Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Perangkap


__ADS_3

Galih kembali bekerja diruangannya, matanya terus tertuju kepada Ipad dan menggeserkan tangan pada layar disana, sesekali sambil menyeruput kopi dicangkir kecil berwarna hijau lumut.


"Lih," sapa Gita yang tiba-tiba sudah berdiri didepan mejanya dan menarik kursi sedikit untuk mendudukinya.


Galih mengangkat wajahnya.


"Iya Git," balas Galih kembali melihati Ipad nya.


Dengan memasang wajah sedih ia pun mulai bersandiwara.


"Aku mau cerita lih,"


Galih mulai menghentikan tangan nya dari Ipad dan berbalik menatap Gita," Kamu kenapa Git ?"


"Tadi malam sepertinya ada pencuri yang mau masuk kedalam rumah."


Galih kaget dan semakin serius mendengarkannya.


"Kamu enggak apa-apa kan ?"


Gita bahagia dalam hati nya karena Galih mulai percaya," Aku si enggak apa-apa lih, kayanya pencurinya si belum masuk, tetapi pintu rumahku terlihat ada pahatan benda tajam dan sekarang menjadi menganga tidak bisa ditutup rapat, aku takut kalau malam nanti mereka mencoba lagi,"

__ADS_1


"Baik, aku saja yang akan betulkan," Ucap Galih mantap tanpa fikir panjang.


yesssss.....!!!! Gita menang kali ini. Ide dan Aktingnya sangat memukau..


"Atau mau sekarang saja lih, sekalian kita makan siang diluar lalu mampir kerumah ku," ajak Gita ingin mempercepat rencana jahatnya setiba dirumah.


"Okelah kalau begitu, kamu siap-siap saja. Aku tunggu di lobby."


Gita pun mengangguk dan bangkit dari duduk berjalan cepat menuju kembali keruangannya untuk mengambil tas.


Ia tidak sabar dengan memulai aksi jahat kembali setelah membuat Perusahaan dalam kerugian hanya karna kecemburuannya kepada Galih dan Nadifa, sepasang suami istri yang sah di mata Hukum dan Agama.


Wanita itu sudah berasa didepan pintu lobby menunggu datangnya mobil Galih dari tempat parkir, 10 menit kemudian mobil itu sudah muncul dan Gita dengan cepat naik dan duduk disamping Galih.


Galih mengangguk tanda setuju dan ia terus mengemudi dengan baik.


Gita terus berbahagia dalam hatinya, dia merasa sebentar lagi akan mendapatkan Galih sepenuhnya.


30 Menit berlalu, sampailah mereka dirumah Gita.


"Oh iya bekas pahatan," ucap Galih terperangah melihat sisi handel pintu seperti ada yang merusak," Sebentar, aku ke mobil dulu untuk mencari obeng."

__ADS_1


"Baiklah, aku buatkan kamu minum dulu ya."


Gita berjalan menuju dapur untuk membuat dua minum, satu untuknya dan untuk Galih. Dikeluarkan sebuah bungkusan berisi bubuk obat yang dimasukan kedalam minuman Galih, diaduk-aduk olehnya hingga merata tercampur semua.


Galih terlihat masih sibuk membetulkan handle pintu agar bisa digunakan kembali..beberapa saat kemudian.


"Alhamdulillah akhirnya," Galih tersenyum kepada Gita


"Wah hebat lih, kamu bisa. Ayo minum dulu mungkin sebentar lagi makanan kita akan datang," Gita menjatuhkan dirinya disofa.


Galih mengangguk dan meletakan obeng yang ia bawa untuk mengambil minum di meja yang sudah dibuatkan oleh Gita.


Jangan di Minum Galih...Please !!!


Gita terus fokus melihati Galih yang sedang minum dan langsung menghabiskanya tanpa tersisa, Ia merasa sangat haus setelah membetulkan pintu itu.


1....2....3...4...Pandangan Galih seperti buyar tidak jelas, remang-remang tidak karuan kemudian ia pun menjatuhkan diri ke Sofa.


Ia jatuh bukan karena pingsan tetapi tidak sadarkan diri karena obat tidur yang dituangkan Gita ke dalam minumannya.


"Oh..sayangku, kamu sudah tidur ya ?" Gita meledek tertawa lepas, kemudian ia memapah tubuh Galih untuk ikut bersamanya kedalam kamar.

__ADS_1


Apa yang mau dilakukan oleh Wanita sinting ini, begitu mencari banyak cara untuk mendapatkan Galih, bertahun-tahun mengalah untuk Nadifa yang tidak kunjung memberikan anak kepada Galih.


Cinta memang membutakan akal sehat yang sesang merasakannya, terlupa akan moral dan adab.


__ADS_2