Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Ragu


__ADS_3

"Mas?" panggil Nadifa ketika sudah menutup pintu kamar mereka, dilihatnya Galih sedang berdiri di jendela kamar menghadap taman belakang.


Galih terus berdiri tanpa menoleh dan menjawab. Ia masih memikirkan kata-kata Fajar barusan.


Nadifa lalu menghampiri sang suami yang masih setia berdiri disana. Lalu mendekap dadanya dari samping, meletakan dagunya bersender diatas bahu suaminya.


Galih hanya diam, dia masih gusar dan tidak menggubris tubuh Nadifa yang sudah bergeliat memeluk dirinya.


"Kamu kenapa Mas? kok diem aja? kamu capek ya?" ucap Nadifa manja.


Perasaan Galih saat ini masih campur aduk, Ia seperti kembali merasakan kekecewaan yang keluar dari tubuh wanita yang tengah memeluknya kini.


Namun ia tahu, bahwa dirinya sudah ikhlas dan tulus dalam memaafkan atas kesalahan nya dengan malik dahulu. Tetapi dirinya kembali membuncang membuat suatu penolakan maaf, ketika ia mengingat perkataan terakhir dari Fajar sebelum lelaki itu memilih untuk menunggu Dania didalam mobil.


"Sepercaya itu, anak yang dikandung Difa, adalah anak lo?"


Kalimat setan yang keluar dari mulut Fajar terus meraung-raung dikepala Galih. Ia tau dirinya dengan Nadifa pernah berpisah selama tiga bulan, tentu segala penafsiran yang tidak-tidak memuncak direlung hatinya.


"Apakah selama tiga bulan kita berpisah, kamu tetap menjaga kehormatan mu?"


"Apakah keinginan mu untuk tidak jadi bercerai dari ku dan kembali hanya karna dirimu sudah tau ada anak didalam perut mu?


"Lalu siapakah ayahnya ?"


"Apakah Malik ?"

__ADS_1


"Apakah Fajar ?


Semua rintihan batin Galih mengalir deras didalam hatinya. Begitu cepat ia mengganti suasana hati yang sedari tadi amat membuat Nadifa bagai sang bidadari,lalu berubah dengan sekejap menganggap wanita itu tidak lebih dari seorang wanita binal.


Tangan Nadifa dilepas paksa oleh Galih, diturunkan kasar menggantung kebawah, sontak itu membuat Nadifa mengangkat kepalanya dari bahu sang suami.


"Kenapa sayang?"


Lagi-lagi panggilan itu, membuat Galih menjadi luluh lantah. Ia teramat cinta dengan Nadifa sampai tidak bisa bersikap konsisten.


Tapi ia tahu, walau cinta tidak harus menjadikan orang menjadi bodoh. Rasanya Galih lelah saat ini.


"Aku besok sudah harus masuk kerja!" Galih baru mau membuka suara nya sedari tadi.


Galih memang berbohong. Ia hanya sedang termakan dengan bisikan setan oleh Fajar.


"Kamu kayanya udah sehat kan? enggak apa-apa ya aku tinggal masuk kerja, soalnya aku besok mau ada meeting sama rekanan, kamu kan tau aku baru diangkat,"


Sudah sehat dari mana? jelas-jelas Nadifa masih lemas. Wajahnya masih pucat dan masih muntah-muntah walau tidak sehebat kemarin, dibawah mata nya saja masih tersibak kantong hitam bergelambir disana.


Nadifa mengangguk tanda mengerti.


"Kamu mau makan apa untuk makan malam? biar aku pesan kan dari sekarang, nanti malam aku mau tidur lebih cepat!"


Galih lalu berbalik untuk meninggalkan Nadifa dengan lajuan langkah nya, belum sempat memberi waktu untuk sang istri berfikir, Galih pun menoleh.

__ADS_1


"Jangan yang aneh-aneh mau nya," ucap Galih ketus. Lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan menyalahkan kembali Notebook nya.


"Aku mau apa aja, ikutin kamu," jawab Nadifa pelan.


"Ok !" Galih hanya membalasnya singkat.


Mengingat dari kemarin Galih sudah menikmati bagaimana menuruti ke ngidaman sang istri yang tengah mengandung anak pertama mereka. Ia sangat pusing namun bahagia.


"Ada apa sama kamu Mas? kenapa jadi dingin begini ?"


Nadifa merintih pelan. Ia pun bergegas ke kamar mandi ketika rasa mual dan muntah sudah datang dengan cepat di pucuk kerongkongannya.


Sudah 30 Menit


Galih acuh pada sang istri. Berkali-kali pula Nadifa ke kamar mandi untuk muntah tanpa ditemani oleh nya, tanpa pijitan di ceruk leher yang selalu ia lakukan untuk menenangkan hati sang istri.


Nadifa hanya merasakannya sendiri, wajahnya sendu ketika menatapi Galih terus fokus ke layar Notebook nya. Ia ingin menanyakan ada apa dengan Galih, namun tidak sekarang.


Mungkin nanti saat makan malam.


***


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.


Hatur Nuhun 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2