Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Perkelahian


__ADS_3

Hayy kesayangan aku balik lagi nih❤️


Keep Reading yah


***


Deru mesin mobil Malik melemah ketika ia melihat ada sebuah mobil lain terparkir didepan gerbang rumah Nadifa.


Kerutan dikening nya muncul dengan banyak, seolah berfikir siapakah pemilik mobil itu? lalu ia terdiam sebentar untuk mengingat-ngingat sosok mobil yang tidak asing dibenaknya.


"Fajar?" batin nya memuncak.


Jag.


Malik langsung turun dari mobil dengan langkah cepat, gerbang rumah memang sudah terbuka dari tadi jadi ia lebih leluasa untuk berburu menyelinap masuk.


Langkah kakinya terseok-seok tidak tentu arah, entah mengapa instingnya kali ini tidak begitu baik. Ia terus berdoa agar tidak menemukan pemandangan yang tidak-tidak didalam rumah ini.


Kemudian.


"Fajar!"


Ada suara melengking nyaring dari belakang tubuh Fajar yang tengah menggendong Nadifa yang sudah tidak sadarkan diri. Seketika kekuatan Fajar yang tadi nya kokoh lalu tergegap runtuh ambyar tidak berbekas.


Dentuman keras menyelimuti ruangan ini, Fajar menoleh sekilat lalu membalikan seluruh badannya. Terlihat untaian rambut Nadifa sudah melambai-lambai kebawah dengan tubuh tergolek tidak berdaya diatas lelukan tangan Fajar.


Delikan mata Malik yang begitu tajam dan kasar, mengeraskan kedua rahang seraya tengah menahan marah, terus ditujukan kepada Fajar tanpa ampun. Malik begitu histeris ketika melihat Fajar tengah menggendong tubuh wanita itu hendak menaiki anak tangga.


Kedua mata Fajar terbelalak kaget penuh frustasi kala dirinya sudah diketahui. Bibirnya membeku dengan tatapan menantang Malik.

__ADS_1


Dengan sangat gusar Malik melangkah cepat untuk menghadang lelaki ini.


"Ada apa Pak Malik kesini?" tanya Fajar tanpa tau rasa malu.


Ck ! Malik berdesis pelan.


"Harusnya saya yang tanya!" suara Malik makin menggelegar, Fajar sempat memejamkan matanya untuk menahan rasa kagetnya. "Ngapain kamu disini? lalu apa yang ingin kamu lakukan?" Malik melemparkan pandangannya dari Fajar lalu ke arah Nadifa. Wajah wanita itu terlihat begitu lembut dan halus.


Malik mengulurkan tangannya untuk meraih tubuh Nadifa agar berpindah ke dekapannya. Namun Fajar menghalau dengan tetap mempertahankan tubuhnya untuk tetap mendekap Nadifa.


Mata mereka saling bertatapan menusuk kedua bola mata masing-masing. Malik tidak pernah sebegini marah dan kasarnya. Karena ia merasa sudah berusaha untuk melepas Nadifa agar mereka bisa kembali ke jalan yang normal. Namun melihat aksi Fajar yang akan merusaknya kembali, membuat lelaki 35 tahun ini kembali geram dan seraya ingin menusuk jantung lelaki yang ada dihadapannya.


"Lepas! saya atasan kamu..!" ultimatum terpaksa keluar dari mulut Malik. Ia pun meraih tubuh Nadifa untuk meletakannya dulu di sofa.


"Masih belum move on Pak sama Difa?" Fajar meledek Malik, ia tidak kuasa menahan kesal karena rencananya sudah gagal.


"BERENGSEK KAMU--!"


"Saya memang pernah khilaf! tapi saya tidak akan menggunakan segala cara untuk merebut istri orang lain!" Malik terus meninju perut dan wajah Fajar.


Fajar pun tidak mau kalah, ia lantas membalas pukulan demi pukulan kepada Malik. Kedua lelaki itu kini berkelahi dihadapan wanita yang sedang tidak sadarkan diri.


"Ini bukan urusan anda Pak! jangan campuri urusan saya!"


"...Dasar Beedebaah!" Malik kembali memberikan hantaman ke arah Fajar.


Lalu kemudian.


"STOP--!!"

__ADS_1


Suara teriakan lagi-lagi menggema diudara, kedua lelaki ini diam sebentar, kedua mata mereka menoleh lalu tercekat karena melihat Nadifa sudah bangkit dari sofa sambil terus memegangi kepalanya menahan sedikit rasa pusing.


"Difa?" seru Malik menghampirinya cepat, lalu memegangi tubuh Nadifa agar terus berdiri tegak.


Fajar yang ingin melangkah maju akhirnya tercekat dengan tatapan Malik.


"Lihat dia!" Malik melirikan matanya ke arah Nadifa lalu dihempaskan lirikan itu ke Fajar "Difa lagi hamil, kami tega Jar begini sama dia?"


"Pak?" suara Nadifa menggema ditelinga Malik yang masih erat merangkul dirinya.


"Jangan berlebihan Jar! setiap perbuatan itu akan ada sebab dan akibatnya! bayangkan jika posisi Galih saat ini, akan terjadi dengan putramu dimasa depan? apa kamu akan rela melihat menantu mu diambil paksa dari sisi anakmu yang sangat mencintainya?


Malik memberikan ucapan yang sangat menohok dada Fajar. Seketika Fajar terdiam melamun sebentar, nafasnya masih tersengal-sengal kasar. Ia pun melangkah untuk mensejajarkan tatapannya dengan Malik.


"Saya ingin kamu pergi dari sini! dan jangan pernah memunculkan wajah kamu lagi dihadapan Difa apalagi di depan kedua mata saya! saya nggak akan segan-segan memberikan rekomendasi untuk pemecatan kamu!"


Nadifa yang masih merasa pusing hebat dikepalanya, ia hanya bisa diam, mendengarkan dan menatap nanar wajah Fajar. Ia masih belum faham apa yang terjadi saat ini dengan tubuhnya.


"PERGI SEKARANG!" Malik sekali lagi berteriak. Fajar pun berlalu dengan membawa kesedihan, kegagalan dan rasa malu yang teramat sangat.


Sungguh Nadifa dan Galih harus berterima kasih kepada Malik, karenanya kejadian yang tidak diharapakan tidak terjadi saat ini.


"Ayo duduk dulu, saya akan ambilkan kamu minum!" Malik menduduki Nadifa kembali disofa ia pun bergegas memasuki dapur dengan rasa sakit yang menjalar ditubuhnya karena baku hantam dengan Fajar yang menimbukan kebiruan disekitar sudut bibirnya.


***


Aku terharuu banget sama komenan positif kalian, dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗


Kaya biasa

__ADS_1


Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.


thankyou❤️😘😘


__ADS_2