
Nadifa masih memainkan jari jemarinya dengan kumpulan bawang dan cabai untuk menyatukan mereka menjadi bumbu masakan yang nikmat.
"Ada apa ya, kenapa hatiku deg-degan kaya gini," kata Nadifa dalam hatinya. Fikiranya terus berpusat kepada Malik.
Entah mengapa, padahal hari ini mereka sudah bertemu melepas rindu.
Cuarrrr...darah bercucur dari jarinya, pisau yang ia gunakan mencacah kulit jemarinya.
"Aduh..," suara Nadifa mengundang Galih yang sedari tadi duduk di meja makan memainkan Ipadnya untuk bangkit menghampiri dirinya.
"Kamu kenapa ?" Galih mendekati Nadifa. Melihat jarinya masih mengeluarkan darah Galih pun menghisap darah itu dengan reflex dan memuntahkannya ke wastafel.
"Dif, aku boleh minta...," suara Gita terhenti ketika melihat Galih sedang mengisap jari Nadifa yang luka karna ketidaksengajaannya.
Nadifa ingin melepas namun Galih memaksa tetap mengisap dan membersihkan luka itu.
"Tahan Gita, sabar!" batin Gita bergeming.
Gita menghampiri mereka,"Kamu kenapa Dif?"
Galih masih membersihkan jari itu ke bawah kucuran air di wastafel.
"Ke iris pisau Mba," Nadifa masih melihati jarinya yang sedang diobati.
"Dirumah ini aku mempunyai dua istri, tapi yang selalu sibuk didapur hanya istriku yang ini," Galih mencium pipi Nadifa.
__ADS_1
Gita hanya bisa diam tanpa menjawab apa-apa.
"Enggak apa-apa Mas, aku senang lama-lama didapur, aku enggak perlu bantuan siapapun," Nadifa menyemangati Gita agar tidak termakan ucapan Galih yang menyakitkan.
"Baiklah, masak yang enak. Aku sudah lapar sekali," Galih pun berlalu menuju ruang kerja.
"Aku enggak bisa masak Dif, maaf enggak bisa bantu apa-apa dirumah ini," Gita memelas sambil sesekali memegangi terus perutnya.
Nadifa juga wanita normal yang mempunyai perasaan sensitif, ada kalanya ia kuat dan ada kalanya ia tumbang.
Ia sangat ingin berada diposisi itu, bisa hamil dan mengandung anaknya sendiri. Wanita mana yang akan sanggup bersahabat dengan keadaan hidup seperti ini.
"Nanti aku ajari kamu masak, sekarang bantu aku saja mencuci sayur dan menyianginya Mba."
****
Malam ini Galih dipaksa oleh Nadifa untuk mau tidur sekamar dengan Gita, Nadifa menakuti Galih jika Gita stress maka akan berpengaruh kepada janin yang sedang ia kandung.
Galih tadinya urung, namun akhirnya ia menyetujui apa yang dimaui oleh Nadifa.
Jam sudah menunjukan pukul 22:00 Wib, Nadifa keluar dari kamar nya berjalan menuju ruang TV, ia hanya ingin memastikan apakah suaminya tidur di sofa lagi atau tidak.
"Enggak ada rupanya, berarti sudah berdua dikamar, syukurlah,"
Nadifa selalu menyimpan rasa sakit yang begitu menyayat kulit sampai ke pori-pori. Ia merasa tidak akan menjadi wanita kuat jika tidak mendapatkan masalah seperti ini.
__ADS_1
Sudah 1 jam berlalu, Nadifa sudah terlelap dalam tidurnya namun tiada sangka ada tangah yang masuk dibawah lengannya menyentuh dan memeluk tubuhnya dari belakang.
Ada Galih yang menaruh kepalanya menyender di tengkuk Nadifa.
"Mas," Nadifa dengan suara berat karena mengantuk.
"Aku enggak bisa tidur kalau enggak peluk kamu sayang," Galih berbisik ditelinga Nadifa. Ia menciumi telinga, leher dan turun ke bahu Nadifa. Menciumi kulit putih mulus dan wangi itu.
Nadifa pun sudah tau apa yang terjadi setelah ini, namun ia sudah letih dan tidak bisa melakukan perlawanan apa-apa.
"Aku ingin kamu hamil, malam ini aku ingin, kamu diam saja biar aku yang bergerak melayanimu," Galih terus berbisik ditelinga Nadifa, membuat mereka saling bertautan dan menegang.
Gita yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya menoleh ke samping melihat tidak ada suami disebelahnya, ia pun turun dari kamar dan mencari.
Di susuri ke ruang tamu namun tidak ada, keruang kerja pun tidak ada. Lalu kakinya terhenti tepat dikamar tamu yang ditempati Nadifa sudah 2 hari ini.
"Aaaasss....Mas," terdengar suara Nadifa mendesah hebat.
"Iya sayang...ehmm" Lalu ditimpali dengan desahan Galih.
Gita kaget dengan apa yang ia dengar saat ini, ia memundurkan tubuhnya lalu berlari ke kamar. Ia sangat hancur mendengar semua itu, ia tidak menyangka Galih sangat sulit untuk ditaklukan.
Hayyy sayang-sayangkuu...aku apreciate banget sama comenan kalian...aku sangat terhibur dan bersemangat dalam mengenyangkan mata kalian...
Like dan Coment selalu ya....🖤🖤💕
__ADS_1