Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Cinta kan membawamu


__ADS_3

Pagi ini Malik masih merasa sesak, semalam suntuk kepalanya terus berpusat dengan wajah Nadifa, rasa bersalah kian memuncak ditemani rasa rindu yang sangat menggelitik jiwanya.


Raganya seraya tidak perduli lagi..saat ini ia hanya ingin peluk Nadifa !


Begitu cepat ia melangkahkan kakinya dari basement menuju lift untuk sampai diruangan kerja mereka, ia ingin cepat melihat wajah mantan kekasihnya itu.


Lalu lagi dan lagi hanya kehampaan disana, dilihat meja Nadifa masih kosong tidak berpenghuni.


"Mungkin masih dijalan," fikirnya dan melanjutkan kembali langkah kakinya menuju ruangan kerja.


Ia belum mood melakukan apa pun hari ini, komputer dihadapannya belum sama sekali ia sentuh, beberapa dokumen-dokumen yang telah menumpuk di meja tidak digubrisnya.


Yang ia ingini saat ini hanyalah Nadifa...bertemu Nadifa.


Matanya dipusatkan ke arah pintu masuk ruangan, berharap sosok Nadifa lah yang muncul setelah beberapa karyawan yang mulai berdatangan.


Dilihatnya Dania sudah datang dan duduk dikursi kerjanya, Malik semakin gelisah matanya terus melihati jam di dinding karena ia belum juga melihat batang hidung Nadifa datang saat ini.


"Sudah jam berapa ini, dia belum datang juga," Malik mengerutkan dahinya, menaikan alisnya sedikit ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 09:00 pagi.


Lalu ia merogoh kantong dan meraih HP nya, dicari kontak Nadifa namun tidak ditemukan."Aduh...aku lupa kalau kontaknya sudah aku hapus dan aku blokir, mana enggak hafal lagi nomornya!" Malik berdecis tidak karuan.


Ia pun memutuskan untuk mengakhiri kerisauannya dengan mencari ada apa dengan Nadifa lewat Dania."Nia, Nadifa kemana? saya butuh laporan yang sudah direvisi," Malik mencoba mengelabui Dania dengan tujuannya.


"Oh ya maaf Pak, saya lupa buat ngasih tau Pak Malik, kalau kemarin Nadifa sempat jatuh pingsan disela-sela rapat, akhirnya dibawa ke rumah sakit dan harus di rawat inap, kena demam berdarah katanya Pak,"

__ADS_1


"Ya Allah, sekarang dirawat dimana? tanya Malik tidak bisa menyembunyikan ekspresi kekhawatirannya, membuat Dania semakin percaya akan hubungan mereka berdua.


"RS Merpati Pak, kamar 3 VVIP...,"


"Ok Makasi Nia," tanpa basa-basi Malik pun pergi berlalu meninggalkan Dania yang masih belum selesai dalam bicaranya.


Malik terus melangkah cepat menuju basement, hatinya sedih tidak karuan. Ia tidak perduli lagi dengan yang sudah terjadi.


Sekarang ia hanya ingin Nadifa.


Nadifa nya...Nadifa ku !


****


"Berangkat aja Mas, aku udah enakan kok, sekarang," bujuk Nadifa menyuruh Galih untuk berangkat dulu menghadiri rapat penting bersama PresDir.


"Baiklah sayang, aku tinggal dulu sebentar. kalau butuh apa-apa hubungi aku ya," Galih mencium dahi Nadifa.


Nadifa mengangguk, Galih pun melepas pelukannya dan berlalu dari kamar...


Belum ada 10 detik, ada langkah kaki terdengar masuk kedalam lalu menghampirinya.


"Mas, ayo berangkat nanti keburu mulai rapatnya," Nadifa menggelengkan kepala melihat Galih kembali masuk seperti tidak mau pergi meninggalkannya.


"Aku enggak tega liat kamu sendirian sayang,"

__ADS_1


Nadifa menggeleng tanda tidak suka dengan pernyataan itu," Baiklah aku pergi, secepatnya aku akan kembali, muach..!" Galih memberikan kode cium dimulutnya ke arah Nadifa.


Kembali ada langkah kaki terdengar masuk kedalam lalu menghampirinya lagi.


"Mas!" Nadifa menggelengkan kepalanya ke arah Galih, ia kesal melihat suaminya yang bersikap seperti anak balita.


Lalu Nadifa menyeka selimutnya dan bangkit untuk turun dari tempat tidur, menggeser tiang infusan berjalan ke arah Galih dan mendorongnya keluar


"Sudah sana, nanti kan bisa pulang cepat!"


Galih sudah terdorong keluar dan pintu kamar sudah ditutup rapat oleh Nadifa.


Ia pun berjalan kembali menyeret infusan menuju tempat tidurnya, terdengar kembali ada suara handel pintu yang terbuka, ia merasa Galih masih tidak jera.


Ia pun menoleh dengan cepat


"Mas kenapa lagi....", Mendadak suaranya seketika terhenti. Matanya terbelalak, bibirnya terkunci rapat, tetiba membuat akral tubuhnya panas kembali, ia diam mematung rasa tidak percaya, melihat seseorang yang kini ada dihadapannya....


Ada Malik yang kini sudah berdiri diambang pintu melihati dirinya yang sangat pucat, kurus, kucel karna belum mandi, rambut terurai berantakan dan ada mata panda menghiasinya kedua bola matanya, Nadifa masih berdiri dengan tiang infusan yang terus mengiringi dirinya tidak mau lepas..


Mereka terus saling menatap dan saling berhadapan dalam jarak 3 Meter.


Malik yang cinta dan teramat sayang kemudian berlari memeluk cahaya Mataharinya yang sudah dua minggu redup menutup cahaya hidupnya.


**Darrrrr...pengenyaa pas mereka berpeluk gini, author pengen ngasih lagu " Cinta kan membawamu kembali disini"...yeayy..

__ADS_1


Like dan Komen ya Guysss...🖤🖤**


__ADS_2