Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Akan membunuhmu


__ADS_3

Suasana malam semakin naik menemani para manusia dibumi dengan rasa dingin yang melanda membuat buku kuduk merinding.


Sehabis makan malam dan mengantarkan anak-anak ke kamar mereka untuk tidur, Malik dan Kinanti kembali ke kamar mereka. pasangan suami istri itu hening terdiam terus melihat ke arah atap langit kamar mereka.


"Maafkan bunda yah," Kinanti membuka obrolah memecah keheningan diantara mereka. Malik masih terdiam, merasa kekecewaan masih didalam batin nya.


"Aku tidak memegang HP pada saat Wina telepon bunda," Kinanti menjelaskan lagi.


Malik masih terdiam terus menatap ke atap langit kamar didepan matanya. Lalu ia menoleh ke tas kerjanya, Mengingat belum membuka HP dari sepulang kantor lalu dirinya teringat Nadifa, Hatinya baru teringat oleh sang pujaan hati karena kecelakaan Letta yang membuat dia lupa.


Ingin secepatnya mengambil HP dari dalam tas namun ia urungkan karena Kinanti akan marah karna tidak fokus mendengarkan ia bicara.


"Ayah.." panggil Kinanti, membangunka Lamunan Malik akan Nadifa.


Malik mengambil nafas panjangnya dengan perlahan.


"Ya sudah, Ayah tidak menyalahkan siapapun dalam kasus ini, Hanya menyayangkan bagaimana jika kondisi anak kita parah lebih dari ini, dan orang tuanya tidak bisa dihubungi. Bersyukurlah kita mempunyai Wina," Malik menjawab, menarik selimut untuk menutupi tububnya yang mulai dingin karena AC kamar.

__ADS_1


Kinanti pun berbalik, menoleh dan memeluk Malik yang masih menyandarkan dirinya di kepala tempat tidur.


"Bunda Janji yah, akan lebih pantau mereka dari jauh," Kinanti mencium pipi Malik lalu berbalik ke arah kanan untuk tidur. ia merasa suami nya adalah suami terbaik yang selalu menyanyanginya dan menerima segala kekurangannya.


10 menit berlalu, dilihatnya Kinanti sudah mulai lelap tidur memasuki alam mimpi. Waktu sudah menujukan pukul 21.30 saat ini, ia turun dari ranjang berjalan menuju meja untuk mengambil HP nya yang berada didalam tas kerjanya.


Diusap layar HP yang sudah merah karna baterai sudah mau low. Kaget melihat banyak pesan Wa masuk dan yang paling bawah adalah pesan dari Nadifa.


"dia mengirim pesan dari jam 4 sore sampai saat ini baru aku buka, ia pasti khawatir," Batin Malik. Kebetulan Nadifa masih Online di Wa.


Malik :


Nadifa dan Galih yang masih berada dilantai bawah sehabis makan malam tetap terfokus melihat acara tentang kriminalitas di TV


Nadifa duduk dibawah permadani dan Galih berada disofa, Nadifa mentonton acara tersebut sambil memainkan HPnya. ia sedari tadi memang sedang menunggu-nunggu pesan dari Malik. Wajahnya tak ada manis-manisnya dari semenjak pulang kerja hatinya pun tidak karuan terus menerka-nerka apa yang terjadi dengan Malik dan Letta.


Tak lama simpul wajah bahagia nya pun muncul seketika melihat pesan dari Malik masuk.

__ADS_1


***Nadifa :


" *Syukur alhamdulillah, Aku sangat mencemaskanmu "


Malik :


"Jangan cemas, besok kita kan bertemu. Selamat tidur, Mimpikan aku..selamat malam..kasihku****,"


Pesan masuk itu membuah hati nadifa menari nari, pancaran sinar bahagia terpancar dikedua matanya, ia seperti mendadak tidak perduli ada siapa disampingnya. Melihat istrinya tersenyum dalam menatap HP, Galih pun memanggil istrinya dengan isyarat Mata.


Untuk mengalih perhatian agar tidak membuat Galih curiga, Nadifa kembali melihat ke acara kriminalitas itu.


"Jahat sekali suaminya, Karena hanya curiga kepada istri selingkuh ia tega mematahkan kedua jari tangan istrinya," Nadifa berucap kaget melihat apa yang ia perdalam dalam tontonannya itu.


"Mungkin jika aku diposisi dia, aku akan langsung membunuh istriku," ujar Galih menambahkan, membuat Nadifa menoleh dengan tajam kepada Galih. Sesekali ia melihati Hp nya yang sedari tadi sedang berbasan wa dengan Malik.


"Apakah kamu tega akan membunuhku, jika aku yang berada dipososi nya," Nadifa kembali bertanya untuk mengusir rasa penasaran akan jawaban dari Galih.

__ADS_1


"Iya betul, sekalipun itu kamu. aku memang mencintaimu tapi aku akan lansung membunuhmu..biarlah aku, kamu dan si perebut itu menderita semua," Tegas Galih. lalu mematikan TV dan menarik tangan istrinya untuk kembali ke kamar mereka.


__ADS_2