
Kalimat yang dilontarkan oleh Galih sangat menusuk hati dan jiwanya. Selama ini ia hanya terpanah akan perasaan cintanya yang sedang hangat hangatnya merekah namun ia lupa bagaimana jika suami nya mengetahui semua hal ini.
Nadifa terus menarik nafasnya yang mulai akan berat karena sesakan dada yang tetiba muncul. kedua matanya terus melihati Galih yang sudah memejamkan matanya terlebih dahulu.
"Ahhhh...sudahlah, jalani saja," batin Nadifa bergejolak. ia tidak mampu melanjutkan bayanganya yang sangat mengerikan itu.
- DARMA GROUP-
Hari ini adalah hari jumat, hari terkahir bekerja sebelum Week end tiba. Mobil Galih berhenti di area pekarangan kantor Nadifa, hari ini ia mengantar Nadifa bekerja.
"Jangan lupa shalat jumat yah," Nadifa melepas seat beltnya lalu mencium pipi Galih, memberikan tangan untuk salim.
"Iya sayang, oiya pulang jam berapa ? aku mau ajak kamu makan malam dikantor. kebetulan ada acara bakar bakar ikan di taman belakang kantor, Bos mengadakan acara ,"
"Jam 4 sore seperti biasa, nanti aku ke kantor kamu sendiri,saja tidak usah jemput aku," Jawab Nadifa, Galih mengangguk tanda mengerti.
Nadifa pun turun dari dalam mobil, Galih pun kembali menyalahkan mobilnya dengan lajuan pelan sampai ke gerbang kantor.
__ADS_1
Sesampainya Nadifa dipintu utama lobby sudab ada Malik berdiri menyambutnya, melihat Nadifa turun dari mobil diantar suaminya.
Nadifa pun tersenyum dengan cantik, hari ini ia memakai kemeja batik merah maroon dan celana bahan hitam slim, memakai lipstik berwarna pink serta memakai blush on yang cukup sangat terlihat keluar menonjolkan isi tulang pipinya.
Malik terus tersenyum, melihat wajah cantik itu sampai dan menghampirinya.
"Kamu diantar hari ini," Malik berdiri dengan Kemeja Batik Cokelat berlengan panjang melihati bayangan mobil Galih yang sudah melewati pagar kantor.
"Iya pak, Suami mau ada urusan keluar kantor didekat sini, ohiya bagaimana Letta ?" tanya Nadifa. lalu mereka menggerakan langkah menuju lift untuk naik ke lantai 3 dimana ruangan mreka berada.
"Jatuh dari tangga tidak sengaja terdorong oleh kakaknya, Luka lecet didahi memang agak memar sedikit, tapi anaknya sudah aktif lagi, jadi saya bisa tenang," Malik menjelaskan.
"Maaf..sayangku ..," Ledek Malik menggoda. Nadifa pun makin merekah hati nya.
dia panggil aku sayang...oh !! batin Nadifa, sesenang itu dirinya melayang layang ke udara bagaikan layang layang yang putus sedang dikejar kejar.
"Aku terlalu sibuk mengurusi letta dan aisyah, tidak terpikir liat HP, kebetulan HP ada ditas. tidak masalah ya, Sekarang kan aku sudh disini..bersama mu..." Malik kembali merayu rayu Nadifa dengan Cintanya.
__ADS_1
Percakapan manis nan romantis itu tak lama berhenti ketika lift mereka telah sampai dilantai 3, lalu keluar dan berjalan menuju ruangan mereka. mereka pun kembali bersikap biasa layaknya karyawan lain..ada jarak antara atasan dan bawahan.
"Aku duluan ya, Pak," Nadifa mendahului langkah Malik , ia melihat dari luar ruangan terlihst Dania sudah datang duduk disebelah mejanya. Malik pun mengangguk dan memperlambat langkah kakinya itu.
******
Gita membawa beberapa Map yang berisikan beberapa dokumen-dokumen yang harus ditanda tangani oleh Galih.
Ia masuk kedalam ruangan yang terdiri dari lima meja berisikan karyawan lelaki semua dan terus bermuarakan kakinya berhenti di meja Galih yang saat ini kosong tidak ada sosok yang ia cari.
"Belum datang Git, katanya mau mampir rekanan dulu ambil faktur perjalanan yang tertinggal disana," Dendi muncul dari belakang Gita. Seketika Gita kaget dan menoleh.
"Bukannya itu kerjaan kamu Den, kenapa Galih yang kesana,"
"Pak Galih yang menawari saya, kebetulan ia mau antar istrinya kerja karna kantornya dekat dengan kantor rekanan kita," Dendi menjelaskan , lalu berbalik menuju meja nya.
Tak Lama kemudian muncul Galih datang dari luar pintu ruangan.
__ADS_1
Gita menatap senyum penuh cinta dan rindu. Ia dirinya hanya datang untuk melihat Galih, berkas yang ia bawa hanya sebagai tipuan untuk menjadi alat pertemuan mereka.
"Assalammualaikum," Galih menyapa Gita lalu duduk di meja kerjanya. Meja kerja yang paling besar dibandingkan meja anak buahnya yang lain. Gita menggeserkan bangku dan duduk didepan Galih sambil menaruh berkas-berkas yang ia bawa di meja.