Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Tega!!


__ADS_3

Galih sedari tadi tidak konsen, ia terus melihati Nadifa yang sedang asik nonton TV, fikirannya tidak tenang ia semakin terus mengingat-ngingat bayangan Malik dalam pandangannya.


Ingin secepatnya membuka rekaman portabel ini biar jelas semua. Galih mulai berfikir.


"Sayang?" panggil Galih kepada Nadifa.


"Hemm..Iya," jawab Nadifa tanpa menoleh tetap asik menonton TV.


"Aku keluar dulu sebentar ya, aku lapar," Galih mencari alasan yang masuk akal.


Galih menepi dipinggir ranjang,"Kamu mau apa ? nanti aku belikan"


Nadifa menggeleng," Enggak Mas, kamu aja sana yang makan," Nadifa mengijinkan suaminya untuk pergi dulu ke luar.


"Baiklah, hati-hati ya. Telepon aku kalau ada apa-apa!"


Nadifa mengangguk dan Galih berlalu meninggalkan ruang perawatan, ia ingin mencari tempat yang aman untuk mendengarkan rekaman itu.


Tidak jauh dari Rumah Sakit, Galih sudah berada dalam sebuah Cafe ia pun memesan makanan dan minuman lalu memilih bangku diluar Cafe yang jauh dari pengunjung lain.

__ADS_1


Ia pun mengeluarkan alat perekam portable tersebut lalu menyambungkannya dengan kabel data ke dalam Ipadnya.


"Silahkan Mas," Pelayan meletakan Capucino Coffe dan Burger saus tartar.


"Oke, terima kasih," Galih terus berusaha agar alat perekam itu dapat tersambung baik kedalam Ipadnya.


"Yess..nyambung!" guratan senang muncul diraut wajahnya kini.


Ia pun memasang headset ditelinganya, biar lebih jelas dan nyaring ketika mendengar suatu suara disana.


Mata Galih terus berputar kesana kemari, terus mendengarkan apa yang akan ia dengar, lalu sudah beberapa detik namun tidak mendapatkan suara yang berarti, tetapi ia tetap mendengarkan sampai waktu perekaman itu habis.


Ia pun mencoba kembali hening, terus memperdalam apa yang ia dengar saat ini, mata Galih berputar-putar kembali, tangan dikepal diletakan dibawah dagu, terus mendengarkan percakapan itu.


Mungkin saat ini Nadifa dan Malik tidak akan tertolong lagi !


Lama-lama raut wajah Galih makin memerah, matanya menatap tajam, terlihat alur nafas dada dan perut tidak karuan, ia terus menggeretukan gigi geliginya, nafasnya seperti sesak menahan suatu ledakan yang akan memuncah keluar.


Setelah rekaman itu selesai, kepalan tanggannya digetarkan ke meja dengan sangat kuat, Galih marah ! sangat marah !

__ADS_1


Hujan badai seperti menggesek hati dan tubuhnya, awan panas yang teramat terik kini sudah berganti menjadi awan hitam dimatanya.


"Tega-teganya kamu begini, Nadifa!" Galih kembali menggetarkan meja dengan genggaman tangannya.


"Apa kamu ingin membalas ku!" Galih semakin emosional menahan kemarahan yang sudah tidak tahan ingin ia muntahkan.


Ia pun sudah kehilangan selera makannya, lalu ia bangkit sambil menaruh uang satu lembar yang ditinggalkan di meja untuk membayarnya, memberi kode kepada pelayan yang ada didalam dengan kepergiannya.


Ia berlalu ke arah rumah sakit dengan membawa sejuta kekecewaan dan amarah.


Iya terus membayangi wajah cantik Nadifa yang selalu memanjakannya, melayaninya dan selalu menunjukan rasa cinta kepada nya, tidak pernah berfikir bahwa Nadif akan dengan mudah menghianatinya.


Ia terus berjalan hampir sampai ditepi pintu masuk Rumah Sakit, namun langkahnya diurungkan, ia kembali memutar lalu menuju mobilnya dan berlalu dari sana.


30 menit kemudian ia telah sampai disebuah kantor, dimana tempat inilah yang telah menyatukan dan mempertemukan Nadifa dan Malik, tempat yang menjadi sarana mereka untuk bisa mencintai satu sama lain.


"Malik !" panggil Galih yang sedang berdiri melihati sosok Malik dari belakang....


**Darrrrrrrr....Kali ini kalian mau kasih lagu apa nih buat mereka ?! yaelah thor..gantung lagi sih!! pasti pada gitu dehπŸ˜πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›...stay tune terus yaa, tungguin gimana Fernando Colunga bertemu Sama Warington Pankaran..

__ADS_1


Like dan Koment ya Guyss...πŸ–€πŸ–€**


__ADS_2