Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Bersahabatlah denganya, sedetik saja


__ADS_3

"Coba sekarang gerakan kakimu dengan pelan, masih sakit atau tidak ,"


"Sudah enakan mas, tidak seperti tadi ,"


"Alhamdulillah ya Allah ," Fajar mengucap syukur.


"Kamu masih mau disini, atau kembali saja ke ruangan ? nanti Dania akan mengambilkan kamu makan siang ," Malik langsung menembak cepat Nadifa dengan pertanyaanya.


Malik sepertinya sudah risih melihat mereka saling bercakap dan bertatap.


" Iya dif , nanti aku antarkan makan siang kita ke ruangan saja ," Dania pun bangkit meninggalkan mereka di ruang P3K


Nadifa pun mencoba bangkit dari posisi nya itu dan mencoba untuk berdiri, dengan spontan Malik dan Fajar secara bersamaan memegang tangan Nadifa untuk membantu berdiri.


Nadifa terdiam melihati mereka memegang kedua lengannya dan akhirnya Fajar yang mengalah melepaskan tanganya dari lengan Nadifa dan kembali Malik yang berkuasa tidak mau melepaskan tangannya.


"Terima kasih Fajar, sudah membantu kami, kembali lah makan , saya saja yang akan antar Nadifa keruangan..!" Perintah Malik membuat Fajar tidak ada pilihan lagi.


"Terima kasih banyak yah mas , mas fajar selalu membantu Nadif ," Nadifa memuji kembali Fajar tepat ditelinga Malik.


"Semoga cepat sembuh ya , saya duluan dulu ," Fajar pun memutar kembali tubuhnya untuk pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Mau aku gendong tidak ?" Malik menawarkan


"Sudah telat, sudah aku tidak mau berdebat untuk kali ini ," Nadifa cepat memutuskan hal itu, karena ia tau Malik akan kembali mengumpat macam-macam padanya.


Malik yang merasa iba melihat keadaan Nadifa saat ini dan merasa gagal dalam menjaganya, hanya diam menurut.


Malik memapah tubuh Nadifa dengan sangat hati-hati menuju ruangan mereka, setelah sampai diruangan dibantunya Nadifa untuk duduk dimeja kerjanya.


"Jika Dania sudah datang membawakan makan siang, makan lah langsung habis itu kamu bisa rebahan dulu, nanti aku yang antar kamu pulang," ucap Malik pelan agar suaranya tidak diketahui oleh karyawan lain yang sedang hening dalam pekerjaan mereka.


"Baiklah, kamu kembali saja ke sana untuk makan, aku disini bisa bersama Dania , cepatlah !" Nadifa memberi perintah agar Malik tidak telat makan karena kejadian ini.


"Baiklah sayang..," Malik pun berbalik menuju ruang meeting kembali.


"Makasi banyak ya mba," Nadifa mengucapkan kata itu kembali.


"Sudah ayo kita makan dulu dif, tubuh kamu itu masih kurang sehat sekarang ditambah lagi dengan kejadian seperti ini, aku tidak mau kamu sakit ,"


Nadifa sangat terharu akan sikap teramat baik yang ditunjukan Dania kepada dirinya.


"Sekali lagi makasi ya mba ,"

__ADS_1


Dania mengangguk sambil terus fokus dalam melahap semua makan siangnya.


" Oh ya dif , aku mau tanya nih, tapi entah apakah perasaanku sama seperti kamu apa tidak ," Dania bertanya.


"Iya mba, ada apa ? perasaan bagaimana maksudnya ?"


"Aku seperti melihat ada raut wajah ketidaksukaan pak Malik melihat Fajar, padahal selama ini pak Malik itu orangnya sangat frendly, 9 tahun aku bekerja dengannya belum pernah aku melihatnya marah ,"


Nadifa tetap santai mendengarkan Dania.


"Terlebih pada saat sikapnya di Ruang P3K, walau memang sih tidak terlalu signifikan ,"


"Wah..itu hanya perasaan mba Dania saja barangkali, Pak Malik mungkin hanya khawatir liat Nadifa jatuh tadi,"


"Oh iya sih ya, bisa jadi ,"


Nadifa pun bernafas lega ketika jawabannya dapat diterima dengan baik oleh Dania, seketika menhancurkan dugaan-dugaan Dania yang memang benar sesuai dengan kenyataan yang ada.


"Malik harus merubah sikapnya !" batin Nadifa bergeming serius.


**** Gimana cerita nya nih suka gak ? aku udah crazy upp nih menyalurkan beberapa cerita yang tersirat dalam benak ku enggak kerasa udah 00.58...yuk ah tidur..suamiku juga udah lelap banget tidurnya....

__ADS_1


Jangan lupa LIKE dan COMENT ya guys***


💛💛💛


__ADS_2