Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Fajar


__ADS_3

"Oh sudah datang rupanya," ucap Nadifa.


Iamengeluarkan tempat bekal sarapanya yang berisi mie goreng telur udang, karna buru buru ia terpaksa membawanya ke kantor. Lalu ia berfikir sebentar.


"Oh iya, bekal ku ini buat Pak Malik aja deh. Sebagai tanda terima kasih karna kemarin aku sudah di traktir dan diantarnya pulang sampai kerumah," gumamnya sembari berjalan masuk ke dalam ruangan Malik.


Tempat makan tersebut ia taro dimeja dan meletakan kertas diatasnya.


Dihabiskan ya Pak, terimakasih untuk nasi goreng cumi makan siang kemarin.


Tulis Nadifa disebuah kertas yang ia letakan persis diatas tempat makan tersebut.


Ketika berbalik, Malik pun masuk kedalam ruangan, mereka berhadapan dan Nadifa kaget terbelalak.


"Ya allah Pak, Difa kaget ," Nadifa meletakan tangannya didada dan Malik pun tertawa.


"Ada apa, Dif ?"


"Itu Pak saya bawain sarapan," sambil menunjuk ke tempat bekal di meja yang baru saja ia letakan.

__ADS_1


"Wah, terima kasih sekali ya. Enggak ngerepotin kamu kan" tanya Malik.


bukan hanya merepotkan,tetapi ini juga pengorbanan nadifa karna harus mencari sarapan keluar kantor. Ia berikan sarapanya untuk malik sebagai tanda terima kasih. dalam hatiku sebagai author..hehehe.


"Oh sama sekali enggak Pak, tadi Nadifa memasak nya lebih," jawab Nadifa mantap menutupi kenyataanya sebenarnya.


"Baiklah, terima kasih banyak ya," jawab Malik mantap dan masih melihati wajah Nadifa.


Dirinya mengganguk pelan dan manis sambil berjalan meninggalkan Malik seorang diri diruangan. Nadifa pun terus berjalan keluar ruangan menuju lantai dua untuk melaksanakan shalat duha seperti biasa.


Malik tetap melihati Nadifa dari belakang. ia semakin tergoda akanya, dengan senyum tipis tipis ia membaca seruan yang ada diatas kotak makan.


Disimpan kertas tersebut dilacinya, harum bumbu masakan keluar dari kotak makan.


Memandangi meja nadifa yang kosong itu.


wajah bahagianya terpancar. Kedua matanya merasa terharu, muncul kemerahan dipipinya merasa tersipu malu. Ia senang bahagia bukan main apalagi jika bukan karna perasaan jatuh cinta. Walau malik sendiri pun belum memahami apa yang ia rasai. Ia tetap berjalan normal tidak terlalu mengeluarkan ekspresi apapun terhadap nadifa jika berada didepanya. Malik masih belum mengehtahui apa yang terjadi pada hati dan dirinya.


Di mushola kantor yang seperti biasa sepi. Terlihat nadifa yang masih memakai mukena bersimpuh disajadah sedang mengakhiri bacaan Al'Quranya. diringi suara perut yang berbunyi.

__ADS_1


"Duh kayak nya lapar nih, sarapan dulu deh," dalam hatinya lalu bangkit melepas mukena dan menaruhnya kembali ditempatnya dengan rapih.


Didapatinya ada yang jualan sayur lontong. seorang ibu ibu jualan yang sedang melayani pembeli.


"Satu ya bu, makan disini," ucap Nadifa.


Tanpa melihat ke arah mana-mana ia tetap fokus melihati si Ibu itu dalam melayaninya. lalu ia membawa mangkuk dan duduk disamping para pembeli yang sedang makan disitu.


"Permisi," Nadifa duduk dan mengucap nya kepada orang yang berada disebelahnya. orang nya pu mengangguk.


"Kamu karyawan baru ya ?" tanya orang yang disebelahnya itu yang tak lain adalah Fajar teman sekantor Nadifa juga.


"Eh iya Mas, saya Nadifa di Divisi Akutansi,"


"Saya Fajar dibagian Marketing," jawab Fajar terus mengunyah.


"Saya suka lihat kamu sama Mba Dania, ya saya fikir, kamu gantinya Alm Ibu Ratih,"


"Iya, Mas, baru masuk hari ini tepat sudah satu minggu ," jawabnya pelan-pelan.

__ADS_1


"Oke baiklah semoga betah ya disini," jawab Fajar mengakhiri makannya karna dimangkuknya sudah habis, ia menegak air minum dan berdiri bangkit dari duduknya.


"Baik, Mas terima kasih," Nadifa menjawab. lalu Fajar menghampiri penjual untuk membayarnya.


__ADS_2