
"Saya ingin bicara dengan Anda!" tatapan Galih membara seperti tersembur api panas yang akan menyeruak keluar.
Malik seperti sudah mengerti apa maksud dan tujuan Galih.
"Ayo!" Malik membawa Galih ke suatu ruangan yang hanya akan diisi oleh mereka berdua.
Malik dan Galih duduk berhadapan, saling menatap dalam kemarahan, ketidaksukaan dan kecemburuan!!
"Sejak kapan anda berhubungan dengan istri saya!" Galih langsung melemparkan pecutan guntur ke wajah Malik.
Betul firasat Malik ! ini yang akan menggeledah telinganya.
Malik tetap diam bukan dengan raut wajah takut tapi sebaliknya, ia diam menantang !
"Bagaimana rasa tubuh Nadifa ? enak bukan?" Galih semakin emosi dengan perlakuan Malik yang tidak bergeming menanggapinya.
Malik geram, emosinya baru keluar ia sangat benci mendengar pernyataan itu.
"Jawab!" Galih menghentakan tangannya dimeja, tapi Malik tetap diam dengan bijak, terus menatap. Galih makin terbakar dengan kemarahannya.
__ADS_1
"Saya tidak pernah sekalipun meniduri nya, saya masih bisa menahan, walau saya bisa melakukannha, tidak seperti anda terhadap Gita !"
"Keparat!" Galih marah karna dirinya di usik, ia pun bangkit lalu memberikan pukulan secara membabi buta ke wajah Malik.
Malik jatuh ke lantai, Galih pun kembali menarik kerah lehernya dan meninju kembali pipinya, Malik hanya bisa menerima tanpa melakukan perlawanan.
Yang ada di matanya kini Galih merupakan suami dari orang yang dikasihinya dan saudara sekeluarganya.
"Dasar Brengsek! jangan samakan saya dan anda ! masalah saya dengan Gita berbeda !"
Plakkkkkkkk !!
Galih tidak henti meninju dan memukul Malik, entah saat ini wajah Malik seperti apa.
"Brengsek !"
Galih pun kembali mengayunkan tangannya ke udara untuk memukul Malik kembali lalu tangannya seketika terhenti oleh seseorang yang ada dibelakangnya.
Galih dan Malik pun menoleh
__ADS_1
"Lepasin Lih," Fajar menepis tangan Galih dan mendorongnya ke sembarang arah lalu menarik tangan Malik untuk bangkit berdiri.
"Ada apa ini? kenapa kalian bisa berkelahi seperti ini!" Fajar melengkingkan suaranya.
"Tanya saja sama keparat ini, bagaimana rasanya bermain cinta dengan istri orang!" Galih berdecis membongkar aib Malik dan Nadifa didepan Fajar.
"Maksudnya apa Lih? Fajar menatap Galih lalu berpindah ke arah Malik,"Nadifa Pak?"
Malik hanya diam tidak menjawab namun semua sudah terlihat jelas dari perlakuan Malik yang hanya diam tidak membalas setiap hantaman yang diberikan oleh Galih
Fajar terbelalak kaget, ia terus menatapi Malik tanpa sama sekali rasa percaya, mungkinkan jika lelaki bijaksana itu bisa merebut wanita yang sedang ia sukai.
"Saya minta maaf ! ini semua diluar kendali saya dan Nadifa, namun kami sudah lama mengakhirinya, kami memutuskan untuk kembali menata keluarga nyata kami, dan saat ini saya tidak menyangka bahwa hidup Nadifa akan sebegini berantakanya menerima suami buaya darat seperti anda!"
Malik kembali memancing emosi Galih yang masih belum stabil. Ia pun makin mengerang dan kembali menerjang Galih, lalu dengan sekejap dihadang oleh Fajar.
"Cukup Lih! kamu juga tidak ada bedanya dengan Pak Malik, kalian sama-sama menyakiti hati Nadifa! hidup bersama madu didalam satu atap dan terus bersama beriringan dengan cinta terlarang, itu semua tidak mudah!"
Fajar menghentak perasaan Malik dan Galih. Membuat mereka berdua sekelibat diam mematung tanpa bisa bersua.
__ADS_1
"Manusia adalah tempatnya salah, kesempurnaan hanya milik Allah, kalian harus menerima secara tangan terbuka untuk berdamai dengan masalah ini!" Fajar kembali membuka nasihat diantara mereka, Galih yang masih geram akan emosi tidak dapat terus bertahan dengan posisinya disana. Ia pun pergi membawak kecacatan dan kebohongan penghianatan sang istri.
Malik hanya diam meratapi wajahnya yang sudah babak belur dihajar habis oleh Galih, yang saat ini ia fikirkan hanyalah bagaimana nasib Nadifa setelah ini, bisa-bisa Galih tidak terkontrol untuk menyakiti fisiknya.