
Hayyys guyss, im back. Keep reading yay❤️
***
Nadifa masih memiringkan tubuhnya diranjang, ia terus menatap ke arah box bayi Gifali yang hanya berjarak 1,5 meter dari nya. Lapisan luar box begitu transparan, membuat Nadifa akan selalu terjaga untuk memperhatikan Gifali.
Ia terus menatapi Gifali yang sudah terlelap entah dari jam berapa. Sesekali ia akan menoleh ke belakang, apakah jejak suaminya sudah tercium dengan baik. Nyatanya Galih masih kuat lama-lama diruang kantor sampai saat ini.
Ia pun sudah mulai mengantuk. Menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun ketika hendak menutup mata, ada sentuhan lembut menjamah punggungnya. Ia tau itu pasti suaminya yang sudah datang mendaratkan tubuhnya diranjang.
Tapi, Nadifa sudah malas untuk berbalik. Merasa tubuhnya sangat letih dan lelah. Ia berpura-pura sudah memejamkan kedua matanya, Karna ia tahu Galih pasti masih menunggu penjelasan perihal yang ia lihat didepan day care tadi sore.
"Mah, nih papah bawain sosis bakar!" seru Galih semangat. Sontak ucapan tersebut membuat Nadifa membuka matanya dengan cepat, ia tidak mampu menahan dirinya untuk melewatkan makanan kesukaanya begitu saja.
Mereka pun akhirnya duduk diranjang saling berhadapan, lima sosis bakar ukuran besar sudah tersaji baik di piring. Galih mempunyai ide cemerlang ini untuk bisa berbicara dari hati ke hati dengan istrinya itu.
"Kamu keluar dulu tadi?" Nadifa terus mengunyah sosis-sosis itu yang sudah berlumuran saus sambal dan cheese mayonaise.
Galih menggeleng ,"Enggak, tadi aku pesen di Gofood,"
"Ohh," Nadifa kembali menyantapnya sampai habis.
"Itu ada sambal dibibir kamu," seru Galih. Nadifa langsung membolak-balikan matanya untuk mencari tissu disekitar nakas.
__ADS_1
"Kalau di elap nya, pake bibir papah, mamah mau nggak?" Galih langsung mendekat bagai kucing sedang menyergap tikus.
Nadifa mendelikan matanya dengan tajam, ia berdecik dan memajukan bibirnya.
"Enggak untuk malam ini!" ketegasan kembali tercurah dari mulut Nadifa.
"Dikit aja," Galih memelas.
"Hey, kamu tuh jangan fikir aku bakalan kerayu cuman karna sosis-sosis ini yah! aku tuh masih kesel sama kamu, Bete !"
Nadifa mengubah posisinya untuk menjauh dari pandangan Galih, ia kembali menyenderkan kepalanya disandaran kepala tempat tidur. Ia melonjorkan kakinya dan menaruh bantal di sekitaran paha. Mata nya sejurus melihati TV yang tidak menyalah.
"Makanya kita baikan," Galih mendekati Nadifa lalu mengarahkan tangannya untuk memijit-mijit tangan istrinya.
"Hemmm," Nadifa hanya berdehem menaikan satu garis miring di pipinya.
Nadifa melipat dahinya menjadi beberapa lekukan yang tidak berarah."Ruangan baru?"tanya nya mulai menyelidik.
"Oh iya, aku belum cerita sama kamu. Abis kamu tuh udah keburu kesel aja sama aku," Galih terus memijiti tangan istrinya lalu dengan nakal memindahkan jari nya untuk disusupi kedalam piyama.
"Udah deh jangan mulai!" hentakan Nadifa menghentikannya seketika.
"Cepetan ngmong, udah malem,"
__ADS_1
"Kalo bikin dedek nya Gifali dulu masih sempet Nggak?"
Nadifa berdecis ia semakin tak tahan dengan rayuan suaminya itu."Mau cerita apa enggak? udah malem nih aku ngantuk, besok ada rapat pagi-pagi," Nadifa mulai membalikan badanya untuk miring ke arah box Gifali.
"Etttt, yaudah nih aku cerita," Galih meraih lengan istrinya untuk mengubah posisi berbalik menatap ke arahnya.
Mulailah Galih menceritakan tentang perbincangannya dengan Presiden Direktur serta amanat baru yang akan ia emban.
"Subhanallah Papah!" ucap Nadifa terperangah, ia kaget tidak percaya. Seketika raut wajahnya menjadi terang menderang, ia mulai memeluki Galih dan menghujani pipi suaminya dengan berbagai gemuruh kecupan.
"Tuh kan kalo udah kaya gini aja, baru peluk-peluk, cium-cium. Emang ya, dasar wanita," jawab Galih nyeleneh.
"Ya abis aku kesel aja, kamu kan tau aku baru pertama kali nya ninggalin Gifali seharian, ya aku panik lah," jawab Nadifa tidak mau kalah.
"Yaudah aku faham." jawab Galih menyudahi pembicaraan yang takutnya akan mengiringi mereka lagi kedalam suatu sulutan api, lalu ia baru teringat. "Ett---tapi, coba jelasin gimana si kunyuk itu bisa ada sama kamu disana, Kok bisa sih? kamu minta dianter sama dia?!" Galih menghentak pelan.
Nadifa menutup bibir Galih dengan kecupannya, sontak membuat Galih terenyuh dan mulai diam merasakan. Nadifa kembali melepaskannya sebelum sang suami meraup hingga habis.
"Jadi tuh-------," Nadifa mulai menceritakan kronologis mulai ia jatuh dari motor, lalu Fajar yang tidak sengaja lewat melihat ia sedang terjulang diatas aspal, lalu membantunya dan menemani ke Daycare untuk menjemput Gifali, disaat baru melangkah keluar.
"Terus ada kamu deh nongol, kaya hantu gitu!"
"Jangan ngeledek deh, aku tuh sekuat tenaga loh bawa mobil cepat, setelah aku inget mau jemput kamu sama anak kita. Untung aja enggak nabrak orang. Ya walau cuman jatoh ke aspal," Galih meledek sambil mengingatkan Nadifa dengan kejadiannya, lalu menghempaskan tawanya ke udara.
__ADS_1
"Ihhhhhhhhh kamu tuhhhh!" Nadifa kembali sewot sambil mencubiti Galih, ia pun kalang kabut bergeliat kesana kemari untuk menjauhi perangai itu.
Masih ada sambungannya nih...tungguin yah, kalau belum bisa up langsung. Berarti masih di review❤️😁..Like yah🖤