Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Pertengkaran


__ADS_3

Ini episode Klimaks nya Guys..agak panjang durasinya, semoga tetep suka dan makin nagih sama cerita mereka..Mett baca yah🧜🧜


****


22:00 Wib.


Nadifa baru sampai diperkarangan rumah, Ia sengaja pulang malam untuk lembur dan makan malam diluar sendirian, entah mengapa dirinya menjadi takut pulang kerumah mungkin karna isntingnya.


Mobil Galih sudah terparkir di garasi, dan menyedihkannya Galih tidak ada mengirim pesan mengapa belum pulang atau bertanya masihkah dikantor atau tidak, sungguh miris.


Ia terus gelisah diam dan mematung didepan pintu utama.


Ia takut di Makan Galih !


Kembali ia ayunkan kaki nya untuk melangkah


Krek...!!


Pintu utama didorong olehnya pelan-pelan, dada yang bergejolak kencang seketika terhenti padam ketika ia melihat suasana dalam rumah sudah gelap.


"Baiklah aku aman, mereka sudah tidur!"


Nadif pun kembali mantap melangkahkan kakinya.


Trengg...!!


Semua lampu beriringan menyalah, ia pun kaget setengah mati melihat ada sesosok bertubuh tinggi dan bugar turun dari anak tangga.


Suara tepuk tangan tersembur keluar dari telapak tangan Galih.


Nadifa terperanjat dengan sikap Galih saat ini. Galih terus menepuk tangan kearah Nadifa.


"Bagaimana rasanya setelah putus dari sang kekasih hati?" Galih meledek Nadifa berjalan memutari tubuhnya.


Dada Nadifa kembali sesak, berkali-kali menelan ludah yang tengah berkumpul didalam mulut. Nafasnya tersengal keras, matanya tidak mau menatap Galih.

__ADS_1


Ia takut !


"Kamu belum tidur Mas, Mba Gita mana? aku duluan ke kamar ya Mas," Langkah kaki Nadifa tertahan dengan cengkraman jemari Galih yang dipusatkan dilengan kanannya.


Habislah Nadifa !


"Bagaimana rasanya ketika saling mencintai lalu putus ditengah jalan?" Galih tertawa terus memberikan tepuk tangan yang kuat untuk Nadifa.


"Apa sih maksud kamu!" Nadifa mencoba untuk tidak ikut masuk kedalam emosi Galih yang sedang membuih.


"Dimana letak kehormatanmu sebagai seorang istri?


"Dimana letak kesucianmu ketika membagi cinta dengan lelaki selain suamimu ?"


"Sungguh hebat dirimu ketika bisa memainkan dua peran sekaligus ?


"Menjadi istri yang baik dan cekatan dalam melayani suami, tetapi juga pintar dan licik dalam membohongi dan menghianati!"


Galih makin mendekat berucap tepat ditelinga Nadifa, nafasnya mengeluarkan angin yang menghamburkan bulir-bulir rambutnya ke udara.


"Dan aku tetap mencintaimu dalam kebodohan!"


"Penipu ulung!"


"Perusak kebahagiaan!"


Deretan segala cacian dan makian Galih mengembang terus dengan puasnya sampai membuat pulau air mata di kelopak mata Nadifa.


Nadifa pun menjatuhkan dirinya, bersujud di kaki suaminya. Terus memegangi kaki suaminya dengan amat merendah.


"Maafkan aku Mas," suara Nadifa hampir tidak terdengar karna terhalang oleh isak tangis yang amat menekan dadanya.


"Lepaskan tanganmu, aku jijik dengan ke kotoranmu itu!" Galih menghelaikan kakinya sehingga tangan dan tubuh Nadifa terdorong ke belakang, ia pun mulai melangkahkan kakinya.


"Lalu jika Aku kotor ! bagaimana dengan kamu Mas?"

__ADS_1


Nadifa pun bangkit mengumpulkan kekuatannya untuk berontak. Sontak ucapan Nadifa membuat Galih terhenti dari langkahnya.


"Bagaimana sandiwara yang telah kamu mainkan bersama Gita dibelakangku!"


"Bagaimana bisa kamu membagi tubuhmu ! benihmu ! dengan Gita !"


Galih pun berbalik, ia semakin dibakar emosi tanpa aba-aba Tangan kanannya di ayunkan ke udara lalu mendarat kencang di pipi sebelah kanan Nadifa.


Pakkkkkk !!


"Begini perlakuan kamu Mas? setelah aku sudah menerima ke kotoran dirimu, menerima pernikahan dan penghianatan mu dengan Gita !" Nadifa mengangkat wajahnya terus menantang Galih.


"Kamu !" Galih kembali mengayunkan tangan nya ke udara.


"Kamu mau tampar aku ! ayo tampar ! tampar Mas!" Nadifa semakin hilang kendali.


"Dasar perempuan Mandul, kamu tidak lebih dari seorang *******!"


Halilintar yang selalu ia takuti kini menerpanya langsung tanpa pemberitahuan, menghardik jiwa dan raganya saling bersautan, ia tidak menyangka bahwa Lelaki yang sudah di nikahi lima tahun ini rela menghina dan merendahkan dirinya.


Galih pun tersadar dengan perkataan yang sangat menyakitkan ini, ia pun memelas mau memeluk Nadifa.


"Puas sudah Mas? itu kan kata-kata yang selalu ingin kamu keluarkan! aku mandul !"


"Dan kini aku ucapkan selamat karna sebentar lagi kamu akan mempunyai seorang anak !" Nadifa menatap tajam mata suaminya itu.


Mata Galih berkaca-kaca, ia sadar sudah kelewat batas dalam berucap, ia pun kembali meraih tangan Nadifa.


"Jangan sentuh Mas, aku ini Kotor !


"Seperti yang telah kamu bilang tadi..Aku tidak lebih dari seorang *******!"


Galih bergantian merunduk, bersujud dikaki istrinya itu, ia amat merintih karna sudah menyakiti hati Nadifa. Nadifa pun mendorong tubuh Galih kebelakang.


"Ku tunggu surat cerai darimu!"

__ADS_1


Ahhhhhh...pecah kan ni bisul !πŸ™ˆ..OMG, kalian bakal nyesek gak yah? aku nih nulisnya sampe gemeter loh😭😭 pas banget lagi nulis ada lagu rossa yang judulnya hati yang kau sakiti..yaelah bikin tambah baperrπŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Dukung Nadifa selalu ya...Like dan Koment Guyss...πŸ–€πŸ–€πŸ–€ besok aku kebagian jatah WFH, insya allah akan crazzy UP lagi, stay tune yah cinta-cintaku..πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2