Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Mama, tolong aku!


__ADS_3

"Ahhhh...!" Nadifa merintih dan meringis memegangi kepalanya yang sakit serta tangannya yang perih, luka itu sudah terutup dengan baik oleh perban.


Matanya masih menyipit belum sempurna untuk melihat, ketika tenaganya sudah kembali, lalu ia tersadar dan berteriak kembali dengan kencang dan menangis kembali tidak karuan.


Sikap nya ini membuat Galih seketika bangun dengan kekagetan amat dasyat.


Rumah tangga ku hancur sudah !


Galih langsung mendekap Istrinya dengan kencang, ia tetap memeluk tanpa mau melepaskan, Nadifa hanya menangis tidak ada tenaga untuk melawan.


Galih menangis..Nadifa menangis, mereka sama-sama menangis dalam rintihan hujan yang masih belum redah malah semakin menggelegar.


Beginikah rasa sakitnya, dihancurkan oleh suami sendiri?


Pedihya terasa seperti ayam yang sedang dikuliti hidup-hidup atau seperti cabut gigi tanpa menggunakan bius terlebih dahulu.


"Mamah...!!!" Nadifa teriak memanggil alm.ibunya, ia ingin ibu nya datang untuk memegangi dan menguatkan dirinya kini.


"Mama...tolong aku!" Nadifa kembali berteriak tidak tentu arah, semakin sesak dada dan sangat berat, sampai hidungnya terasa tebal dan sulit untuk bernafas.


"Lepaskan aku!" Nadifa melepas rangkulan suami yang menyiksa dirinya.


Galih tetap tidak mau melepas, ia pasrah jika harus dipukuli oleh Nadifa.


"Lepaskan aku!" Nadifa sekuat tenaga mendorong tubuh suaminya menjadi terpental sedikit menjauh darinya.


"Kamu kotor, Mas!" Nadifa memaki dengan kecang dengan air mata yang tidak mau surut.

__ADS_1


Galih kembali mendekatinya dan memeluk


"Lepas !" Nadifa mendaratkan tangan nya untuk menari kasar di tulang pipi kanan dan kiri kepemilikan Galih.


Galih seperti kebal, ia tidak perduli dengan semua kekasaran itu, yang tidak pernah ia temukan selama menikah dengan Nadifa.


"Begitu teganya kamu, Mas!"


"Menikahi dan Mengha....!" bibir Nadifa tertahan tidak mampu berucap, ia menangis lagi dengan isak amat berat.


Ia sulit berbicara, karena sesakan tangis susah untuk mau diledakan.


"Sejak kapan!" Nadifa memaki


Nadifa memegang wajah Galih yang masih menangis memeluknya.


"Apa salah ku,Mas ?"


Galih menggeleng dan menggenggam tangan istrinya, Nadifa pun melepas dengan kasar.


"Apa kamu sudah frutasi menunggu ku untuk memberi mu anak ?"


Galih menggeleng kembali dan menggenggam tangan istrinya, Nadifa pun melepas kembali dengan kasar.


" Apa aku sudah tidak ada harganya,Mas ?"


Galih mendekap wajah istrinya, ia menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Kenapa bisa dengan Mba Gita ? apa setiap hari dikantor kalian bercinta dibelakangku? berpeluk kasih dan melupakan aku?"


Nadifa kembali merintih, mengacak-ngacak rambutnya, melempar-lempar kan bantal ke tubuh Galih.


"Kamu selalu mencurigai aku, memata-matai aku, dan cemburu buta! apa ini untuk menutup kejahatanmu ?"


Galih menaikan satu jarinya ke bibir Nadif, hatinya tercacah amat ngilu, tidak mau dengar.


Nadifa menghempaskan jari itu ke udara dan kembali mendorong Galih.


"Ceraikan sajalah aku, jika kamu sudah tidak cinta, Kembali kan aku untuk hidup sendiri jika kamu lebih mendamba perempuan itu, perempuan yang selalu kamu puja-puja menjadi sahabat yang baik!"


"Maaf jika 5 tahun ini pelayananku masih kurang untukmu, perhatian ku masih belum sempurna sehingga menutup kedua matamu!"


"Aku tidak akan berbuat sekeji ucapan mu yang pernah kamu ucapakan dulu, nika aku ketahuan berselingkuh, maka kamu akan membunuh ku sekalipun kamu cinta."


"Aku tau, Kamu pasti tau dimana letak pengadilan agama!"


"Aku ucapakan selamat untuk pernikahan keduamu yang telah berhasil menghadirkan seseorang anak yang telah kamu inginkan sedari dulu,"


Galih mengerang dalam tangisannya, ia seperti tersayat langsung oleh pedang tajam, benar semua perkiraannya, ia lebih memilih mati saja hari ini.


Rintihan tangisan mereka terus diringi oleh pecutan halilintar yang menggelegar diikuti cahay kilat yang muncul samar dibalik gorden jendela kamar yang langsung menatap alam.


**Semoga aja kalian yang baca keikut nangis yah...karna aku juga pas buat episode ini keikut baper dan mewek..hahaha..adeuhπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Happy reading yah...semangatin aku untuk like dan coment yah..biar terus di crazzy Up..

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2