Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Keheningan


__ADS_3

Pertengkaran semalam membuat Galih memilih untuk tidur diruang kerja. Menghabiskan waktu nya dengan menatapi layar komputer semalam suntuk.


Ia membiarkan sang istri dan anak nya sendirian dikamar. Bersyukurlah semalam Nadifa tetap tidur nyenyak tanpa ada rewelan dari dua anak nya. Ia tidak muntah-muntah dan Gifali tidak merengek.


Dibuka pintu ruang kerja pelan-pelan, Nadifa setengah mengintip lalu melebarkan separu ketika merasa benar suami nya tengah berada disini. Galih tertidur menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, dengan beberapa gelas kopi serta kacang kulit yang berserakan di meja dan beberapa jatuh ke lantai.


Nadifa saat ini kuat, dia sudah tidak menangis. Dia tidak perlu lagi kabur seperti dulu karna saat ini ia tahu, bahwa sebuah rumah tangga lambat laut akan menepi untuk berhenti berlayar dan akan akan kembali berlayar untuk siap diterjang ombak.


Dimana kesanggupan seorang istri menemani suami, dan begitu pun suami kepada seorang istri.


Ketika ijab qabul telah dikumandangkan, berarti kita harus sudah siap menerima segala kekurangan untuk dijadikan suatu kelebihan.


Suami mu bukan lah malaikat mu yang bebas dari kesalahan, dan istri mu bukanlah bidadari mu yang lepas dari kekurangan.


Nadifa mengelus tubuh suaminya yang terlelap, ia pandangi wajah itu rapat-rapat. Terlihat urat-urat kesedihan melebar disana.

__ADS_1


"Ini lah tubuh yang selalu ia pakai untuk mencari Nafkah, menghidupi ku selama ini. Teganya aku dulu menghianati mu, berbagi cinta dengan Malik ! wajar jika kamu marah, benci dan terus mencurigai ku. Karna aku tau cinta itu tidak untuk di bagi, dan kamu telah kecewa ketika aku membagi nya dengan Malik!"


"Walau dengan tangan mu pula, kau juga tega menghianati ku dengan Gita, menikah dan menghamili nya. Apakah pengorbanan ku hidup seatap dengan istri keduamu, menerima mu kembali dan mengurus anak mu dengan cinta tanpa pilih kasih dari ku, belum cukup untuk kamu mau memaafkan aku seperti aku memaafkan kamu?"


Nadifa terus merintih, tapi ia tidak menangis. Ia tidak akan gegabah untuk mencari keributan lagi, ada Gifali yang ia cintai dan ada bayi yang tengah dikandung butuh kasih sayang sang papa. Tentu Nadifa tidak akan bisa hidup terpisah dengan mereka.


"Mas?" ucap Nadifa pelan mengguncangkan lengan suaminya. "Ayo bangun, katanya mau masuk kerja?"


Galih seketika menyeka matanya yang setengah mengantuk.


Dia diam sebentar, baru teringat dengan ucapan nya yang akan masuk kerja hari ini. Padahal ia sudah minta cuti sampai hari ini.


Ia masih marah, ia masih kecewa !


Sejam berlalu. Galih sudah pergi dengan pakaian kantornya, mengacuhkan diri pada setiap sapaan istri. Ia pergi tanpa sarapan, tanpa kecupan di kening sebagai pengantar kepergian aktivitas seperti biasa. Galih pun sakit melalukan hal ini, tapi ia hanya manusia yang sedang berkontraksi dengan naluri dan batin nya. Sesekali ia mempercayai teguh sang istri dan ingin memeluk serta menciumnya mesra, namun ia kembali teringat dengan ucapan Fajar yang begitu menyakiti hati nya.

__ADS_1


Padahal ia telah melupakan bagaimana hati Nadifa ketika tahu bahwa dirinya telah menghamili dan menikah dengan Gita dibelakang diri nya dan mau menerima dengan ikhlas serta mencintai anak hasil hubungan mereka.


Nadifa hanya bisa melihati sosok suaminya dari bali tirai jendela sambil menyusui Gifali didekapan nya. Sosok suami yang sedari kemarin telah membuat ia menjadi seorang istri yang paling beruntung di dunia ini. Lalu berubah menjadi seorang istri yang paling menderita dalam waktu sekejap.


****


Galih terus mempercepat lajuan mobilnya, ia mengemudi dengan perasaan tak tentu arah. Ada perasaan menyesal karna sudah keluar dari rumah tanpa bersitatap dengan sang istri terlebih dahulu. Bahkan bibirnya terasa seperti kering ketika tidak mencium Difa.


Ia terus menekan pedal gas nya menembus angin-angin yang ada disekitar tengah jalan. Ia membelokan stir mobil nya ke arah berlawanan dari jalan yang selalu ia lalui.


Kali ini tidak mengemudikan mobilnya ke arah kantor melainkan ke tempat lain yang bisa membawanya untuk berfikir jernih dari masalah yang tengah ia hadapi.


Semoga saja Galih tidak lagi salah jalan.


***

__ADS_1


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.


Hatur Nuhun 😘😘😘


__ADS_2