galih menyuruh mereka untuk menunggu disini saja karena tidak sampai hati kalo harus membawa mereka berjalan kaki dulu menuju basement.


Nadifa saat ini terlihat lucu, tubuhnya kurus namun perutnya sangat besar, padahal menurut Dokter ukuran perutnya untuk kehamilan yang memasuki angka 7 bulan masih dikatakan normal. Namun ia sudah susah bergerak, nafasnya terkadang sesak dan cepat letih jika berjalan lama.


Ketika sedang menunggu sang suami yang tak kunjung datang dari basement, kedua matanya kini seraya melebar ketika melihat dua wanita yang tidak asing dari pandangannya, menebar senyum dan menghampiri dirinya diambang pintu.


Mereka memeluk dan merangkul saling merindu. Karena sudah hampir 4 bulan tidak bertemu dan tidak berkomunikasi.


"Mba, aku kangen banget." Nadifa memeluk Dania dengan erat.


"A--ku juga Dif, kangen banget sama kamu." wajah Dania begitu sendu. Ia rindu Nadifa, ada secerca air mata menggenang disana.


"Udah besar kandunganmu Dif, perempuan atau laki-laki?"


"Alhamdulillah hasil USG nya perempuan Mba, doakan aku lancar dalam persalinan nanti ya." Nadifa menggenggam erat tangan Dania.


Kerinduan mereka yang tercurah sepertinya hanya ditanggapi tatapan pias dari wanita yang ada sebelahnya, Alea.


Alea malu melihat Nadifa, namun ia juga benci wanita ini. Wanita yang sudah menjelajah fikiran suaminya. Membuat Fajar belum bisa mencintai dirinya secara utuh. Fajar menikahi Alea hanya karena hasrat biologisnya bisa tersalurkan dengan baik, namun cintanya masih tersandung dengan Nadifa Putri Hadnan.


"Aku mau antar Alea kontrol kandungannya, Dif. Tahu gitu janjian bareng ya, biar bisa ngobrol lama." tutur Dania.


Ada kerutan sedikit di kening Nadifa. "Hamil Mba?"


"Tante aku duluan ya!" tukas Alea lalu mengangkat sedikit dagunya ke arah Nadifa untuk berlalu. Ia kecewa karna dirinya dipindahkan oleh Galih dari SUAM Pusat, membuat dirinya dengan suami harus pindah tempat tinggal.

__ADS_1


"Sama Fajar..?" cicit Nadifa begitu nyaring, seketika ia memelankan suaranya ketika orang yang berlalu lalang menjadi melihati dirinya.


Nadifa terkejut ketika mengetahui Alea dan Fajar sudah menikah dua bulan yang lalu, dan Allah langsung memberikan mereka kepercayaan untuk memberikan momongan dengan cepat.


"Tapi kasian Alea Dif, Fajar nggak cinta sama dia! dia nggak terlalu perhatian sama Alea, makanya sekarang aku yang temani Alea kontrol. Fajar selalu bilang sibuk dan nggak ada waktu. Mereka sering ribut, Fajar juga nggak segan untuk memukul Alea."


Nadifa hanya bisa tercengang mendengar itu semua, dia tidak akan bisa membayangkan bagaimana nasibnya dulu jika Malik tidak tepat waktu menolong dirinya akan jebakan Fajar.


"Kasih pengertian ke Alea Mba, untuk selalu sabar. Lama-lama cintanya Fajar ke aku pasti akan memudar."


Dania tersenyum dan mengangguk, lalu ia mengelus-elus perut buncit Nadifa.


"Kamu jadi gendut ya Dif," Dania berdecis geli, ia tak tahan untuk tidak meledek Nadifa.


"Kita duduk dulu ya Mba didalam, kaki ku keram kalau berdiri lama-lama."


Nadifa menggandeng tangan Dania untuk duduk di kursi pendaftaran pasien RS.


"Galih nya mana? semenjak tadi aku nggak ngeliat dia?"


"Sabar dong, kan sebentar lagi mau jadi Ibu anak dua," Dania kembali membuat wajah Nadifa memerah karena menahan haru dan bahagia.


"Oh ya Mba, bagaimana kabarnya Pak Malik, apakah dia sehat? apakah ada sosok penggantiku untuk membantunya seperti dulu?"


"Kenapa memang? kamu kangen ya? main-main Dif ke kantor, silahturahmi kan harus tetap berjalan."


Nadifa mengangguk pelan, sepertinya ia mempunyai ide untuk melakukannya. Tapi seketika wajah senangnya padam, mengingat ia akan bertemu dengan Fajar nanti.


"Pak Malik baik dan sehat, sekarang terlihat lebih gemukan. Ibu Kinanti juga katanya sudah jarang di TV, ia lebih fokus mengurusi anak dan suaminya. Untuk dikantor, Pak Malik tidak mau menggantikan posisi kamu dengan orang lain, katanya takut- takut kamu mau balik lagi kesana, jadi lebih baik dikosongkan saja."


Nadifa menekan nafasnya, mendengar kebaikan hati Malik yang selalu membuih untuknya.


15 menit kemudian


Terlihat beberapa langkah tersengal-sengal menghampiri mereka. Mungkin sedari tadi lelaki ini pusing mencari keberadaan Nadifa yang tak kunjung ditemukan.

__ADS_1


"Kenapa disi--" ucapan komplen Galih terhentk ketika ia melihat Dania bangkit dari duduknya. Galih hanya memberikan senyum setipis benang kepada wanita yang banyak berjasa untuk menemani istrinya dalam masa-masa sulit nya dulu.


"Bagaimana Mas, kabarnya?" tanya Dania begitu kaku.


"Baik Mba, ayo sayang kita pulang. Sudah mau sore.." Galih membantu Nadifa untuk berdiri, lalu berucap lagi "Kita duluan ya Mba!"


Belum sempat mendengar jawaban Balik dari Dania, Galih dengan cepat membawa Nadifa untuk pergi dari sana. Nadifa hanya menoleh dan memberi kode, bahwa nanti ia akan menelpon Dania setelah ini.


Dania hanya bisa menghela Nafasnya dan memaklumi sikap Galih yang masih arogan kepadanya.


"Mas? kamu jangan kaya gitu dong sikapnya sama Mba Dania, dia tuh udah aku anggap seperti Kakak aku sendiri!"


"Mana ada sih Kakak yang mau ngejatuhin adiknya sendiri?"


"Dia tuh nggak tahu Mas, kalau Alea itu kerja ditempat kamu, dan Alea juga nggak jadi mata-mata Fajar selama ini!" Nadifa terus berusaha mendinginkan hati Galih untuk membolehkan ia berteman lagi dengan Dania.


"Kamu juga nggak usah takut lagi Mas, soalnya Mas Fajar itu udah nikah sama Alea! jadi Mas Fajar nggak akan lagi gangguin aku, Mba Dania ada disini juga barusan, karena lagi nemenin Alea kontrol kandungan."


"Hah?"


***


Info ya guyss :


Aku mau ngasih tahu kalo PART TIGA nya aku buat di cover baru ya.


Dengan judul GIFALI dan MAURA


bisa cari di profil aku, Cerita nadifa dan galih masih ada dan ditambahkan tentang ke empat anak mereka. Nggak akan adalagi Pelakor dan Pebinor disana, cukup hanya di BDCT aja.


Kayak biasa👇👇


Like Vote Rate dan komen kalian ya, aku selaluu baca💋💋


salam rindu dariku

__ADS_1


with love Gaga🖤


__ADS_2