Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Mengetahui Rahasia


__ADS_3

Tuk..Tuk..Tuk.. suara hentakan sepatu Fajar yang dibunyikan berulang-ulang ke lantai karna menunggu bertemu dengan relasi.


Karna mengingat Fajar bekerja dibagian Marketing maka ia harus siap sedia menawarkan beberapa produk perusahaan ke perusahaan lain.


Ia masih menunggu di lobi kantor.


"Aku dengar Pak Galih sudah menikah lagi dengan si Gita ya, katanya sekarang sedang hamil muda," terdengar ucapan salah satu karyawan yang sedang duduk juga di lobi.


"Parahnya lagi saat ini mereka hidup satu atap dengan istri pertamanya, kasian ya istrinya,"


"Mba Nadia ya,"


"Bukan Nadia tapi Nadifa nama istrinya,"


Begitulah percakapan yang didengar Fajar barusan, dia masih berfikir namanya yang digosipi mirip seperti Nadifa teman sekerjanya dan Galih teman SMP nya yang baru diketahuinya bahwa ia adalah suami dari Nadifa.


"Mungkinkah itu mereka... ?" Lamunan Fajar terputus ketika seorang wanita menghampirinya dan bersiap mengantarnya menemui langsung Manager pendistribusian produk.


Ia masuk kedalam ruangan meeting kecil dengan meja bundar yang hanya cukup untuk lima meja.


"Silahkan tunggu dulu disini ya Pak, nanti beliau akan turun menemui bapak," wanita pengantar tersebut berlalu dari pandangannya. Fajar pun mempersiapkan beberapa dokumen yang akan ia berikan kepada Manager yang ingin ia temui saat ini.

__ADS_1


"Assalammualaikum," Galih masuk ditemani Dendi kedalam ruang meeting, Fajar pun mengangkat wajahnya untuk bangkit menyambut.


"Fajar...!" Galih menyambut Fajar dengan pelukan suka cita.


"Enggak nyangka gue bro, lo yang jadi Managernya disini," Fajar menepuk bahu Galih.


Galih tertawa lalu mempersilahkan Fajar untuk duduk dihadapannya,"Biasa aja bro, ini semua karna rezeki istri," jawab Galih merendah.


"Dendi," Dendi mengayunkan tangan ke arah Fajar untuk berkenalan


Fajar tiba-tiba diam, ia teringat akan perkataan karyawan yang bergosip tadi sebelum mereka bertemu.


Fajar pun mulai memberikan beberapa dokumen kepada Galih dan Dendi, mereka tampak sangat teliti dalam memperhatikan apa yang ada didalam dokumen tersebut.


*****


Rapat bulanan bersama PresDir pun dimulai, hanya ada 6 orang diruangan ini. Seperti biasa disamping Malik ada Nadifa yang turut membantu dan menemaninya. Memberikan beberapa laporan yang siap mereka paparkan langsung kepada PresDir.


"Apakah Ibu Nadifa sedang sakit?" tanya Pak Wijaya ( PresDir DG) ia melihat Nadifa berbicara dengan suara parau karna serak dan terlihat wajahnya sedang tidak bugar.


Malik pun menoleh melihati Nadifa, dan ia pun meyakini itu.

__ADS_1


"Hanya sakit tenggorokan Pak, saya sepertinya terlalu banyak minum es," jawab Nadifa sambil tertawa kecil.


Pak Wijaya pun mengangguk dan kembali fokus ke rapat bulanan itu.


Karena Malik dan Nadifa saling bergantian menjelaskan laporan itu, mereka pun bersamaan memegang dokumen yang sama dan tangan mereka pun bersentuhan.


"Oh Maaf Pak," Nadifa melepas tangannya yang tidak sengaja menyentuh jari Malik.


Malik pun terdiam, ia baru sadar jika saat ini mereka sudah harus jaga jarak. Dadanya pun tetiba sesak karna melihat perlakuan Nadifa yang begitu cepat berubah.


Satu jam rapat telah selesai, beberapa Direksi dan Pak PresDir sudah meninggalkan ruangan ini. Tinggalah Malik dan Nadifa berdua dimeja sambil terus membereskan beberapa dokumen.


Biasanya setelah rapat mereka akan saling berpeluk karna saling mengucapkan terimakasih untuk lancarnya jalan rapat.


Tetapi hari ini sudah berubah, tidak ada lagi kehangatan yang muncul hanya ada luka yang tersembur didalam hati mereka masing-masing.


"Dif!" panggil Malik. Nadifa pun menoleh melihati wajah Malik yang sedang menatap dirinya agak lama, terlihat rasa rindu dan cinta tetap hadir saling menatap.


Malik pun menyudahi lamunan dimata mereka."Saya duluan ya," Malik memegang bahu Nadifa dan bangkit untuk berlalu dan meninggalkan wanita yang dicintai seorang diri meratapi kepergiannya.


Hayy kalean🖤🖤🖤..jangan lupa LIKE dan tinggalkan KOMEN kalian ya..terimakasih support nya dan terima kasih telah berbaik hati untuk memberi VOTE untuk cerita ini...kalian the best💕💕

__ADS_1


__ADS_2