Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Memecah Kerinduan


__ADS_3

**Hayyy kesayangan, untuk mengobati rasa kegantungan yang kalian alami..nih aku balik lagi🔥🔥


meet baca guys🔥🔥🤗**


Galih merasa tidak ada percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia merasa ini seperti mimpi tidak nyata, lalu ia memukul-mukul pipinya berharap ia cepat bangun dari mimpi.


Nyatanya tidak ! ini asli ! ini nyata


"Sayangku!" sisa-sisa suara parau ketidakpercayaan dari mulut Galih.


Yasssss....!!


Tubuhnya langsung menyergap Nadifa dengan pelukan erat, sangat erat tidak mau lepas, ia menangis dalam pelukan itu. Nadifa tampak kaget tidak bergeming, sikap galih diluar ekspektasinya.


Suaminya rindu padanya ! masih mencintainya !


Diciumi dahi Nadifa, kedua pipi kiri dan kanan secara bergantian, hidung dan bibir dengan isak tangisnya.


Ia tidak perduli lagi dengan Malik dan Kinanti yang masih berdiri takjub melihati pertemuan dua insan yang dirundung kerinduan amat panjang dan dalam.


Nadifa hanya tetap diam mematung tidak membalas. Air matanya pun turun didekat ekor matanya, Ia merasa sangat lunglai saat ini, kegugupan yang semenjak tadi menyerang seperti langsung sirna membawa kekuatan.


Galih mendekap lagi istrinya, memeluknya lagi dengan erat, menaruhkan semua asa dan keletihannya menunggu Difa untuk kembali datang, wanita yang sudah pergi meninggalkannya selama tiga bulan, tanpa bisa bicara dan bertemu bertatap wajah.


"Galih memang sangat tulus mencintai Difa!" batin Malik terus melihati mereka tanpa celah dan sekat.

__ADS_1


Malik pun meraih tangan Kinanti untuk membawanya pergi dari tempat itu, menjauh untuk membiarkan mereka berdua menikmati pelepasan rindu.


Ia tau sehabis ini Kinanti akan memberikan pertanyaan bertubi-tubi padanya, mengapa bisa datang dengan membawa Nadifa, apa kaitannya dengan Galih, mengapa Galih bisa bersikap seperti itu kepadanya.


"Aku berharap, kalian kembali bersatu!" Malik berdoa dalam hatinya terus mengayunkan langkah membawa Kinanti berlalu.


"Sayang?" ucap Galih mengangkat tangannya dan meletakannya di kedua pipi Nadifa, terus melihati kedua bola mata Nadifa yang masih dirundung degan ledakan air mata disana.


Galih melihati perubahan yang terjadi dalam tubuh istrinya. Nadifa begitu cantik, lebih ramping dan terlihat lebih muda dan segar. Tidak terlihat seperti orang yang sedang dilanda kedukaan.


"Aku ingin mendonorkan darahku untuk Gita, Mas," suara Nadifa tegas tanpa bisa dibantah.


Galih pun menduduki Nadifa dikursi, agar merasa lebih tenang. Ia harus menanyakan betul-betul keinginan Nadifa ini yang mau membantu istri kedua nya itu.


Hatinya masih beku karna sakit !


"Kamu sangat berharga untukku, sungguh ! sangat ! maafkan segala apa yang telah aku ucapkan, itu semua hanya emosiku saja," Galih merundukan wajahnya, ia memelas melihati Nadifa dan mengenggam erat tangan yang selalu dirindukan untuk membelai dirinya.


"Kamu betul Mas, ucapan mu waktu itu telah membuka kedua mataku, agar aku tidak selamanya menjadi parasit dalam keluarga kalian, antara kamu dengan Gita ! Aku merasa semesta telah mengakhiri garis perjodohan kita!" balas Nadifa menghentikan seluruh tangis nya yang berpeluh.


Galih pun terperanjat, ia turun ke bawah lantai menyigap kaki Nadifa dan merintih disana. Galih mendongakan wajahnya untuk melihat Nadifa yang masih tidak mau menoleh kepadanya.


"Demi Tuhan, bukan itu kemauanku ! kamu lebih tau bahwa aku lebih mencintai dirimu dari pada diriku sendiri, hanya untuk kamu! maafkan lah suamimu ini yang terlanjur berdosa kepada rumah tangga yang telah kita bina !"


Ucapan memelas, penyesalan dan permintaan maaf sepertinya tidak mempan menangkal hati Nadifa untuk mau menerima suamiya kembali.

__ADS_1


"Seperti yang kamu bilang, aku Mandul, Mas ! aku tidak bisa memberimu kebahagiaan seperti istrimu itu.." ucapanya terhenti, ia pun menangis sejadi-jadinya, menutup wajah dengan kedua tangannya. Tidak dapat menutupi rasa sesak dalam dadanya kembali mencuat, rasa sakit tiga bulan yang lalu menganga kembali.


kata-kata itu sangat menyakitkan !


Galih amat merasa bersalah, ia menyesal sejadi-jadinya pernah menghina orang yang paling ia cintai, itu memang hanya emosi saja yang keluar secara spontan karna ia merasa telah dikecewakan dengan sebuah penghianatan.


"Aku tidak perduli apapun wujudmu sekarang, aku tidak lagi melihat kebelakang, aku hanya ingin kamu, disini..!" Galih meraih jari jemari Nadifa dan meletakkan didadanya.


Nadifa pun baru sanggup melihati wajah suaminya, wajah yang baru menunculkan air mata lagi, setelah terbongkar tragedi pernikahannya dengan Gita.


"Ceraikan aku Mas, dengan begitu hidupmu kedepannya akan jauh lebih bahagia! menikmati hidup bersama anak dan istri tanpa takut tersandung selalu masalah dengan ku, aku tidak akan menuntut apapun dari kamu, aku hanya ingin kamu menuruti itu!"


Galih terus menggeleng, ia tidak mau."Aku masih cinta sama kamu!" suara Galih melengking, ia emosi. Tidak suka mendengar kata-kata perceraian.


"Tapi aku udah enggak cinta sama kamu, Mas!" Jawaban Nadifa seolah seperti air mendidih yang siap menguliti setiap kulit agar habis sampai ketulang.


Galih emosi, tangannya diarahkan memukul tiang pintu besi yang bertengger kokoh dihadapanya, untuk mencurahkan kekesalan yang tidak bisa dibendung.


Luka robek pun menganga, darah menetes pelan. Nadifa pun shock dengan apa yang ia lihat akibat ucapan yang baru ia keluarkan.


"Mas!!"


***


Buat yang belum LIKE dan KOMEN dari Part Awal, bisa bantu yah buat nge LIKE🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2