
Nadifa kembali dalam posisi semula, ia terus menatapi jalan dengan rasa yang campur aduk menyelinap masuk menghantui dirinya. Perasaan cinta dan nafsunya yang terbayar indah. Ia tidak akan membayangkan dirinya sudab sejauh ini menjalaninya dengan Malik.
Malik pun tetap mengemudi dengan fokus dan santai, ia lebih bisa mengontrol dirinya untum tetap bersikap biasa.
Sesekali Nadifa menghela Nasfasnya dengan teratur. Kemudian tangan Malik diarahkan ke bangku belakang untuk mengambil botol minum kemasan, ia membuka nya dan terlebih dahulu meminumnya dan setelah itu memberikan kepada Nadifa agar lebih rileks.
"Minum dulu sayang," Ucap Malik. Nadifa pun mengambil air botol itu dan meminumnya sampai habis. Malik pun tertawa terbahak-bahak..
"Haus ya, karena abis olahraga..," Ledek Malik , lalu Nadifa memukul-mukul pundak Malik dengan tekanan kecil. ia kembali memeluk Malik dan menjatuhkan kepalanya disana.
"Aku tidak ingin menyudahi waktu kita ini ," Nadifa bergumam.
"Kita akan selalu bersama," Jawab Malik.
Beberapa lama kemudian, kurang dari 2 meter kantor Galih, mobil mereka pun sampai. Malik pun membangunkan Nadifa yang tak sengaja tertidur sebentar didekapan nya.
"Bangun sayang, sudah sampai," Malik mengelus-elus lengan Nadifa. Nadifa pun membuka mata dan memposisikan kembali tubunnya seperti semula dibangku samping Malik, ia mengeluarkan sisir dari tasnya untuk menyisir rambutnya yang panjang serta wangi itu, ketika mau mengoleskan kembali lipstik yang berwarna pink dibibir yang sudah luntur karena permainan mereka.
__ADS_1
"Jangan cantik cantik, nanti ada lagi yang menyukaimu ," Malik berucap tidak santai.
"Memang begitu kan ," Nadifa terus berdandan di dalam mobil.
"Siapa memangnya ?" Malik menyengitkan dahinya.
"Suamiku lah..hahahah," Nadifa tertawa, itu sama sekali tidak membuat Malik tertawa sama sekali, melihat seperti itu Nadifa kembali merayu nya.
"Jaga kesehatanmu ya sayang..senin kita bertemu kembali ," Nadifa kembal mencium kening pipi dan bibir Malik.
"miss you too," Nadifa melepas seat belt nya dan membuka pintu untuk turun dengan cepat. ia tidak menunggui mobil Malik berjalan dahulu, ia tetap melangkahkan kakinya dengan cepat karena tidak ada yang ingin melihatnya turun dari mobil Malik.
Malik masih terdiam didalam mobil mengawasi Nadifa dari belakang, iya meyakinkan dirinya supaya Nadifa sampai dulu dikantor Galih dengan selamat.
Ketika Nadifa sudah hampir masuk kedalam gerbang kantor, ia pun menoleh sedikit ke arah mobil Malik yang masih terdiam dibelakang sana.
Dirasanya Nadifa sudah sampai memasuki gerbang, mulailah Malik menjalankan kembali mobilnya dan berlalu bersama bayangannya meninggalkan Nadifa.
__ADS_1
Nadifa berjalan memasuki loby kantor untuk menemui sang suami dengan membawa kebahagiaan yang baru ia rasakan bersama Malik tadi, seperti nya ia mendapatkan energi baru didalam hidupnya.
Hati wanita berusia 26 tahun itu sedang dimabuk asmara kalau dibilang mungkin ia sedang memasuki masa-masa pubertas nya. hari ini mereka bisa mengontrol diri mereka, entah kedepannya akan seperti apa.
tidak sanggup membayangkannya.
Seorang security menghampiri Nadifa dengan senyum dan ramah, ia cukup mengenali Nadifa sebagai istri salah satu manajer di kantor ini.
"Selamat sore bu, bagaimana kabarnya?" tanya security itu dengan sopan.
"Alhamdulillah baik pak, semoga kabar bapak dan keluarga sama baiknya seperti saya," Jawab Nadifa kembali sopan kepada lawan bicaranya yang sudah berumur itu.
"Silahkan bu naik keatas, Pak Galih masih diruangannya,"
"Terima Kasih banyak ya pak," Nadifa memberikan senyum cantiknya dan berjalan melangkah menuju lift.
"Pantas pak Galih sangat sayang sama dirinya, sangat cantik dan sopan," batin security sambil melihati Nadifa dan kembali duduk dimeja nya dekat pintu masuk.
__ADS_1