Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Aku sudah punya Gifali


__ADS_3

"Aku nggak pernah ada baiknya di mata kamu, apa yang aku lakuin buat Gifali selalu aja salah! bahkan untuk nyiumin dia aja, aku harus pakai masker dulu, cuci tangan dulu, mandi dulu ! segitu kuman nya kah aku? kamu selalu bilang capek, makanya aku bantuin. Aku coba ! aku belajar ! untuk gantiin popok, mandiin, ngebedakin, atau timang-timang dia sebelum tidur, tapi apa ?kamu selalu marahin aku, kalau posisi tangan aku salah lah, anak itu bisa terkilir lah, dia cuman butuh kamu lah, setiap aku timang kamu langsung mengambilnya paksa karna takut jatuh. Kamu memang mama nya dan dia akan selalu berhenti nangis kalo udah di peluk sama kamu dan aku cuman jadi papah bayangan yang enggak ada gunanya buat dia, enggak punya efek apa-apa buat dia! aku heran banget sama sikap kamu sekarang. Salah terus, aku tuh!"


Untaian kata-kata keseluruhan yang berurai keluar dari mulut Galih pada saat mereka beradu pendapat tadi pagi. lelaki itu sudah sesak melihati sikap istrinya yang posesif seperti ini. Bahkan ia tidak mengizinkan jika ada tetangga yang mau menjenguk, Nadifa tau mereka akan menjembili pipi Gifali dan mencium-cium wajah bayi laki-lakinya itu.


"Jangan kaya gitu, nanti disangka orang anak kita kena virus lagi, cacat atau apa. Makanya enggak diijinin untuk mau ditengok!"


Beberapa potongan kalimat-kalimat yang ucapkan Galih terus terngiang-ngiang hebat dikepalanya. Ia berkali-kali mengetuk-ngetukan pulpen ke meja sambil melamun. Matanya menatap komputer, tapi hatinya sedang cemas. Ia terus memikirkan Galih.


Lelaki itu tidak mencium keningnya seperti biasa ketika hendak, mau berangkat ke kantor. Sarapannya pun tidak habis, Galih banyak diam tidak mau banyak bicara.


"Dif!" ada suara yang menghiasi telinganya dengan syahdu, indah dan lembut yang membangunkan lamunannya seketika. Lalu ia pun tersadar ketika Malik dan Dania sudah melihati dirinya. Malik berdiri dipertengahan meja Nadifa dan Dania.


"Eh, Iya Maaf," ucap Nadifa salah tingkah. Ia tertegun melihat sosok Malik yang sudah masuk kembali bekerja. "Kamu kenapa?" tanya Malik ingin tahu, kenapa wajah Nadifa lesu hari ini.


"H---mmm, Enggak apa-apa kok Pak. Agak ngantuk aja dikit,"

__ADS_1


"Biasa Pak, namanya juga baru jadi Mama muda," sambung Dania sambil meledek.


Malik hanya senyum tipis. Ia selalu bersikap dingin ketika seseorang tengah menyinggung-nyinggung tentang rumah tangga Nadifa.


"Duh ada yang happy banget nih, kayanya habis pulang liburan?" ledek Nadifa.


"Honeymoon lagi ya Pak sama Ibu, semoga aja dapet lagi anak lelaki ya, kaya Nadifa," lagi dan lagi Dania menyambungnya.


Dania merasa kedua pasangan ini sudah kembali ke jalan yang benar. Mereka tidak akan lagi menjalani cinta terlarang seperti dulu dan Malik pun tidak tahu jika hubungannya itu sudah diketahui oleh Dania.


Malik pun faham dan menyadari hal itu.


"Oh iya, Ini untuk Nadifa dan Ini untuk Dania," Malik memberikan dua bingkisan oleh-oleh sehabis liburan dibali beberapa hari kemarin bersama keluarganya.


"Wahh, asyik nih oleh-oleh," mereka berseru bersamaan.

__ADS_1


"Ada baju buat bayi kamu dari istri saya," ucap Malik kepada Nadifa. Mungkin Kinanti rindu dengan keponakannya itu. "Maaf kita belum jenguk, h-----m ," Malik menyengitkan dahinya.


"Gifali namanya," sambung Nadifa cepat.


"Oh Gifali," Malik mengulang


"Enggak apa-apa kok Pak, Difa sama suami bisa ngertiin kok, by the way makasi banyak ya, salam buat Bunda," ucap Nadifa senang.


Malik terus menatapinya dalam, membuat Nadifa juga menatap. Entah bagaimana kah perasaan mereka saat ini. Cinta memang tidak akan semudah itu untuk pergi, namun jika berusaha rasa cinta itu bisa dirubah menjadi rasa yang lain.


"Baiklah, saya permisi!" Malik memutuskan tatapan itu sepihak, ia membuat Nadifa kalang kabut dalam akhiran tatapannya. Mereka berdua telah berjanji untuk tidak akan kembali terjerat dalam hubungan terlarang itu lagi.


"Aku sudah punya Gifali," bisikan-bisikan yang muncul bertahta dibenak Nadifa.


Masih ada sambungannya ya guyss..tungguin 😘😘❤️

__ADS_1


__ADS_2